
Setelah mengungkap pengkhianat dan menghadapi konspirasi, Olivia dan Alexander merasakan kelegaan yang mendalam. Mereka menemukan kekuatan dalam cinta mereka yang tak tergoyahkan, dan saat ini saatnya mereka menghidupkan kembali romantisme dan keceriaan dalam hubungan mereka.
Suatu pagi, saat matahari terbit dengan gemerlap di kerajaan de Greyson, Olivia merencanakan kejutan khusus untuk Alexander. Ia meminta bantuan Lady Amara dalam menyusun rencana yang akan membuat Alexander tersenyum dengan tulus.
Saat Alexander bangun dari tidurnya, ia menemukan sebuah pesan yang tertinggal di meja. "Ikuti petunjuk ini dan temui aku di taman istana," demikian bunyi pesan itu. Tertarik dengan misteri tersebut, Alexander mengikuti petunjuk dan tiba di taman yang indah.
Di tengah taman yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang harum, Olivia muncul dengan gaun indah dan senyum cerah di wajahnya. Ia memegang seikat bunga yang segar dan menatap Alexander dengan penuh kegembiraan.
"Aku telah merencanakan hari ini untuk kita berdua, Alexander," ujar Olivia dengan riang. "Ayo, ikutiku!"
Mereka berjalan-jalan di taman, tertawa dan bercanda sepanjang perjalanan. Olivia menunjukkan tempat-tempat favoritnya di taman dan mengungkapkan cerita-cerita lucu tentang petualangannya selama pencarian kebenaran.
__ADS_1
Sambil berjalan, Olivia tiba-tiba berhenti di bawah pohon rindang yang teduh. Ia menatap Alexander dengan mata penuh kasih. "Alexander, kita sudah melewati begitu banyak hal bersama. Kita telah melawan musuh, mengungkap pengkhianat, dan melindungi kerajaan ini. Tetapi, tak apa kalau kita mengambil waktu sejenak untuk menikmati momen-momen seperti ini."
Alexander tersenyum, mencengkram tangan Olivia dengan lembut. "Kau benar, Olivia. Terkadang, kita perlu menghentikan kehidupan yang sibuk dan menikmati keindahan dunia di sekitar kita. Aku sangat beruntung memiliki dirimu sebagai mitra hidupku."
Ketika mereka melanjutkan perjalanan di taman, Olivia menemukan sebuah hamparan rumput yang luas. Ia mendapatkan ide lucu di kepalanya dan tak sabar untuk melakukannya. Dengan cepat, ia menarik Alexander ke tengah hamparan rumput tersebut.
"Ayo kita lakukan ini!" seru Olivia dengan semangat. Ia berbaring telentang di rumput, meminta Alexander untuk melakukannya juga. Mereka berdua terbaring di sana, menatap langit biru yang cerah di atas mereka.
Olivia mengangkat satu tangannya dan menunjuk ke langit. "Lihatlah, Alexander. Kita sedang berbaring di rumput, berpura-pura menjadi awan. Kita bisa membayangkan bentuk-bentuk apa yang terbentuk di langit."
Alexander mengikuti ide lucu Olivia dan mulai membayangkan bentuk awan. Mereka tertawa bersama-sama saat mereka menemukan bentuk-bentuk aneh dan menggila dalam imajinasi mereka.
__ADS_1
"Olivia, lihatlah! Aku melihat seekor kucing dalam awan itu," kata Alexander dengan antusias.
Olivia bergumam sambil tertawa, "Aku melihat seekor kuda yang terbang!"
Mereka terus menciptakan cerita-cerita kocak tentang bentuk awan yang mereka lihat, mengisi langit dengan tawa dan keceriaan. Waktu berlalu begitu cepat, mereka tidak menyadari bahwa mereka telah menghabiskan berjam-jam berbaring di rumput sambil bermain-main dengan imajinasi mereka.
Saat matahari mulai tenggelam, Olivia dan Alexander duduk bersama di tepi kolam yang indah di taman. Mereka mengenang momen-momen lucu yang mereka habiskan bersama hari ini, mengisi udara dengan tawa dan kebahagiaan.
"Terima kasih, Olivia," ucap Alexander dengan penuh cinta. "Kau telah memberikan kejutan yang paling indah dan mengisi hatiku dengan keceriaan. Aku tak bisa berhenti bersyukur memiliki dirimu di hidupku."
Olivia tersenyum penuh kasih. "Aku sangat bahagia bisa melihat senyumanmu, Alexander. Hari ini adalah tentang kita, tentang cinta kita yang semakin kuat dan hubungan kita yang semakin mendalam."
__ADS_1
Mereka berdua menghadap matahari terbenam, membiarkan sinarnya menerangi wajah mereka. Di antara keceriaan dan canda tawa, mereka merasakan kedekatan yang tak tergoyahkan dan cinta yang semakin berkembang.