ISABEL

ISABEL
KEMBARAN OM ZIDAN…?????


__ADS_3

Isabel semakin manja kepada Zidan di usia kandungannya yang sedang hamil tua. Zidan sangat antusias menunggu kelahiran bayinya yang di perkirakan akan lahir dalam waktu dekat dengan jalan operasi. Zidan yang sudah mengetahui bayinya laki-laki dari hasil USG, telah menyiapkan segalanya yang berwarna biru. Dari perlengkapan baju hingga ruangan kamar yang telah di cat menjadi warna biru.


Hari yang di tentukan pun tiba. Zidan menemani Isabel yang sedang deg-degan di dalam ruang operasi. Zidan terus setia menemani istrinya yang berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anaknya tersebut. Tangisan bayi terdengar di ruangan itu. Zidan sangat terharu melihat proses kelahiran anaknya yang berjenis kelamin laki-laki.


“Anak kita sudah lahir!” Bisik Zidan pada Isabel yang hanya setengah sadar.


Setelah operasi selesai, Isabel di bawa keruang rawat beserta dengan bayinya yang di bawa keruang bayi. Zidan sangat senang melihat bayi laki-lakinya sambil menggendong Gaby yang cenberut karena adiknya bukan perempuan.


“Papa, apa di perut mama ada adik bayi lagi untukku?” Tanya Gaby pada Zidan.


“Suatu hari nanti, mungkin?” Sahut Zidan asal bicara.


“Tapi aku mau sekarang!” Rengek Gaby.


“Sekarang sudah ada baby boy!” Kata Zidan.


“Aku tidak mau adik laki-laki!” Kata Gaby menolak.


“Kenapa?” Tanya Zidan.


“Dia pasti tidak mau bermain boneka denganku.” Jawab Gaby.


Zidan tersenyum melihat tingkah lucu putrinya itu.


“Hei, lihatlah adikmu! Dia sangat manis kan?” Kata Zidan pada Gaby.


Gaby pun menatapa adik barunya itu.


“Suatu hari nanti saat dia sudah dewasa, dia akan menjagamu bagaikan seorang putri kerjaan yang di jaga oleh pengawalnya yang gagah berani! Dia akan melawan semua orang yang akan berbuat jahat padamu.” Kata Zidan lagi.


“Apa dia akan seperti itu?” Tanya Gaby.


“Tentu saja, asalkan kau menyayanginya dengan sepenuh hati.” Kata Zidan.


“Apa sekarang kau menyayanginya?” Tanya Zidan.


“Iya.” Sahut Gaby.


Akhirnya Zidan bisa bernafas lega saat Gaby mau mengerti bagaimana cara untuk menyayangi adiknya yang baru saja lahir kedunia ini. Setelah puas menatap bayi laki-lakinya itu, Zidan menemui Isabel yang sudah terbangun namun masih lemah di atas ranjang rumah sakit.

__ADS_1


“Kau sudah memberinya nama?” Tanya Isabel.


“Sudah.” Sahut Zidan.


“Jangan bilang namanya ketoprak! Sungguh tidak lucu.” Kata Isabel sewot.


“Tenang saja, aku tidak akan memberinya nama ketoprak melainkan ZILONG!” Ujar Zidan.


“Hah, dia meledekku!” Gumam Isabel melirik Zidan yang terkekeh geli di sampingnya.


“Hehehe, Aku hanya bercanda.” Kata Zidan.


“Namanya Reynard, artinya gagah berani!” Sambung Zidan.


“Baiklah, kita akan panggil dia Reyn.” Sahut Isabel.


Isabel melihat Zidan tampak sangat bahagia menggendong Reyn bayi laki-laki yang memang sangat diinginkannya setelah ia memiliki Gaby. Cerita kehidupan Isabel dan Zidan terasa semakin lengkap setelah lahirnya Reyn di sisi mereka.


 


 


Tahun-tahun berlalu, kini anak-anak mereka sudah semakin dewasa. Gaby tumbuh menjadi gadis cantik nan lembut, dan Reyn menjadi remaja tampan yang banyak mempesona para gadis di sekolahnya.


“Mama!” Sapa Reyn seraya melemparkan tas sekolahnya sesuka hatinya.


“Eh, kembaran om Zidan sudah pulang!” Sahut Isabel memeluk Reyn.


Reyn memang sangat mirip dengan Zidan. Rambutnya hitam kelam, matanya sedikit sipit, dan gaya berjalannya pun sama. Tak heran jika Isabel menyebutnya kembaran om Zidan. Karena parasnya memang sangat lah mirip.


“Ma, buatkan aku daging rendang dong!” Kata Reyn pada Isabel.


“Setiap hari makananmu hanya itu-itu saja.” Sahut Zidan sambil membuka lembaran korannya.


“Papa nyahut saja! Papa sirik kan karena tidak bisa makan daging rendang lagi karena papa punya penyakit kolestrol dan darah tinggi, hehehe.” Ujar Reyn.


“Siapa bilang? Papa masih bisa makan daging rendang!” Kata Zidan.


“Coba saja kalau berani!” Teriak Isabel mengancam Zidan.

__ADS_1


“Hehehehe, Aku hanya bercanda saja.” Kata Zidan cengengesan takut pada ancaman sang istri yang bersusah payah untuk menjaga kesehatanannya.


Tak lama datanglah Gaby pulang dari kampusnya.


“Hai ma, pa!” Sapa Gaby.


“Aku tidak disapa nih?” Ujar Reyn protes pada kakaknya itu.


“Berisik!” Sahut Gaby.


Reyn pun menghampiri kakanya yang sedang duduk di sofa tepat di sebelah Zidan. Saat itu Gaby sedang mengenggak minuman dingin yang ia ambil dari lemari pendingin.


“Kak, nanti malam ada pesta ulang tahun temanku!” Kata Reyn bergelayut manja pada kakaknya.


“Aku tidak mau jadi pacar bohonganmu lagi!” Sahut Gaby tau apa yang di ingikan oleh adiknya itu.


“Huh, tau saja kalau aku ingin memintamu menjadi pacar bohonganku lagi!” Gumam Ryen sewot.


“Hei banyak gadis mengejarmu, kenapa kau malah mengajak kakakmu?” Tanya Isabel pada putra bungsunya itu.


“Ma, aku bukannya tidak mau membawa gadis-gadis yang mengejarku, tapi aku tak tahan dengan gadis-gadis manja itu! Mereka selalu menututku untuk mencium mereka.” Sahut Reyn menyombongkan dirinya karena banyak gadis di Itali yang mengagumi ketampanan yang ada pada wajahnya.


“Huh, dasar! Itu sih memang maunya kau untuk mencium mereka.” Sahut Gaby sewot pada Reyn.


“Hehehehe.” Reyn cengengesan.


Mereka pun makan siang bersama dengan hidangan daging rendang yang biasa Isabel masak untuk mereka. Ryen dan Gaby sangat lahap makan daging rendang, sementara Zidan hanya menelan ludah saat melihat makanannya serba sayuran dan tampa garam.


“Aku bagaikan kambing yang menyedihkan!” Kata Zidan menatap sayur-sayuran yang ada di piringnya.


“Papa harus jaga kesehatan!” Sahut Gaby menasehati Zidan.


“Iya, calon dokter yang bawel.” Ujar Zidan.


Isabel hanya tertawa melihat Zidan dengan usianya yang mencapai 50 tahun lebih namun tetap berwibawa sebagai seorang ayah bagi kedua anaknya. Zidan dan Isabel memiliki sepasang anak yaitu Gaby dan Reyn, sementara Abrar dan Balqis memiliki 12 anak, yaitu satu putra dan sebelas putri. Abrar berhasil mencapai cita-citanya ingin memiliki 12 orang anak.


T A M A T


BACA CERITA TERBARUKU YA...

__ADS_1


WANITA SAMARAN UNTUK CEO


__ADS_2