Isekai Mantan Gamers Nolep Menyembunyikan Kekuatanya Di Dunia Lain LN

Isekai Mantan Gamers Nolep Menyembunyikan Kekuatanya Di Dunia Lain LN
Vol.1 Chapter 26


__ADS_3

...Sihir Pemanggilan...


...------------------------------------------...


Hari ini langit tak berawan dan cuaca menyegarkan, Aku tiduran di Kelas dengan menyadarkan kepalaku di atas meja saat menunggu pelajaran di mulai. Ini adalah hari yang damai dan belum ada tanda-tanda gerakan dari Leomord lagi, mungkin dia sedang menyusun rencana, Aku harus tetap waspada.


Lonceng pagi untuk hari ini berbunyi. Segera setelah itu, Fredja Sensei masuk, memegang sebuah kertas yang di tumpuk menjadi satu. Wajahnya terlihat tidak mood dan sangat sensi, Aku melihat dia menegur beberapa murid tadi pagi karena hal sepele, Apa dia sedang datang bulan? Jika Aku bertanya seperti itu, Aku pikir bintang-bintang akan berputar di atas kepalaku, maksud ku, mungkin dia akan langsung memukul ku dan membuat kepalaku pusing.


Fredja Sensei membagikan kertas itu pada semua murid di kelas.


Di kertas itu terdapat sebuah simbol lingkaran sihir, setelah membagikan kertas itu, Fredja Sensei segera menjelaskanya.


"Apa kalian tau ini kertas apa?"


Karena tidak ada yang menjawab, Fredja Sensei pun melanjutkan menjelaskan.


"Kertas ini adalah kertas yang di gunakan untuk sihir pemanggilan, hari ini kalian semua akan melakukan sihir pemanggilan, kalian harus mencampurkan darah kalian pada kertas ini, setelah itu berkonsentrasi lah dan membaca matra yang tertera pada kertas itu, tingkat keberhasilan adalah 50%, jika berhasil memanggilnya, kalian akan mendaptkan satu Familiyar. Familiyar yang akan keluar tergatung dari Elemen yang kalian miliki dan akan memiliki Elemen yang sama dengan kalian, kalian harus melakukan kontrak dengan Familiayar tersebut, Familiyar bisa di gunakan untuk membantu di dalam medan pertempuran. Setelah berhasil membuat kontrak, kalian akan mendaptkan Skill tambahan, Skill ini bernama Beast Tamer."


Mendengar penjelasan Sensei Aku jadi penasaran, Familiyar apa yang akan keluar saat Aku memaggilnya nanti ya?


Setelah itu kami semua di perintah untuk keluar ke halaman Sekolah untuk melakukan Sihir pemanggilan.


Semua murid segera melakukan apa yang di katakan Fredja Sensei.


Mereka ada yang gagal dan ada juga yang berhasil, dari yang Aku lihat mereka yang berhasil ada yang mendapatkan Griffin, Pegasus, Salamander, infrit, Raksasa Batu dan masih banyak lagi.


Aku melihat Gin bisa memanggil Raksaksa Batu, Dirk mendapatan Nue, kucing besar berekor ular, sementara kurt mendapatkan Griffin.


Aku mendegar teriakan kagum orang-orang yang sedang mengerumuni Lumie, Aku segera kesana untuk melihatnya karena penasaran, teryata Lumie berhasil memanggil Articka Naga Es berwana Biru muda, tubuhnya diselimuti dengan Es yang membeku, Lumie memang hebat.


Charlotte juga tidak mau kalah, dia berhasil memaggil Arclone Naga badai berwarna Hijau Tua, orang-orang pun sangat kagum padanya.


Selanjutanya Alice dia mendapatkan Phoenix burung yang di selimuti dengan Api Merah yang membara.


Sementara Charoline dia berhasil memanggil Aqua, Naga Air, bagian kaki dan lehernya terdapat selaput, Aku kagum pada mereka semua, mereka teryata hebat-hebat bisa memaggil mahluk seperti itu, Aku jadi sedikit khawatir kira-kira apa yang akan Aku panggil nanti, semoga saja  sesuatu yang imut seperti Gadis kuncing. imajinasi egoisku.


Kalau begitu Aku akan memanggilnya sekarang, baiklah mari kita lihat apa yang akan keluar? Aku jadi berdebar-debar nih, semoga saja seorang Pri cantik juga tidak apa-apa, lagi-lagi itu imajinasi egois ku, Aku mulai konsentrasi dan membaca mantra sihir.


"Pofff!"


Muncul kepulan asap Putih di hadapan ku, kira-kira mahluk apa yang keluar? Aku semakin penasaran.


Kepulan asap putih mulai menghilang dan terlihat sosok Gadis Loli berambut pendek berwarna Biru cerah, dengan gaun yang berwarna putih dan Biru, sedang tertidur lelap, Aku pun berteriak karena terkejut.


"EHHHHHH!"


Orang-orang bedatangan karena mendegar terikan ku, mereka pun melihat sosok Gadis yang sedang tertidur itu, mereka semua juga terkejut dan ada yang menertawai ku, karena mereka berpikir Aku telah gagal dalam memamggil Familiyar.


Lumie bertanya kepadaku.


"Lenn, apa yang terjadi? Kenapa kau malah memaggil seorang Gadis?


"Ahh, Aku juga tidak tahu?"


Gadis itu pun terbangun karena mendengar suara brisik dari orang-orang, dia terlihat mengucek mata sebelah kirinya lalu berjalan mendekat ke arah ku, matanya sangat indah pupil matanya berwana ungu.

__ADS_1


Imutnya, dia kemudia bertanya kepadaku.


"Apa kau yang memanggil ku?"


"Ah ya, sebarnarnya siapa kau ini, tadi Aku bukanya memanggil Familiyar, kanapa kau yang malah keluar?"


Gadis itu mengembungkan pipinya.


"Hmmmph...Apa kau merasa kecawa karana Aku yang keluar?"


"Ah, Aku tidak berpikir begitu sih, Aku cuma sedikit terkejut saja."


"Aku adalah Spirit Elemen, Aku bisa mengedelikan seluruh Elemen sihir jadi jangan samakan Aku dengan Familiyar biasa seperti mereka."


"Ahh baiklah ahahaha."


Aku menjawab dengan senyum kaku.


Setelah itu Aku melakukan kontrak denganya, tanganku pun mucul sebuah tato yang menggambarkan kalau Aku sudah melakukan kontrak denganya, Skill baru juga muncul terlihat di jendela Skill ku.


"Karana kita sudah melakuan kontrak sekarang kau adalah masterku."


Tegas Spirit itu.


"Ahh begitu yah, mohon bantuanya dari sekarang ya, Spirit-chan."


Tunggu, tunggu, rasanya aneh kalau Aku memagil dia Spirit, apa dia punya sebuah nama?


"Apa kau punya nama? Spirit-chan." Aku bertanya.


"Jadi begitu, kalau begitu Aku akan memikirkan nama yang bagus untuk mu."


Aku mulai berpikir, nama yang bagus untuknya apa ya, Mio?


"Bagaimana kalau Mio?"


Gadis itu pun tersenyum manis.


"....umm nama yang bagus, terimakasih Master ehehe."


Mio-chan kawaii, tunggu, tunggu, tunggu, Aku bukan seorang lolikon loh.


Aku sungguh tidak menduga kalau Aku bisa mendapatkan Sprit Elemen yang imut, ini sih di luar harapan ku, Aku tersenyum kecil dalam hati.


Tiba-tiba Luis datang dan ia berbicara kepadaku.


"Lenn Aku mendengar Gadis ini menyebut kalau Familiyar yang kami panggil adalah Familiyar biasa, Aku tidak menerimanya, bagaimana kalau kita adu Familiyar kita, Aku yakin Gadis itu hanya membual saja, kau pasti sudah mengeluarkan produk gagal."


Aku benar-benar kesal dia berbicara seperti itu, lagian dia hanya keroco, Aku tidak boleh termakan emosi, Aku menanggapinya dengan santai.


"Ah boleh saja, jika Sensei mengijinkan?"


"Aku mengijinkanya, kalian boleh bertanding."


Potong Sensei, rupanya dia dari tadi sudah memperhatikan kami.

__ADS_1


"Kau dengar itu Lenn, Sensei sudah mengizinkan loh!"


Tegas Luis, dia terlihat percaya diri sekali.


"Baiklah, tapi ada Satu syat, Aku tidak akan bertanggung jawab jika terjadi kerusakan Akibat pertarungan ini, jika kau mau bertanggung jawab, Aku akan menerima tantanganmu."


"Ahh baiklah, lagian Gadis itu pasti langsung lari setelah melihat Familiyar ku!"


Luis mengeluarkan Familiyarnya lagi, Falmiliyar miliknya adalah Cerberus.


Aku mendesah dalam, apa boleh buat.


"Mio-chan tunjukanlah kekuatan mu padaku."


"Baiklah Master!"


Mio segera mengeluarkan Bola Api besar pada di tanganya.


Aku terkejut dan merasa khawatir, bisa-bisa dia meledakan sekolah ini


Melihat Bola api besar itu, Cerberus Milik Luis ketakutan dan tidak berani menyerang, Luis juga terlihat terkejut.


Karena ketakutan Cerberus milik Luis pun menghilang.


"Kenapa malah menghilang bodoh!"


Teriak Luis kesal.


Mio sudah bersiap melempar Bola Api besar itu, Luis yang ketakutan berlari terbirit-birit.


Aku segera menghentikan Mio.


"Sudah cukup Mio-chan, kalau kau melemparnya kau bisa menghancurkan tempat ini."


"Baiklah Master!"


Mio menghilangkan Energi sihirnya, Aku menghampiri Luis yang kabur.


"Kenapa kau malah kabur? kau sudah mempermalukan dirimu sendiri di depan orang-orang Luis-san!"


Luis terdiam setelah menggeretakan giginya.


Mio mendekati ku dan bertanya.


"Bagaimana dengan kekuatanku Master, apa Aku bisa berguna untuk mu?"


"Ya kau sangat hebat Mio-chan!"


Aku menjawab dengan mengusap-usap kepala Mio sembari tersenyum padanya.


Lumie dan Alice memperhatikan ku dari jauh dengan mengembungkan pipinya, sementara Charlotte dan Charoline mereka menatapku dengan tatapan sedikit cemberut.


Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka melihat ku begitu, apa mereka cemburu dengan Mio? Dasar mereka itu, Aku menghela nafas panjang.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2