
...Mio Pergi Sekolah...
...------------------------------------------...
Pagi ini cuaca terasa sangat dingin, Aku menarik selimutku kembali dan engan untuk bangun walau ku tau sebentar lagi jam Sekolah akan di mulai.
Malasnya, hari ini rasanya Aku ingin tidur seharian, tiba-tiba ada setuhan hangat yang menyentuh tubuhku, segera Aku menyingkab selimutku.
Aku terlejut setelah membuka selimutku, Aku melihat Mio yang tertidur pulas di dalam.
Entah apa yang di pikirkan olehnya, bisa-bisanya Mio ikut tidur bersamaku.
Aku menghela nafas panjang dan melihat Mio yang tertidur pulas, dia terlihat sangat imut saat sedang tidur.
Aku pun mencoba membangunkan Mio dengan mencubit pipinya yang Chuby.
"Mio-chan bangun, ini sudah pagi loh."
Mio terbangun dengan mata yang masih setengah tertutup, rambutnya yang Biru terlihat berantakan, ia menguncek matanya dan menguap.
"Fuaaaa...!"
"Mio-chan, kenapa kau tiba-tiba tidur bersama ku?" Aku bertanya.
"Maaf Master, habisnya Mio kesepian jadi Mio ikut tidur dengan Master, apa Master keberatan?"
"T-tidak, Aku tidak keberatan sih, hanya saja...?"
Aku memperhatikan tubuh Mio, walau dia seorang Spirit tapi tetap saja dia itu seorang Gadis, wajah ku sedikit memerah.
"Master ada apa? kenapa wajah Master memerah?"
Mio bertanya dengan wajah penasaran.
"T-tidak apa-apa, pokoknya kalau kau ingin tidur dengan ku, kau harus bilang dulu padaku mengerti Mio-chan?"
"...ummm baiklah ehehe."
Mio tersenyum manis pada ku, setelah itu Aku bersiap-siap untuk pergi ke Sekolah.
Mio terus memperhatikan ku yang sedang memakai seragam sekolah.
"Master apa kau akan berangkat ke Sekolah?"
Tanya Mio. Sembari merapikan dasiku, Aku menjawab pertanyaan Mio.
"Tentu saja, ada apa Mio-chan?"
"Aku ingin ikut pergi ke sekolah denganmu Master?"
Aku terkejut dengan pertanyaan Mio, di pikir-pikir kalau dia ikut, pasti akan terjadi ke hebohan, lebih baik Aku tolak saja.
"Tidak boleh, kau tidak boleh ikut Mio-chan, lebih baik kau menungguku atau pergi main saja."
Mio mengembungkan pipinya.
"Hmmphh...pokoknya Mio mau ikut, Aku mohon Master?"
Mio memohon dengan wajah memelas, sial Aku jadi tidak tega padanya, apa boleh buat.
__ADS_1
"Baiklah kau boleh ikut, tapi kau harus janji, kau tidak boleh membuat keributan di Sekolah."
"Baiklah Master."
Mio menjawab dengan semangat, kelihatan dia senang sekali.
"Master lihat ini?"
Tiba-tiba Mio merubah bajunya sendiri menjadi seragam Sekolah perempuan, dia memakai Kemeja putih, Blazer hitam, Rok hitam dan Dasi merah kupu-kupu, Aku pun terkejut saat melihatnya.
"Kenapa kau bisa merubah bajumu seperti itu Mio-chan?"
"Tentu saja, karena Aku bisa mengubah Objek menjadi bentuk apa pun yang Aku inginkan, apakah baju ini cocok untukku Master?"
"Ya, itu sangat cocok untukmu, baiklah, sekarang ayo kita berangkat Mio-chan."
"Oke!"
Setelah itu Aku dan Mio berangkat Sekolah bersama.
Saat berjalan di dalam koridor, mata semua orang tertuju padaku dan Mio, mereka mulai membicarakan Mio, mereka yang tidak tau, mengira kalau Mio adalah anak baru, mereka juga bilang kalau Mio sangat Imut.
Tiba-tiba datang tiga cowok menghadang kami, kalau tidak salah mereka kayaknya berasal dari kelas A, cowok-cowok itu mulai menggoda Mio.
"(T/N)Hey Manis, apa kau anak baru? Kenapa kau berjalan dengan rakyat jelata sepertinya, lebih baik kau berjalan dengan ku saja."
Salah satu cowok bertanya pada Mio, Cowok yang lain mendorong ku, mereka mencoba menyingkirkan ku dari Mio.
Melihat ku yang di perlakukan buruk, raut wajah Mio pun menjadi gelap, Aku mulai khawatir, Aku takut Mio akan mengamuk di sini.
Udara di sekitar tiba-tiba menjadi sangat dingin, partikel-partikel Es memenuhi Area sekitar ku, teryata ini ulah Mio, karena marah dia menggunakan kekuatan Elementalnya, Aku segera bergerak untuk menghentikan Mio, tapi terlamabat, Cowok-Cowok itu langsung di bekukan oleh Mio dan cuma menyisakan kepalanya saja, Mio menggunakan Elemental Air dan Es secara bersamaan untuk membekukan mereka, Aku sedikit lega, kalau saja Mio membekukan mereka sampai kepala, mungkin mereka bisa mati.
"Sekali lagi kau menghina Master ku, Aku akan melenyapkan kalian semua."
Cowok-cowok itu pun ketakutan melihat Mio yang seperti itu.
Aku segera berbicara pada Mio.
"Sudah cukup, Mio-chan, kau tak perlu hiraukan mereka."
Aku puk membebaskan mereka dengan Sihir Api ku, mereka pun langsung kabur.
Mio bertanya pada ku.
"Master, kenapa Master diam saja saat di perlakukan seperti itu?"
"Soal itu? Aku hanya tidak ingin membuat keributan dengan mereka, kalau Aku meladeni mereka, mereka akan tau kekuatanku."
Mio sedikit heren dengan jawabanku, dia pun melajutkan bertanya.
"Kenapa kau menyembunyikan kekuatanmu Master?"
"Jika Aku tidak menyembunyikan kekuatanku, musuh-musuh ku akan mewaspadai ku, Aku tidak ingin repot dan terlihat menonjol, Aku lebih memilih menjadi Kuda hitam."
Mio menyeringai mendengar jawabanku.
"Kau ini memang sangat licik ya Master?"
"Ya begitulah, Ayo Mio-chan, kita sudah hampir terlambat loh."
__ADS_1
Setelah itu, kami kembali berjalan menuju Kelas. Saat Kami berdua masuk ke dalam Kelas, anak-anak kembali memperhatikan Aku dan Mio, tapi mereka semua sudah tau kalau Mio adalah Familiyar ku.
Aku berjalan menuju bangku ku bersama Mio, Aku melihat Dirk dan yang lainya sedang asik mengobrol. Melihat Aku datang bersama Mio, Dirk langsung memberikan komentarnya.
"Enak sekali kau mempunyai Familiyar yang imut seperti ini? kenapa kau selalu saja beruntung, Aku sangat iri sialan, kenalkan Aku dengan Familiyar mu Lenn?"
"Baiklah!"
Aku menatap Mio dan berbicara.
"Mio-chan kenalkan mereka adalah teman-teman ku, cowok yang tambutnya Coklat dia adalah Dirk, yang rambutnya hitam cepak itu Gin, dan yang rambutnya hijau dia adalah Kurt."
Mio tersenyum manis pada mereka.
"Salam kenal, Aku Mio ehehe!"
"Imutnya."
Kata mereka dengan wajah memerah. Dasar mereka itu, kalau melihat cewek cantik pasti begitu.
"Hey Mio-chan apa Lenn suka memerintah mu untuk melakukan hal yang aneh-aneh?"
Tanya Dirk, Mio terlihat bingung mendengar pertanyaan Dirk.
"Aneh?"
"Ya itu? Maksudku kau di suruh untuk melakukan hal Ecch-."
Sebelum dia selesai bicara, Aku memukul Dirk.
"jangan bertanya seperti itu pada Mio bodoh."
"Itaaaa!"
Teriak Dirk kesakitan, Mio terlihat masih penasaran dan bertanya padaku.
"Master apa maksudnya dengam hal aneh?"
"Ah kau tidak perlu lagi memikirkan hal itu Mio-chan."
Kurt tiba-tiba bertanya pada Mio.
"Mio-chan, apa yang kau lakukan untuk mengisi hari-harimu, apa kau selalau bermain di alam Spirit?"
"Aku tidak melakukan apa-apa, Aku sangat bosan sekali di sana dan sangat kesepian sebelum bertemu dengan Master, tapi, karena sekarang Mio sudah punya Master, Mio tidak kesepian lagi, tadi malam pun Mio tidur dengan Master."
Bodoh kenapa Mio mengatakan itu, sekarang semua cowok menatapku dengan tatapan Iri, dasar Mio, mereka pasti salah paham.
"Lenn-kun!"
Dari belakang, Aku mendengar suara Lumie, Gawat nih, Aku pun mengok ke belakang pelan-pelan.
Teryata Lumie, Charlotte, Alice dan Charoline sudah di belakangku, mereka melihat ku dengan tatapan membunuh, mereka pasti mendengarnya.
Aku cuma melihat mereka dengan senyum kaku.
"Ahahahaha."
Berakhir sudah hidupku.
__ADS_1
Bersambung....