Isekai Mantan Gamers Nolep Menyembunyikan Kekuatanya Di Dunia Lain LN

Isekai Mantan Gamers Nolep Menyembunyikan Kekuatanya Di Dunia Lain LN
Vol.1 Chapter 35 - Epilog


__ADS_3

...Kita Akan Bertemu Lagi...


...-----------------------------------------...


Setelah Melakukan Tranformasi dengan Mio, ATK, Kecepatan dan DEF ku meningkat sebesar 100%, di Mode ini Energi ku terus termakan, Aku harus segera menyelesaikan ini secepat mungkin.


"Mio-chan, berapa lama kita bisa mempertahankan Mode ini?"


"Kita hanya bisa bertahan selama 5 menit, kalau lebih dari itu akan membahayakan tubuh Anda, Master kau harus bisa mengalahkanya dengan cepat?"


"Aku mengerti, Ayo kita mulai Mio-chan!"


Aku segera menyerang Abyss Grimfield dengan cepat menggunakan pedangku yang terinfusion Elemen Air.


"Hydro Slash!"


"Uaakhhhn, Sialan kenapa kau mempunyai kekuatan seperti itu dasar Manusia sialan!"


Abyss Grimfield membalas menyerangku dengan Tongkatya yang berubah menjadi pedang Api, Aku bisa menghindar dengan cepat, dia pun terkejut.


"Cih, kenapa kau bisa bergerak secepat itu sialan!"


"Berapa lama lagi kita bisa bertahan Mio-Chan?" Aku bertanya.


"Kita masih mempunya waktu 3 menit lagi Master!"


Baiklah, Kali ini Aku akan mengeluarkan Sihir Air dan Petir secara bersamaan untuk membuat Reaksi Elemental Electro-Charged.


Aku pun membuat Rain Sword dan mengeluarkan Tundering Dragon secara bersamaan. Petir berbentuk Naga dan Hujan pedang Air melesat dengan cepat ke arah Abyss Grimfield.


"Uakhhh!'


Abyss Grimfield pun tidak bisa bergerak karena terkena Efek Stun Electro-Charged.


"Dasar Manusia sialan!"


Abyss Grimfield terlihat sangat kesal.


Sekarang saatnya untuk mengahirinya.


Dengan pedang yang terinfusion Elemen petir, Aku bergerak dengan cepat untuk menusuk Abyss Grimfield yang sedang terkena efek stun, dia tidak akan bisa menghindar lagi.


Saat pedangku hampir menusuk perutnya, tiba-tiba Muncul Seorang Gadis berambut Kuning pendek dari dalam portal Dimenensi, dia menahan pedangku.


Aku terkejut dan melebarkan mataku, siapa Gadis itu sebenarnya?


Aku melihat Gadis itu berkata pada Abyss Grimfield.


"Kau sudah kalah Grimfield, waktunya untuk mundur!"


"Baiklah Tuan Putri!"


Gadis berambut kuning itu melihat ke arahku.


"Ini menarik, Kau hebat juga, kita pasti akan bertemu lagi!"


Kata Gadis berambut kuning itu, dia pun masuk ke dalam Portal dimensi bersama Abyss Grimfield.


"Jangan kabur sialan!"


Aku mengejarnya tapi Portal itu sudah menutup kembali.


Bersamaan dengan itu, tiba-tiba kesadaranku mulai menghilang.


Sialan.


"Master apa kau baik-baik saja? waktu Anda sudah habis, Aku akan segera menghentikan mode ini, kau bisa mengamuk jika kehilangan kesadaran!"


"M-Mio-chan!"


"Brukkk!"


Aku pun jatuh tak sadarkan diri.


...∆∆∆∆...


Lumie POV#


Aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba para Pasukan Iblis mundur, saat Aku melihat Lenn dia sudah tergelatak di tanah.


Aku segera pergi untuk melihat keadaanya, Aku membuka topengnya dan teryata Lenn sudah tak sadarkan diri, Aku mengecek detak jatungnya, Aku lega dia masih hidup.


Mio Pun muncul, Aku segera bertanya.


"Mio-chan, apa yang terjadi pada Lenn?"


"Tenang saja, Master hanya pingsan karena kehabisan Energi, mungkin dalam tiga hari dia tidak akan bangun, Master terlalu memaksakan dirinya!"


"Jadi begitu, syukurlah."

__ADS_1


Aku sangat lega.


Mio kembali menghilang, Alice dan Charoline datang menyusulku bersama Fredja Sensei dan Silvester.


"Bagaimana kondisi Lenn, Lumie-chan?"


Tanya Fredja sensei, mereka semua terlihat khawatir.


"Lenn baik-baik saja, Mio mengatakan kalau dia hanya kehilangan Energinya, setelah 3 hari dia akan sadar."


"Jadi begitu syukurlah!"


Ferdja Sensei terlihat lega.


"Jadi dia adalah Pria bertopeng itu?"


Tanya Silvester, Fredja menjawab dengan wajah serius.


"Silvester-sama, bisakah anda merahasiakan tentang ini?"


Fredja Sensei pun menjelaskan semuanya pada Silvester tentang X.


"Jadi begitu, baiklah, karena dia telah membantu, Aku akan merahasiakan indentitas X."


Tegas Silvester, Aku ikut senang, Silvester-sama setuju merahasiakan identitas X.


"Terimakasih banyak Silvester-sama!"


Kata Fredja Sensei, setelah itu Baron datang dan mengusulkan untuk membawa Lenn ke Istana Kerajaan Larazaya.


Aku bersama Alice dan Charoline juga ikut pergi menuju Kerajaan.


Setelah sampai di kerajaan, Aku melihat kondisi Charlotte yang sudah membaik, melihat Lenn yang tak sadarkan diri Charlotte terlihat begitu khawatir, Aku pun menjelaskan Kondisi Lenn pada Charlotte.


Sekarang kami semua berada di kamar tempat Lenn di rawat, Fredja Sensei dan Baron juga di sini.


Tiba-Tiba Mio Muncul di depan ku, dia berkata pada ku.


"Apakah kau menghawatirkan Master, jika kau ingin Master cepat pulih, Mio bisa memberikan solusinya?"


"Apa itu Mio-chan?" Aku bertanya.


"Kau harus tidur tanpa menggunakan pakaian bersama Master, itu akan mempercepat pemulihan Energi Master apa kau sanggup melakukan itu?"


"Aku akan melakukanya!"


Aku menjawab tanpa ragu sedikitpun.


Charlotte, Alice dan Charoline terkejut mendengarnya.


"K-kalau begitu Aku juga akan melakukan itu bersana Lumie?"


Tegas Alice, Aku sedikit terkejut teryata dia berani juga.


"A-Aku juga akan ikut, Lenn sudah baik padaku jadi? Itu...Aku harus membalas kebaikanya."


Sambung Charoline, dia berkata dengan malu-malu mau.


"Ehemmm...karena kalian mau melakukan itu, jadi? apa boleh buat, Aku juga ikut?"


Tegas Charlotte, teryata Charlotte tidak mau kalah juga, walau dia orangnya dingin, tapi teryata Caharlotte diam-diam sudah menyukai Lenn, memang ini terasa menyebalkan tapi Aku tidak bisa egois, kalau ada mereka semua, Lenn bisa cepat pulih, lagian saingan ku bukan cuma Charlotte, masih ada Alice dan Charoline yang teryata diam-diam Charoline sudah mulai ada rasa dengan Lenn.


"Hahh!"


Aku mendesah dalam.


"Kau yakin akan Ikut tuan Putri?"


Aku sedikit menggoda Charlotte.


"Ya Aku ikut, jangan salah paham, Aku melakukan ini juga karena Lenn dulu pernah menolongku."


Cih dasar, dia memang tidak pernah bisa jujur.


"Hahaha!"


Baron tiba-tiba tertawa, dia kemudian melanjutkan.


"Teryata Anaku cukup populer juga ya, kalian semua terimakasih sudah mau berteman denganya, untuk seterusnya tolong jaga Lenn."


"...umm Aku akan selalu ada untuk Lenn!" Aku menjawabnya.


"Aku juga!" sambung Alice.


"A-Aku juga!" Charoline berkata dengan malu.


"Kau tidak perlu berterimakasih begitu Baron-san, Aku akan selalu ada di sampingnya."


Tegas Charlotte, Charlotte terlihat sangat akrab dengan Baron, dasar menyebalkan membuat iri saja.

__ADS_1


Setelah malam tiba, kami semua pun tidur bersama Lenn dengan tidak memakai sehelai kain pun, walau ini terlihat memalukan, tapi Aku bahagia bisa tidur dengan Lenn, lain kali Aku harap kami bisa tidur berdua saja.


...∆∆∆∆...


Keesokan harinya.


Lenn POV#


Saat Aku tersadar, rasanya kepalaku terasa sangat berat sekali, Aku masih enggan untuk membuka mataku, tiba-tiba tanganku merasa menyetuh sesuatu yang sangat lembut dan empuk, Apa ini? Aku mencoba untuk menekanya.


"Kyaaa!"


Ehhh, apa itu? kenapaa Aku mendengar suara aneh? Aku pun membuka mata ku.


"Waaaaaaaaaaa!"


Aku terkejut dan segera memalingkan pandanganku ke samping.


"L-Lumie-chan? Apa yang kau lakukan di sini, kenapa kau tidak memakai baju bodoh?"


Lumie mengucek matanya.


"Ahh Lenn kau sudah sadar ya?"


Saat Aku memalingkan wajahku, Aku merasakan kehagatan yang menyetuh tubuhku, Aku terkejut dan segera menyingkab selimut ku.


"Waaaaaaaa!"


Aku kembali terkejut karena melihat di dalam Selimut ada Charlotte, Alice dan Charoline.


Aku segera berdiri, Aku cuma mengenakan celana pendek saja.


"Apa yang kalian semua lakukan di sini? Kenapa kalian semua tidak memakai baju, pakai baju kalian bodoh!"


Mendengar teriakan ku, mereka semua pun terbangun, melihat ku yang sudah sadar, mereka segera menutupi dada mereka dengan selimut karena malu.


Dasar mereka itu, apa sih yang mereka pikirkan?


Bersamaan dengan itu Mio tiba-tiba muncul dan memeluku.


"Master kau sudah sadar, ini lebih cepat dari yang Aku bayangkan, ini semua berkat mereka."


"Tunggu, tunggu, apa yang kau katakan barusan Mio-chan?"


"Aku menyuruh mereka tidur bersamamu dengan tidak memakai baju untuk mempercepat pemulihan Energi mu, jadi berkat mereka Master bisa sadar lebih cepat."


"Jadi begitu ya?"


Aku segera berterimakasih pada mereka semua dengan malu.


"Itu? semuanya terimakasih banyak, maaf sudah membuat kalian khawatir."


Mereka semua pun tersenyum pada ku. Aku melihat Charlotte, Aku senang dia sudah baik-baik saja, Aku pun bertanya padanya.


"Kau baik-baik saja kan Charlotte-chan? terimakasih berkatmu Aku bisa selamat, maaf sudah membuatmu terluka."


"Sama-sama Lenn-kun."


Jawab Charlotte dengan malu, walau dia terlihat cuek dan suka memaksa tapi dia sangat perduli dengan ku.


Raja Aldric tiba-tiba memanggil ku untuk menghadap, beliau mengucapkan terimakasih padaku karena sudah berhasil membantu mengusir pasukan Abyss.


Setelah menghadap Raja, Aku teringat dengan Gadis berambut kuning yang menghalangi ku untuk membunuh Abyss Grimfield, Aku pun bertanya pada Mio.


"Mio-chan, apa kau tau, siapa Gadis berambut kuning yang menghalangi ku kemarin?"


"Menurut informasi yang Aku tau, Gadis itu adalah Grisea, Putri Angkat Raja Iblis Lucifer, Grisea adalah seorang manusia seperti Anda Master."


"Benarkah? kenapa dia bisa bergabung dengan Abyss?"


Aku sedikit terkejut dan penasaran.


"Aku tidak tau secara detail, tapi Aku pernah mendegar Kalau Grisea menaruh dendam pada manusia karena telah di perlakukan buruk?"


"Jadi begitu!"


Grisea terlihat sangat kuat, dia bukan Gadis sembarangan, Aku harus berhati-hati.


Setelah 2 hari di kerajaan Larazaya, Kondisi ku sekarang sudah benar-benar pulih, Aku pun kembali masuk sekolah hari ini, saat Aku memasuki gerbang Sekolah, Aku khawatir kalau setelah kejadian ini, orang-orang akan tau identitas X sebenarnya.


Tapi Fredja sensei memanggiku dan mengatakan, kalau identitas X masih aman dan belum ada yang mengetahuinya, Fredja Sensei pun menceritakan semuanya padaku, Aku sangat berterimakasih pada Fredja sensei.


Sekarang X pun menjadi sangat populer, para cewek terus membicaralanya, ditambah dengan rumor yang beredar kalau X telah menjadi pahlawan.


"Hahh!"


Aku mendesah dalam, kayaknya ini akan semakin merepotkan.


Leomord yang selamat setelah memakai Delusion pun menyesali perbuatanya, dia mendapatkan hukuman sekorsing selama 2 Minggu.

__ADS_1


Setelah itu Aku pun menjalani kehidupan sekolahku seperti biasanya.


The Next Vol.2


__ADS_2