
...Kekacauan Di Akademi...
...------------------------------------------...
Aku sama sekali tidak tahu, teryata Leomord mempunyai kekuatan kegelapan seperti itu, padahal terlihat jelas di Statusnya, dia tidak punya kekuatan seperti itu, apa yang sebenarnya terjadi?
Saat Aku memikirkan itu, tiba-tiba Leomord menyerangku dengan Energi kegelapanya, dia menembakan Energi Hitam ke arah ku.
Aku segera menghindarinya, Energi itu menghantam penghalang, penghalang retak dan pecah. Energi itu bocor mengenai tiang penyangga atap tempat penonton, untung Caharlotte cepat tanggap ia segera menerbangkan puing-puing bangunan itu dengan Sihir Anginnya. Para penononton pun berteriak.
Yang benar saja, kenapa dia mempunyai Energi sekuat itu? untung Charlotte cepat bergerak.
Dia terlihat sangat marah dan sudah bersiap menembakan Energi kegelapanya lagi, Apa dia sudah gila, kalau dia menembakan itu lagi, bisa mengenai para penoton, Aku segera memperingatkanya.
"Hoe itu berbahaya, apa kau sudah gila? kau bisa membunuh para penonton bodoh!"
Leomord terlihat tidak memperdulikan perkataan ku, dia tetap menembakan Energi kegelapanya pada ku.
Cih kalau di biarkan akan mengenai para penonton lagi.
Aku pun menahan Energi itu dan menghempaskanya ke angkasa dengan pedang ku, Energi itu pun meledak di angkasa.
Cih, kenapa dia melakukan ini, dia terlihat seperti bukan dirinya.
Tiba-tiba Mio memperingatkan ku lewat alat komunikasi Sihir.
"Master ini gawat, Aku merasakan Leomord telah memakai Delusion, dia pasti tidak tahu efek sampingnya, setelah memakai itu, jiwanya akan di makan oleh kegelapan, kesadaran dan akalnya akan menghilang, kalau di biarkan dia bisa berubah menjadi Monster!"
"Apa katamu Delusion?"
"Ya, itu adalah Potion yang di buat oleh Abyss, rupanya Abyss telah memanfaatkan keputusasaan Leomord dan memberikan Dusion itu padanya?"
"Cih, berarti ini adalah ulah Abyss?"
"Ya itu benar Master!"
Teryata Abyss sudah berbuat sejauh ini, apa sebenarnya motif dan tujuan mereka? Aku bertanya-tanya.
Leomord kembali menyerangku dengan menembakan Energi kegelapanya lagi.
Aku segera berteriak pada semua penonton untuk segera meninggalkan tempat ini, sembari menahan serangan Leomord.
Leomord tiba-tiba menembakan Energinya ke segala Arah.
Gawat! Semua penonton berteriak, bangunan-bangunan di sekitar roboh, puing-puing bangunan menimpa para penonton.
Lumie dan para murid lainya segera mengefakuasi para korban yang terjebak reruntuhan bersama para Guru, Mio juga ikut membantu, tampaknya Mio sudah merubah wujudnya kembali saat terjadi keributan tadi.
Ferdja Sensei datang dan segera menyegel Lemord dengan Sihir penyegelan, Leomord pun terikat rantai, Sensei lalu bertanya padaku.
"Lenn, apa yang sebenarnya terjadi pada Leomord? Aku hanya bisa menahan dia selama 5 menit?"
Aku pun menjelaskan pada Sensei tentang apa yang terjadi pada Leomord.
"Jadi ini ada campur tangan Abyss, apa tujuan mereka sebenarnya?"
Tanya Sensei, dia terlihat sangat terkejut.
__ADS_1
"Aku juga belum tahu motif mereka melakukan ini Sensei!"
Tiba-tiba Silvester wakil kepala Sekolah datang memanggil Fredja Sensei, wajahnya sangat serius, mungkin telah terjadi sesuatu yang gawat.
Silvester mengatakan kalau Pasukan Goblin dan Lizard man berjumlah 500 yang di pimpin oleh Ogre sedang menyerang perbatasan, Fredja Sensei di minta untuk membantu pasukan kerajaan dan para petualang Guid untuk memerangi para Goblin.
Aku mengerti sekarang, Abyss sengaja membuat kekacauan di sini dengan memanfaatkan Leomord supaya kami semua repot.
Kerajaan Larazaya memang ada daerah yang berbatasan langsung dengan Abyss. Jadi kemungkinan mereka ingin melebarkan wilayahnya, ini tidak bisa di biarkan.
"Tapi Silveser-sama, bagaimana dengan Kekacauan yang ada di sini, Leomord teryata sudah di manfaatkan oleh Abyss?"
Tanya Fredja Sensei, Silvester terlihat berpikir sejenak lalu menjawabnya.
"Tidak ada cara lain lagi kecuali membunuhnya, dia akan berubah menjadi Monster kalau tidak di bunuh, kita harus cepat menyelesaikan ini dan segera pergi ke perbatasan untuk membantu para pasukan Kerajaan."
Tampaknya Silvester sudah paham dengan konsdisi Leomord, mendengar mereka ingin segera membunuhnya, Aku pun memberikan tawaran pada Fredja dan Silvester.
"Silvester-sama, Fredja Sensei, ijikan saya untuk mengrus yang di sini, Kalian berdua cepatlah pergi untuk membantu para pasukan Kerajaan dan para petualang Guid."
"Tapi? Apa kau bisa?"
Tanya Silvester khawatir.
"Tenang saja, Aku tidak sendirian."
Charlote, Lumie, Alice dan Charoline pun datang bersama Mio.
"Kalian?"
"Percayakanlah ini padaku, Silvester-sama."
"Baiklah, Aku mempercayaimu, tapi siapa sebenarnya kau, kenapa kau memakau topeng?"
"Aku adalah X."
"X? Aku tidak pernah mendengarnya, kalau begitu baiklah, Aku mempercayakan ini padamu X,"
Silvester pun segera pergi menuju perbatasan. Feredja sensei tersenyum pada ku sembari berkata.
"Lenn, Aku percaya kemapuanmu, kau pasti bisa mengartasi ini, Aku sangant berharap padamu."
"Terimakasih sudah mempercayai ku, setelah menyelesaikan ini, Aku pasti akan segera menyusulmu ke perbatasan Sensei."
"...umm Aku akan menunggumu Lenn."
Setelah itu Sensei pun pergi menyusul Silvester menuju perbatasan.
"Prakk!"
Rantai segel yang mengikat Leomord pun hancur, Aku berkata pada semuanya.
"Ayo teman-teman kita selesaikan ini."
"Baiklah!"
Jawab mereka dengan wajah serius.
__ADS_1
Lumie dan yang lainya segera menyerang Leomord dengan senjata mereka masing-masing.
Saat mereka menyerang Aku bertanya pada Mio.
"Mio-Chan, apa Leomord masih bisa di selamatkan?"
"Bisa Master, jika kita bisa menghentikan Energi kegelapan itu sebelum Energi itu melahap jiwanya dia masih bisa di selamatkan, kita masih punta waktu 10 menit sebelum dia berubah menjadi Monster."
"Bagaimana cara menghentikan Energi kegelapan itu Mio-chan?"
"Dengan Elemen Kayu, Elemen Kayu adalah Elemen Alam yang mampu memurnikan Energi negatif, Master kau harus menggunakan Elemetal Brust Elemen kayu milik mu, Skill itu mampu memurnikan Energi negatif."
Dengan Elemen kayu? selama ini Aku belum pernah mencoba menggunakan Elemen Kayu ku, apa ini akan berhasil? dari semua Skill yang Aku punya Elemen Kayu adalah Elemen yang paling banyak memakan Energi, mungkin Aku harus mencobanya.
Saat Aku ingin menyerang bersma dengan Mio, tiba-tiba Leomord megeluarkan Energi yang besar dan menghempaskan kami semua. Kami semua pun terlempar.
Sialan, apa yang lainya baik-baik saja?
Aku segera melihat teman-teman ku, mereka semua terkapar dan kembali bangkit, Aku bersyukur mereka baik-baik saja.
Setelah itu Leomord kembali menghujani kami dengan Energi kegelapanya, Energi Hitam turun dari langit dalam jumlah tak tebatas.
Sialan dia benar-baner seperti Monster sekarang, Hujan Energi sebanyak ini, kami tidak mungkin bisa menghindar.
Aku pun segera menggunakan Elemen Tanah ku untuk membuat Prisai untuk melindungi teman-teman ku.
Lumie dan yang lainya pun terkejut, Lumie bertanya padaku.
"Lenn-kun sebenarnya kau meguasai berapa Elemen, setelah melihat Elemen Petir sekarang kau membuat Prisai denagan Elemen Tanah, waktu kompetisi kau juga mengeluarkan Elemen Air, waktu itu kau belum menjawab pertanyaan ku kan, apa jangan-jangan kau menguasai semua Elemen?"
Tanya Lumie, yang lain cuma melihat dengan wajah penasaran.
"Ini bukan waktunya untuk memikirkan itu, lain kali akan Aku ceritakan, sekarang kalian harus fokus untuk bertarung."
Selama ini Aku memang selalu menyembunyikan kekuatan ku pada mereka, wajar kalau mereka terkejut, tapi sekarang Aku harus fokus pada pertarungan, kalau terus begini Aku tidak bisa mengumpulkan Energi untuk menggunakan Elemen Kayu ku. Aku tidak boleh menggunakan Skill ku lagi, paling tidak mereka harus bisa menahan Leomord sampai Energi ku terisi untuk menggunakan Elemental Brust Elemen Kayu miliku.
Aku segera menyuruh mereka untuk menahan Leomord bersama dengan Mio selama 3 menit, dan menyuruh Chrlotte untuk mengeluarkan Elemetal Brustnya, karena Elememental Brush Charlotte bisa mengisi Energi semua naggota party sebesar 50% itu bisa mempersingkat waktu pemulihan Energi ku.
Mereka pun segera melakukan perintahku, Aku hanya bisa menunggu sampai Energi ku terisi penuh.
Tapi Leomord benar-benar kuat, dia mengeluarkan gelombang Energinya lagi dan mengehpaskan semuanya, mereka kembali terkapar kali ini Alice mengalami luka yang cukup serius, Aku segera menyuruh Mio untuk menyembuhkanya, Mio mempunyai Skill penyembuhan dan itu sangat berguna dalam kondisi seperti ini, tapi Leomord tidak memberikan kami waktu untuk bersitirahat Leomord kembali menyerang kami lagi dengan menembakan sihirnya.
Kalau begini terpaksa Aku harus mengeluarkan Prisai lagi untuk melindungi mereka semua, sialan ini benar-benar merepotkan, kalau terus begini Aku tidak bisa mengumpulkan Energi ku.
Di saat itu juga, tiba-tiba ada sesorang yang datang dan menghalau serangan Leomord, mereka teryata Lora, Damon dan Luis.
Setelah menghalau serangan Leomord, Lora menatapku dan berkata.
"Maaf terlamabat, Aku akan membatumu X, walau kita pernah jadi musuh, tapi Aku tidak akan membiarkan Leo meghancurkan tempat ini, jadi apa yang harus kami lakukan?"
Aku sedikit terkejut dengan kedatangan mereka, tapi mereka datang di waktu yang tepat.
"Tolong tahan dia selama 2 menit?"
"Baiklah serahkan pada kami?" tegas Lora.
Bersambung...
__ADS_1