Isekai Mantan Gamers Nolep Menyembunyikan Kekuatanya Di Dunia Lain LN

Isekai Mantan Gamers Nolep Menyembunyikan Kekuatanya Di Dunia Lain LN
Vol.1 Chapter 2


__ADS_3

...Menuju Akademi...


...------------------------------------------...


Pagi ini Aku sedang sarapan bersama keluarga ku, Ayah juga sebentar lagi akan berangkat kerja, mungkin ini saatnya untuk mengatakan pada mereka kalau Aku ingin bersekolah di Akademi sihir.


Aku memejamkan mata sembari menyeruput secangkir Kopi, setelah itu ku letakan cangkir itu di meja dan berdiri dengan wajah serius.


Tarik nafas terlebih dahulu dan bicara.


"Ayah! Aku ingin masuk Akademi sihir!"


Ayah menanggapi permintaanku sembari memakan sepotong sandwich dengan santainya.


"Lenn! apa kau serius? kalau kau ingin bersekolah di sana kau harus mempunyai Elemen sihir kan!"


"Aku mempunyai Elemen sihir kok!"


"Bffftttt!"


Karena terkejut Ayah menyemprotkan kopi yang sedang di minumnya, Sikap santainya seketika berubah menjadi serius ketika mendegar jawaban ku. Wajah ibu juga terlihat  penasaran.


"Seriusan?"


"Aku serius Ayah!"


"Coba tunjukan sihirmu pada Ayah!"


Aku membuktikan pada Ayah dengan membuat Api kecil di tangan.


Ayah dan Ibu melihatnya, mereka berdua terkejut seolah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Kenapa kamu tidak menceritakan ini pada Ayah, dari mana kamu berlajar cara mengaktifkan sihir?"


"Ah itu? sebenarnya dulu Aku menemukan sebuah Buku sihir di gudang dan Aku mencobanya, setelah mengikuti petunjuk dari Buku itu, Aku bisa mengaktifkan sihir."


"Kau ini teryata anak yang nakal juga ya Lenn, sudah membaca buku itu diam-diam!"


Ibu bertanya sembari memelototiku, apakah Aku akan dimarahi? menakutkan.


Tapi tiba-tiba espresi Ibu berubah kegirangan, Ibu terlihat sangat senang karena Aku bisa menggunakan sihir.


"Sayang kamu lihat itu kan? anak kita memang Genius, Ayo cepat kita sekolahkan dia di Akademi sihir, dia pasti Akan menjadi penyihir hebat di masa depan!"


Aku meghela nafas sembari memengang kepalaku, Aku tidak menyangka reaksi Ibu akan seheboh itu, Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rekasinya kalau Aku bilang mempunyai semua Elemen sihir.


"Baiklah Lenn! Ayo ikut Ayah ke Akademi, kita akan mendaftar sekarang, kebetulan sekali tahun ini adalah tahun ajaran baru di Akademi sihir."


"Baiklah!"


Aku pun sangat senang, Akhinya Ayah mengizinkanku Sekolah di Akademi sihir.


Hari ini Akhirnya Aku pergi bersama Ayah ke Ibu kota untuk mendaftar Sekolah di Akademi sihir dengan menaiki Kuda. Dan sampailah di Ibu kota kerajaan Larazaya.

__ADS_1


Aku baru pertama kali mengunjungi Ibu kota, Aku sangat kagum seteleh melihat Kota ini, semua bangunanya bergaya Barat kuno, ini sangat hebat.


Kami pun sampai di depan Akademi sihir, Akademi ini bernama Magisterial. Gedung sekolahnya begitu besar dan luas terletak di tengah Kota.


Hari ini suasana di sini sangat ramai, banyak kereta kuda berlalu lalang, halaman terlihat penuh sesak, karena hari ini adalah hari pendaftaran Siswa baru dan pengujian kelayakan.


Kebanyakan yang bersekolah di sini adalah para bangsawan, ya walau tidak ada larangan rakyat jelata sepertiku bersekolah di sini, Karena syarat mutlak Sekolah di sini adalah menpunyai Elemen sihir di atas rata-rata.


Jadi tak mengherankan kalau banyak yang dari kalangan Rakyat jelata bersekolah di sini, tergantung dari Ekonomi keluarga mereka masing-masing.


Setelah mendaftarkan ku, Ayah pun pergi Ke kerajaan untuk bekerja, Aku tinggal menunggu pengetesan sihir di mulai.


Setelah menunggu beberapa menit.


Pengetesan sihir Akhirnya di mulai, Aku di perintah untuk menghancurkan sebuah obyek dan akan di Nilai berapa Damag kerusakan yang di hasilkan.


Aku tidak ingin terlihat menonjol karena Aku mempunyai status yang cukup bagus, ATK ku memang masih 800 tapi Aku mempunyai Crit rate 100% dan Ctit DMG 300%


Dengan memanfaatkan ingatan masa lalu, Aku jadi paham dengan Statatusku sekarang.


Crit rate adalah kesempatan yang di dapatkan untuk menghasilkan Crit DMG.


Sebagai contoh, jika mempunyai Crit rate 10% maka kesempatan mendapatkan serangan Critikal adalah 10% x 10 \= 1 kali, karena Aku mempunyai 100% berarti 100% x 10 \= 10 kali, kesimpulan setiap serangan yang Aku keluarkan pasti akan selalu Critikal.


Sedangakan Crit DMG, adalah Damag tambahan yang di berikan kepada musuh berdasarkan Damag sebenarnya.


Sebagi contoh jika Damag Normal ku adalah 5.000 dan mempunyai Crit Dmg 50% maka 5.000+50% \= 7.500, Karena Aku mempunyai 300% Crit DMG berarti 5.000+300% \= 20.000, kesimpulan Aku bisa menghasilkan Damag akhir senilai 20.000.


Untuk menghindari masalah supaya tidak terlihat menonjol, guanakan komputer di otak untuk menemukan jawabanya.


Yosh lakukan sekarang, Aku segera menembakan sihir Api pada obyek tersebut, pertugas pun segera mecatat berapa Damag yang di hasilkan.


Setelah penilaian selesai, petugas menyuruh ku pulang untuk menunggu pengumuman, mereka akan mengirimkan surat apakah Aku di terima atau tidak.


Tiga hari kemudian.


Setelah tiga hari menunggu, Akhirnya surat itu pun tiba, Aku membacanya, Hasilnya Aku di terima dan di tempatkan di Kelas C, sesuai dugaan ku, dari informasi yang Aku dengar Siswa yang mempunyai Damag besar Akan di tempatkan di Kelas S, yang mempunyai Damag menengah Akan di tempatkan di Kelas A, yang mempunyai Damag cukup akan di tempatkan di Kelas B, sedangkan yang mempunyai Damag kurang, akan di tempatkan di kelas C, ya itu kelas ku, sesuai rencana ku, Aku masuk kelas C.


Mulai besok Aku mulai ber Sekolah dan harus tinggal di Asrama.


Akademi juga mengirimkan seragam Sekolah kemaja berwana putih, blazer hitam, celana hitam dan dasi hitam, kok hitam semua sih? mungkin kepala sekolahnya penyuka warna hitam kali ya?


Mereka juga mengirimkan No kamar Asrama sebagai tempat tinggal.


Orang tua ku pun sangat senang karena Aku di terima di Akdemi, terutana Ibu dia begitu bahagia melihat ku akan bersekolah di sana, untuk merayakan hari bahagia ini, malam ini Ibu membuat pesta kecil-kecilan. Ibu memang selalu berlebihan sih.


Keeseokan harinya.


Hari ini Aku sudah bersiap untuk pergi ke Akademi, Aku juga sudah membawa semua barangku dengan koper besar.


Sebelum berangkat Ibu memeluku dengan erat.


"Lenn jaga kesehatanmu di sana, jangan sampai telat makan, istrahat yang cukup dan jangan memaksakan diri, kabari Ibu dengan mengirimkan surat setiap minggu!"

__ADS_1


Aku senang Ibu begitu perhatian padaku, sampai-samapai Aku sedikit mengeluarkan Air mata.


"Terimakasih Bu, Aku pasti akan selalu mengrimkan surat untuk Ibu, Aku menyayangimu!"


Aku pun berangkat, Ayah menawarkan untuk mengantarkan Aku dengan Kuda, Aku menolaknya karena membawa Koper besar, Akan susah jika naik Kuda.


Aku pun memilih untuk menaiki Kereta Kuda, karena Kereta kuda di sini adalah satu-satunya Alat transportasi umum.


Saat kereta mulai berjalan, Aku merasakan gertaran setiap melewati jalan yang bergelombang, hari ini langit terlihar Biru cerah, saat melihat pemandangan yang berubah dari satu daerah ke daerah lainya, para peumpang meningkat secara bertahap.


Sebagian besar penumpangnya adalah para pedagang, karena mereka ingin berdagang di Ibu kota.


Aroma keringat dan bau tidak sedap cepat menyebar di dalam kereta dan baunya menjadi tidak karuan.


Aku membuat kesalahan dengan menaiki kereta Kuda, harusnya tadi Aku menurut saja dengan Ayah untuk ikut.


Setelah menahan Bau tidak sedap dalam beberapa jam, Akhirnya sampai juga.


Semua Anak laki-laiki dan perempuan berseragam berjalan memasuki gerbang Akademi sihir Magisterial.


Sebuah sekolah yang di Buat Kerajaan untuk membina Anak-anak yang mempunyai kekuatan sihir untuk melwan invasi Abyss.


Ini adalah tempat yang akan Aku ikuti mulai hari ini.


Berhenti, tarik nafas dalam-dalam.


Baiklah ayo kita masuk.


Aku berjalan memasuki gerbang dengan santai, tiba-tiba ketenaganku tergannggu.


"Lepaskan Aku, tolong jangan sakiti Aku!"


"Kau rakyat jelata harusnya tidak bersekolah disini, kalau kau ingin aman di Sekolah ini jadilah budak ku!"


Di sampingku Ada seorang Gadis sedang di buli oleh Gadis lainya, menurut pandanganku Gadis yang di buli itu adalah  Gadis dari kalangan rakayat jelata sepertiku, sedangkan yang membulinya adalah Gadis dari kalangan bangsawan.


Apa Aku harus menolong Gadis itu? Aku memirkirkan jawabanya di otaku.


A. Menolongnya Gadis itu dan membawanya pergi.


B. Memeberi peringatan kepada Gadis bangsawan itu


C. Menghajar Gadis bangsawan itu lalu pergi.


D. Pura-pura tidak melihat lalu pergi.


Aku di pusingkan dengan pilihan itu, tapi maaf Aku memilih D, Sebagai jawabanku.


Bukanya Aku tidak punya hati nurani untuk menolongnya, hanya saja Aku tidak biasa berinteraksi dengan orang lain, Aku juga tidak ingin membuat keributan dengan para bangsawan itu karena pasti akan merepotkan.


Mungkin suatu saat kalau bertemu lagi dengan Gadis itu Aku akan meminta maaf karena telah mengabaikanya.


Aku terus berjalan menuju Asrama terlebih dahulu untuk menaruh barang-barang ku, Aku mencari No kamarku, Setiap siswa memiliki satu kamar sendiri. Ini bagus, lagian Aku tidak suka kalau sampai berbagi kamar dengan orang lain.

__ADS_1


Setelah menaruh barang-barung ku, Aku pun segera pergi menuju kelas, karena sebentar lagi Pelajaran Akan di mulai.


Bersambung. . .


__ADS_2