
...Tidur Berdua...
...----------------------------------------------------------------------------------...
Aku masih belum bisa percaya kalau sekarang Aku sedang berdua di kamar dengan Charlotte.
Kami duduk berdua di ranjang dan saling memalingkan wajah, entah apa yang di pikirkan orang tua kami, mereka menyuruh kami tidur berdua untuk mendekatkan diri, haduh dasar merepotkan.
Baiklah kalau begitu Aku tinggal tidur saja kan? tidak, tidak, tunggu dulu! Kenapa Aku jadi sangat gugup begini?
Charlotte tiba-tiba memanggilku.
"Lenn-kun, bisakah kau berbalik sebentar, Aku ingin ganti baju."
"B-Baiklah!"
Aku segera berbalik, Sial situasi macam apa ini, Charlotte sedang ganti baju di belakangku? Ini gawat sekali.
"Sudah, Aku sudah selesai!"
Mendengar Charlotte yang sudah selesai mengganti bajunya, Aku segera berbalik dengan wajah yang memerah, Aku melihat Charlotte yang sudah memakai baju tidur yang berwarna merah, belahan dadanya sedikit terlihat, kawai...maksudku dia sangat imut.
"Kenapa kau melihatku begitu? apa kau sedang berpikir jorok tentang ku?"
Tanya Charlotte dengan wajah yang memerah.
"T-Tidak! Aku hanya berpikir kalau pakaianmu itu sangat imut!"
Bodoh Aku keceplosan kenapa Aku mengatakan Imut, dia pasti jadi salah paham nih.
__ADS_1
Setelah mendengar itu wajah Charlotte langsung memerah, ia segera berbalik tidur membelakangi ku.
Sial apa Aku di benci?
"M-Maaf, Charlotte-chan kalau Aku membuatmu jadi tidak nyaman?"
"T-tidak! Aku hanya malu kau tiba-tiba berbicara seperti itu, Aku beneran tidak apa-apa."
Tegas Charlotte, dia terlihat sangat gugup.
"Charlotte Aku minta maaf karena Ayahku memaksa kita untuk tidur bersama."
Charlotte pun bangun dari tidurnya dan menatapku.
"Tidak! Ini karena perintah Ayahku jadi...harusnya Aku yang minta maaf!"
"Apa kau tidak keberatan tidur denganku Charlotte-chan?"
Jawab Charlotte dia terlihat malu-malu begitu.
"Aku ini cowok loh, apa kau tidak takut jika Aku berbuat macam-macam padamu, kau seharusnya harus lebih mewaspadai ku."
"Aku tau, tapi Aku merasa kalau kau adalah Pria yang baik dan entah kenapa saat berada di dekatmu Aku merasa nyaman, tapi itu bukan berarti kalau Aku menyukaimu loh!"
Tegas Charlotte, dia memang mengatakan tidak menyukai ku, tapi dia merasa nyaman dengan ku dasar cewek aneh, apa dia jangan-jangan dia berbohong? Aku jadi bertanya-tanya.
"Baiklah-Baiklah Aku mengerti, terus bagaimana dengan rencana pertunangan kita? apa kita harus menolaknya?"
"I-Itu? Aku tidak keberatan kok!"
__ADS_1
Aku terkejut dengan jawaban Charlotte.
"Ehhhh....bukanya tadi kau bilang kau tidak menyukai ku, kalau benar begitu harusnya kau menolaknya kan? apa jangan-jangan kau sebenarnya menyukai ku Charlotte-chan?"
Wajah Charlotte memerah ia segera memalingkan wajahnya.
"I-Itu curang, kenapa kau menanyakan itu?"
"M-Maaf habisnya Aku penasaran, Aku mungkin hanya terlalu percaya diri, ahahaha....mana mungkin Seorang putri sepertimu menyukai Pria sepertiku benarkan?"
Charlotte tiba-tiba mendekatkan wajahnya. Sial ini terlalu dekat, apa yang ingin dia lakukan?
"Kenapa kau berbicara seperti itu? dasar bodoh, kalau Aku menyukaimu, apa kamu juga menyukai ku Lenn?"
Aku sangat terkejut dengan pertanyaan Charlotte, kenapa Aku malah yang di pojokan begini sih?
"Ah itu...Aku memang menyukaimu, tapi Aku tidak bisa memahami perasaan ini, Aku tidak mempunyai pengalaman tentang cinta. Waktu itu Lumie dan Alice mereka juga bilang mencintaiku, tapi Aku belum memberikan jawaban pada mereka, Aku memang cowok yang payah ya?"
Bersamaan dengan itu tiba-tiba Charlotte mencium bibirku.
"Ehmmmmhhh!"
Apa ini? apa yang dia lalukan? Kenapa tiba-tiba dia mencium ku? bibirnya begitu lembut.
#POV Charlotte.
Lenn maaf, Aku sudah tidak bisa menahanya lagi, setelah mengetahui Lumie dan Alice sudah mengungkapkan perasaanya padamu, Aku jadi sedikit kesal, Aku hanya tidak ingin kalah oleh mereka berdua, Aku benar-benar mencintaimu Lenn-kun.
Setelah mencium Lenn Aku segera tidur membelakanginya tanpa mengatakan sepatah kata pun.
__ADS_1
Aku memegang bibirku sendiri, Apa yang sudah ku lakukan? kenapa Aku sangat berani melakukan itu, ini memalukan sekali, wajahku terasa sangat panas.
Bersambung....