
...Rencana Leomord...
...------------------------------------------...
"Fuaaa...Master Aku akan kembali tidur, jika Master membutuhkan bantuan, Aku akan segera datang."
"Ah, terimakasih banyak Mio-chan."
Setelah Pelajaran pemaggilan Selesai, semua murid di pererintah untuk kembali ke Kelas. Saat Aku ingin kembali, Fredja Sensei tiba-tiba memanggilku, dia meminta ku untuk ikut masuk ke dalam ruanganya untuk membicarakan sesuatu.
Apa yang ingin dia bicarakan? Aku sedikit khawatir.
Setelah sampai di ruangan Sensei, Aku segera bertanya.
"Jadi apa yang ingin Sensei bicarakan?"
Sensei menatap ku dengan serius, filing-filing tidak enak nih.
"Tentang Familiyar yang kau keluarkan itu, kenapa kau bisa memanggil Spirit? itu adalah hal yang sagat tidak masuk akal, mungkin orang-orang tidak akan menyadarinya, tapi Aku sudah tau semuanya, kau pasti mempunyai semua Elemen sihir kan Lenn-kun?"
Aku melebarkan mataku saat mendengar pertanyaan Sensei.
Sial, Sensei memang hebat, Aku selalu tidak bisa mengelak darinya, berbohong pun tidak ada gunanya, terpaksa Aku harus mengakuinya.
"Ya itu memang benar, apa kau ingin memberitahukan pada orang-orang tentang kemampuan ku?"
Sensei menyeringai sembari mendekati ku, ini adalah pertama kalinya Aku melihat dada Sensei dari dekat, dan membuat ku jadi tidak fokus.
Sensei menjawab pertanyaan ku sembari menggoda ku dengan memegang dagu ku.
"Memberitahu pada orang-orang soal kemampuan mu? Ah pasti Akan mengemparkan seluruh Akademi ini, tidak, bahkan kau bisa mengemparkan Dunia ini, Aku tidak akan melakukan itu, tapi dengan Satu syarat."
"Teryata kau memang ada maunya, cepat katakan apa yang harus Aku lakukan?"
Dia berbisik ke telingaku.
"Kau harus melakukan mantap-mantap dengan ku?"
Aku merajuk bercanpur malu.
"Apa yang Sensei katakan? Jangan bercanda dengan ku!"
"Hahahaha!"
Tiba-tiba dia tertawa.
"Kenapa kau tertawa apa ada yang lucu?"
"Tidak, tidak, Aku hanya tertawa melihat espresi mu itu hahaha!"
Sial, apa Aku di permainkan.
Sensei kemudian melanjutkan.
"Aku hanya bercanda kok, apa kau kecewa?"
__ADS_1
"Tidak! Jangan main-maik dengan ku, cepat katakan apa yang sebenarnya kau inginkan?"
"Baiklah-baiklah, Aku akan mengatakan apa yang harus kau lakukan saat waktunya sudah dekat, jadi tenang saja, Aku tidak akan membocorkan rahasia mu Lenn-kun?"
Aku menggretakan gigiku.
"Cih, Baiklah, kalau sudah tidak ada keperluan Aku akan pergi."
Aku pun segera pergi dari ruangan Fredja Sensei.
Sial, dia benar-benar mengerjai ku, Fredja sensei memang berbahaya, dia adalah satu-satunya orang yang mengetahui kemampuan ku.
Saat dalam perjalanan menuju kelas, Aku melihat Leomord sedang berjalan dengan Lora dan Damon.
Kenapa mereka bersama, Aku memiliki firasat kalau mereka akan merencanakan sesuatu, Apakah Lora dan Damon juga sudah terlibat dalam rencana Leomord? Mungkin saja mereka juga sudah menyadari kalau ada orang yang menggerakan kelas C, dan mereka sudah bekerja sama, Aku harus segera bertindak lebih cepat.
...∆∆∆∆...
Leomord Pov#
Hari ini Aku mengajak Lora dan Damon ke kediaman ku untuk membicarakan sesuatu, Aku mendengar Lora mendapatkan informasi yang bagus.
Kami berbicara sembari minum teh di ruangan ku.
"Jadi apa informasi yang sudah kau dapatkan Lora?" Aku bertanya.
"Di kelasku ada Anak yang berteman dengan kelas C, Aku menyuruhnya untuk mengorek informasi darinya, dan Aku sudah mendaptkan informasi yang bagus, Aku tahu siapa orang yang menyebarkan data itu dari Osis, dia adalah Lumie, Gadis yang sangat Populer di kelas C."
Lumie? Aku juga pernah mendengarnya kalau dia itu sangat populer, tapi Aku belum pernah melihatnya.
"Dia Gadis berambut perak pendek memiliki paras yang cantik."
Perak? Jangan-jangan Gadis yang waktu itu melawan ku saat kompetisi, tidak salah lagi pasti Gadis itu, mungkinkah dia adalah X, tidak? Sosok bertopeng itu adalah Pria, berarti cuma ada satu kemungkinan kalau dia salah satu kaki tangan X. Aku menyeringai.
"Lora Aku Akan menagkap Gadis itu, Kemumgkinan dia adalah kaki tangan X, Aku akan mengintrogasinya, kau dan Damon juga harus ikut untuk menagkapnya, kita harus turun tangan sendiri, karena ada kemungkinan kalau X akan keluar saat kita menangkapnya."
"Kau tidak usah repot-repot Leo, biar Aku yang menagkap dia, kebetulan sekali besok adalah hari libur, Aku akan menculiknya, tidak akan ada orang yang menyadarinya kalau Lumie menghilang, Aku satu Asrama dengan Gadis itu, X pasti tidak akan mengetahuinya kalau Aku yang melakukanya, setelah kita menagkap Gadis itu, kita kirim pesan ancaman pada X lewat Charoline, dengan begitu X pasti akan keluar untuk menyelamatkanya!"
Kalau di pikir-pikir ide Lora bagus juga.
"Idemu bagus juga Lora, baiklah Aku akan menyerahkan tugas itu padamu."
...∆∆∆∆...
Lumie Pov#
Hari sudah larut malam, Setelah memakai piyama kesayangan ku yang berwarna putih, Aku segera menuju ranjang ku untuk tidur, tapi tiba-tiba Aku mendengar seseorang menggetuk pintu kamar ku.
Aku segera membuka pintu kamar ku. Aku pun terkejut, teryata orang yang datang adalah Lora, dia menyapa ku.
"Selamat malam Lumie-chan, apa Aku mengganggu mu?"
"Tidak juga, tumben sekali kau datang, apa kau perlu sesuatu dengan ku?"
"Ah ya, boleh kah Aku masuk?"
__ADS_1
"Tentu saja, silakan masuk."
Lora pun masuk ke dalam kamar ku, saat Aku menutup pintu kamar ku, tiba-tiba dia memukul leher belakang ku.
Pandangan ku menjadi kabur, Aku pun tidak bisa mempertahankan kesadaran ku.
Saat Aku sadar, Aku sudah terikat dan berada di tempat yang asing di sebuah kamar yang sangat kotor dan berdebu, banyak sarang laba-laba di langit-langit, bangunan ini terlihat sudah lama tidak di gunakan.
Aku melihat cahaya matahari yang keluar dari sela-sela jenda, mungkin ini sudah Pagi.
Mereka sudah menculik ku, sekarang Aku hanya bisa percaya, Lenn dan teman-teman pasti akan datang menyelamatkan ku.
Aku mendengar langkah kaki seseorang datang kesini, sudah ku duga dia adalah Leomord, dia menyeringai dan menyapaku.
"Pagi Lumie-chan, apa tidurmu nyenyak?"
"Cih, tidak usah basa-basi, cepat katakan apa tujuanmu menculik ku?"
"Baiklah, cepat katan siapa orang yang selalu bergerak di balik layar kelas C, cepat katakan padaku?"
"Aku tidak tahu!"
"Jangan berlagag bodoh, kau ini pasti kaki tanganya kan?"
"Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau katakan?"
"Baiklah kalau kau tidak mau mengaku, Aku akan memancing dia menggunakanmu untuk datang kesini, dia pasti akan menyelamatkan mu?"
"Dasar pengecut!" Aku berteriak.
"Kau ini galak sekali, padahal kau ini sangat manis Lumie-chan?"
Dia menyetuh wajah dan telinga ku, Sialan dasar cowo brengsek, Aku pun membentaknya.
"Cepat singkirkan tangan kotor mu itu dari wajahku sialan!"
"Jaga bicaramu sialan, apa kau tidak tahu sekarang kau sedang berhadapan dengan siapa?"
Dia melihatku dengan tatapan membunuh dan terlihat begitu menakutkan.
"Kenapa kau diam, Apa kau takut?"
Dia bertanya sembari melirik dadaku, Aku diam tidak menjawab apa pun.
Dia kemudian melanjutkan.
"Dadamu lumayan juga Lumie-chan, bagaimana jika Aku menyetuhnya?"
Sial dia ingin menyetuh dadaku dan mulai menggerakan tanganya, Aku pun memejamkan mataku saat tangan dia sebentar lagi menyetuh dadaku.
Tapi saat itu juga.
"Bercanda! Hahaha....Aku tidak akan melakukanya sekarang, Aku akan melakulan itu di depan X, supaya dia mau menunjukan wajahnya padaku!"
Sial cowok ini mempermainkan ku, Aku sudah tidak tahan ingin menghajarnya.
__ADS_1
Bersambung...