
...Terjebak Dalam Permainan...
...------------------------------------------...
Hari ini adalah hari libur, Charoline datang pagi-pagi sekali menemuiku di Asrama dengan membawa sepucuk surat.
Setalah Aku membacanya, teryata surat itu dari Leomord yang isinya mengatakan Lumie telah di culik, Leomord meminta ku untuk datang menyelamatkanya dan menunjukan siapa Aku sebenarnya, kalau Aku menolak, dia akan melecehkan Lumie.
Tanpa pikir panjang Aku segera menghubungi Charlotte dan Alice untuk menyelamatkan Lumie, kami semua pun pergi ke tempat yang di tunjukan Leomord dengan memakai topeng.
Tempat yang di tunjukan adalah di luar Ibu kota, tempatnya cukup jauh, setelah sampai di sana, teryata tempat ini adalah Desa yang tak ber penghuni atau sudah mati, penduduknya sudah lama pergi karena Desa ini sangat dekat dengan daerah teritorial Raja Iblis.
Aku pun segera masuk menuju bangunan yang di tunjukan dalam suarat itu.
Setelah masuk teryata benar, Aku melihat Lumie yang terikat, dia masih mengenakan baju tidurnya yang sexy, di sampingnya Ada Leomord, Lora dan Damon sudah menunggu ku, sial Aku tidak akan rela kalau sampai Leomord melecehkanya, kalau ada laki-laki yang melihat Lumie berpakaian seperti itu, Aku juga tidak akan rela, karena pemandangan seperti itu, hanya Akulah yang berhak untuk melihatnya, Aku pasti Akan menghancurkan kalian semua.
"Kalian!"
Lumie berkata sembari mengeluarkan Air matanya, setelah melihat kedatangan kami.
Leomord menyeringai melihat ku datang, ia berbicara.
"Teryata kau datang juga, Aku sudah lama menunggumu loh!"
"Cepat lepaskan dia dasar Babi!"
Leomord melanjutkan.
"Aku Akan melepaskan dia setelah kau menunjukan wajahmu pada ku, setelah itu kau harus memohon ampun padaku, jika tidak, kau akan melihat Gadis kesayangan mu ini bermain mantap-mantap dengan ku hahaha!"
"Dasar sampah!"
Teriak Charlotte, dia terlihat begitu marah, Wajah Alice dan Charoline juga terlihat sangat kesal.
Aku menanggapinya dengan santai.
"Ah jadi begitu, sayangnya Aku tidak perlu melakulan itu, Lora cepat hancurkan dia!"
Aku menyuruh Lora untuk menyerang Leomord.
Dengan cepat Lora segera melakukanya, Leomord dan Damon pun terkejut dengan tindakan Lora.
Leomord segera menghindari serangan Lora dan bertanya.
"Kenapa kau menyerang ku Lora?"
"Maafkan Aku Leo!"
Jawab Lora dan segera menyerangnya lagi.
Aku melihat Damon yang ingin segera membantu Leomord, Aku segera memberikan Acaman padanya.
"Damon kalau kau membantunya, Aku akan melaporkan ini pada Akademi karena kau sudah terlibat dalam kasus penculikan Lumie, kau pasti akan di keluarkan, tapi jika kau membatuku sekarang Aku akan tutup mulut kalau kau sudah terlibat!"
"Cih, Dasar keparat!"
Damon terlihat kesal, dia melihat posisi Leomord yang pasti akan kalah, Akhirnya dia mau menuruti ku dan ikut menyerang Leomord.
Leomord pun sangat kesal.
"Apa yang kau lakukan? Damon, kenapa kau juga menghianati ku?"
"Maaf, Aku tidak punya pilihan lain Leo!"
Jawab Damon, ia pun segera bergerak untuk ikut menyerang Leomord lagi.
__ADS_1
Aku pun membebaskan Lumie yang terikat, dia langsung memeluku sembari berkata.
"Terimakasih telah menyelamatkanku."
Hua dada Lumie sangat terasa menempel di dadaku, baunya juga sangat harum dan begitu menggoda, Lumie memang mantap. Bodoh ini bukan saatnya memikirkan itu, Aku pun segera menyuruh Charlotte dan yang lainya untuk ikut menyerang Leomord, sekarang dia pun di keroyok dan terpojok.
"Sialan, kalau kalian menyerang ku, Aku akan melaporkan kalian semua, kalian semua pasti akan di hukum karena telah menyerang seorang pangeran seperti ku, mereka pasti akan lebih mempercayai perkataan ku dari pada perkataan kalian."
Aku sudah bisa menebak Leomord akan berdalih seperti itu, untuk mengantisipasi hal itu, Aku sudah memikirkan rencana, Aku pun menanggapi ancaman Leomord.
"Benarkah begitu, kenapa kau seyakin itu, tapi Aku sudah mempunyai saksi atas kejahatanmu itu, silakan masuk Fredja Sensei."
Fredja sensei pun keluar dari balik pintu.
Leomord melebarkan matanya, seolah tidak percaya dengan kedatangan Fredja Sensei.
"Kau telah perbuat jahat Leo, Aku akan melaporkan kejahatanmu, kau pasti akan di keluarkan dari Akademi dan menanggung malu seumur hidupmu, kau pasti akan di buang karena telah mencoreng nama baik Kerajaan mu sendiri!"
Tegas Fredja Sensei, Leomord pun tergeletak lemas dia pun menyerah.
"J-jangan! Jangan laporkan Aku, Aku akan melakukan apapun, tapi ku mohon jangan laporkan Aku!"
Pinta Leomord, dia terlihat sudah terkena serangan mental sampai memohon seperti itu.
"Baiklah, jika kau tidak ingin di laporkan, minta maaflah dengan bersujud pada X."
Fredja Sensei menyuruh Leomord bersujud kepada ku, untuk meminta maaf, dia pun segera melakukanya, Aku sangat puas melihat Leomord seperti itu, Aku menyeringai di balik topeng ku.
Lumie bertanya padaku.
"Bolehkah Aku menghajar orang ini?"
"Ah, tentu saja Lumie-chan!"
"Uakhhhh!"
Setelah itu kami semua pergi meninggalkan Lemord, Lora dan Damon.
Dalam perjalanan pulang Aku berkata pada Fredja Sensei.
"Kenapa kau masih menggunakan wujud itu Mio-chan?"
"Ahh maaf Master Aku akan kembali berubah."
Ya Fredja Sensei sebrnarnya adalah Mio yang sedang menyamar dengan kemampuanya menirukan wujud seorang manusia.
Lumie dan yang lainya pun terkejut.
"Ehhhhhhh!"
Teriak mereka, Charlotte kemudian bertanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Aku masih penasaran kenapa Lora tiba-tiba menghianati Leomord, kau pasti sudah melakukan sesuatu kan Lenn?"
"Aku juga ingin tau soal itu?"
Sambung Lumie, Charoline dan Alice juga terlihat penasaran, Aku segera menjelaskan pada mereka.
Ayo kita mundur satu hari sebelumnya.
Saat Aku melihat Leomord pergi bersama dengan Lora dan Damon, Aku sudah merasa curiga, Aku pun segera bertindak cepat dengan mengirimkan Mio untuk mengikuti mereka dengan Skill kegelapan milik Mio, dia bisa membuat dirinya tidak terlihat atau transparan.
Mio sudah mendengarkan semua rencana mereka dan melaporkanya padaku, Aku akhirnya tau kalau mereka akan menculik Lumie.
Aku sengaja membiarkan Lora menculik Lumie, tentu saja Aku tidak membiarkan Lumie begitu saja. Aku menyuruh Mio untuk selalu menjaga Lumie di sampingnya tanpa sepengetahuan Lumie dengan Membuat dirinya tidak terlihat, karena Aku khawatir kalau terjadi apa-apa denganya, Mio bisa segera menyelamatkanya.
__ADS_1
Setelah Lora kembali ke Asrama, Aku segera menyup ke kamar Lora, Aku melihat Lora sudah berbaring di ranjangnya dengan pakaian tidurnya yang berwarna Hijau. Aku menampakan diriku di depan Lora dengan memakai topeng.
Lora yang melihat ku pun terkejut.
"Kamu!"
Aku segera menggunakan Skill kegelapan ku untuk mejerat Lora, tangan-tangan Hitam yang banyak mulai menggerayangi tubuh Lora, wajahnya memerah dia merasa kegelian.
Jujur saja melihat Lora yang seperti itu, dia terlihat begitu menggoda, wanita berkulit gelap yang garang ini sudah tidak berdaya di hadapanku.
Dia berkata sembari merintih geli.
"Apa yang kau lakukan cepat lepaskan Aku, sebenarnya siapa kau?"
"Aku adalah orang yang kalian cari-cari, asal kau tahu saja, Aku sudah tau rencana kalian, kau telah menculik Lumie kan?"
"Cih, itu memang benar."
"Aku bisa saja membunuhmu di sini atau memperkosamu, jika kau tidak ingin mati, turutilah perintahku!"
Aku mengancam Lora sembari memperbanyak tangan-tangan kegelapan, tangan-tangan itu mulai mempermainkan dadanya, sekalian cuci mata.
"Kyahh, baiklah Aku akan menuruti keinginanmu jadi cepat katakan?"
Kata Lora, sembari memejamkan mata satunya karena kegelian, Aku pun tersenyum.
"Kau cukup penurut juga ya, baiklah, Aku ingin kau menghianati Leomord, saat Aku datang besok, kau harus menyerang Leomord, setelah itu Aku Akan melepaskan mu, kau tidak akan ikut bertanggung jawab dalam kasus penculikan ini, tapi! Jika kau menghianati ku, kau pasti akan ku bunuh, Aku bisa membunuhmu kapan saja Lora!"
Lora melebarkan matanya mendengar ancamanku.
"Baiklah, Aku akan menurutimu!"
Setelah itu Aku melepaskan Lora dan menunggu hari esok untuk rencana selajutnya.
Keesokan harinya Charoline mendapatkan surat dari Leomord, yang isinya Aku disuruh datang untuk menyelamatkan Lumie.
Setelah Aku datang kesana bersama Charlotte, Alice dan Charoline, Aku mulai melajutkan rencana selanjutnya untuk membuat Damon memihaku dengan mengacam akan melaporkan pada Akademi karena sudah terlibat dalam kasus penculikan Lumie, jika dia memihak ku, Aku tidak akan melaporkan Damon ke Akademi. Itulah penawaranku.
Sebelumnya Aku sudah mengatakan pada Mio, jika Aku sampai di sana, Mio harus merubah wujudnya menjadi Fredja Sensei dan bersembunyi sampai Aku memanggilnya untuk mengantisipasi jika Leomord berbalik mengancam dengan memanfaatkan status Pangeranya. Dan teryata benar dugaanku, dia ingin memutar balikan fakta kalau Akulah yang harus di salahkan karena menyuruh orang untuk menyerang seorang Pangeran, tentu saja jika Aku membiarkanya, orang-orang pasti akan percaya perkataan Leomord dari pada rakyat jelata sepertiku.
Aku akhinya memanggil Mio yang sudah menyamar menjadi Fredja Sensei dan membuat Leomord tidak bisa berkutik lagi, dia pun terkena mental dan Akulah yang menjadi pemenanya.
Mungkin bisa di bilang senjak Awal Leomord sudah jatuh ke dalam permainanku, Atau bisa di bilang dia sudah terkena Genjutsu ku, Aku tersenyum kecil, abaikan kata-kata ku barusan, itu cuma fantasi ku saja dan cuma ada di dalam Film Anime.
Aku pun menceritakan permainan yang sudah Aku buat pada mereka semua tapi tidak semunya, Aku tidak menceritakan pada mereka Aku mengancam Lora dengan Skill kegelapanku, Aku hanya bilang kalau Aku sudah mengancam Lora.
...∆∆∆∆...
Leomord Pov#
"Leo maaf!"
Saat Aku sedang kesal Lora bertanya, Aku pun membentaknya.
"Diam lah, kau sudah menghianati ku, tinggalkan Aku sendri!"
"Aku terpakasa melakukan itu, maaf Leo!"
Lora pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah mendengar penjelasan Lora, Aku pun terkejut.
Sialan, kenapa jadi begini, teryata Aku sudah terjebak dalam permainanya dan menari di atas telapak tanganya, dasar X sialan, dia memang bukan orang sembarangan.
Bersambung....
__ADS_1