
...Menjadi Petualang...
...------------------------------------------...
Pagi ini langit terlihat biru cerah, udara pagi menyegarkan, Aku sedang duduk sendiri di bangku kecil di Alun-Alun Ibukota untuk menunggu teman-temanku.
Sudah hampir setengah jam mereka belum datang, dasar mereka itu, apa sih yang mereka lakukan?
Lima menit kemudian mereka datang bersamaan.
Charlotte tampil berbeda, rambutnya yang biasanya di ikat kucir kuda sekarang ia mengurai rambutnya, ia juga memakai Zirah ringan yang berwarna perak yang terbuka di bagian bahu dan bagian pusarnya, dengan rok berwarna merah, dia terlihat elegan dan imut.
Lumie terlihat tidak ada yang berubah ia hanya memakai Dress berwana putih dan blezer hitam.
Alice juga tidak ada yang berubah ia menakai Dress berwarna biru dan memakai pelindung di area dadanya.
Yang membuatku terkejut adalah penampilan Charoline, dia tidak menyembunyikan telinganya hari ini, membuat ku jadi ingin memegang telinganya, ia memakai Dress yang berwarna Hijau ciri khas seorang Elf.
Charlotte, Lumie dan Alice mereka terkejut saat melihat Charoline yang sebenarnya adalah seorang Elf.
"Charoline-chan kamu? Apa kamu seorang Elf?"
Tanya Lumie, Charlotte dan Alice cuma melihat dengan wajah penasaran.
"Maafkan Aku teman-teman, selama ini Aku sudah menyembunyikan ini dari kalian, karena Aku takut kalian akan menjauhiku saat mengetahui kalau Aku adalah Elf."
Jawab Charoline, dia rupanya sudah menpunyai keberanian untuk menguangkapkan ini pada semuanya.
"Kenapa kau berpikiran brgitu? Lagi pula Aku tidak memikirkan itu, mau kau Elf atau bukan Aku tetap menganggap kau adalah temanku."
Tegas Lumie, Lumie memang begitu, dari dulu dia tidak memilih-milih teman.
"Aku juga tidak memikirkan itu, Aku akan tetap jadi temanmu Charoline-chan, malah Aku berpikir kalau Elf itu hebat dan kau juga jadi terlihat imut, jadi! berbanggalah kalau kau adalah seorang Elf."
Ungkap Alice, dia rupanya mengerti juga sisi imut seorang Elf, Aku tersenyum mendengarnya.
"Benar, Aku juga tidak keberatan, Aku akan tetap menjadi temanmu."
Sambung Charlotte, Syukurlah semuanya mau menerima Charoline dengan baik, jadi Aku tidak usah menghawatirkan itu lagi.
Tiba-Tiba Lumie, Alice dan Charlotte menatapku.
"Ehhh ada apa kalian melihatku begitu?"
"Kenapa kau tidak terkejut setelah melihat Charoline, dasar mencurigakan?"
Tanya Lumie, yang lain cuma menggangguk.
"Ya itu? Anu...Ahahaha, Aku sudah tau kalau Charoline itu seorang Elf!"
Aku menjawab sembari memalingkan wajahku.
"Huh dasar kenapa kau tidak menceritakan padaku?"
Sial Lumie seperti wartawan saja, Alice dan Charlotte juga sepertinya marah padaku karena Aku tidak cerita.
"Lumie-chan, jangan salahkan Lenn, Lenn tidak menceritakan ini karena Aku yang memintanya, waktu itu Aku hanya belum siap untuk mengatakan ini pada kalian semua, maafkan Aku?"
Potong Charoline. Setelah mendengar penjelasan Charoline mereka pun menerimanya dan memaafkan ku.
__ADS_1
"Sudah tidak ada masalah lagi kan, kalau begitu Ayo kita pergi ke Adventure Guild."
Aku mengajak mereka semua untuk segera pergi menuju Advanture Guild untuk mendaftar jadi petualang agar bisa dapat ijin untuk menjelajah Dungeon.
Kantor Adventure Guild tidak jauh dari sini, sekarang kami pun sudah ada di depan pintu, kami segera masuk ke dalam.
Di dalam terlihat banyak petualang yang sedang beristirahat dan melihat-lihat Quest di papan. Setiap Quest memiliki imbalan berbeda tergantung dari tingkat kesulitan Quest tersebut, tapi Aku tidak mengincar Quest melainkan ingin menjelajah Dungeon saja.
Kami pun segera menemui Resepsionis Adventure Guild.
Resepsionis Guild itu langsung menyambut kami dengan ramah.
"Selamat datang di Adveture Guild, saya Lilia, apa ada yang bisa saya bantu?"
Hua dia cewek berambut cokat pendek yang imut juga, dadanya juga besar.
"Ah permisi, Aku ingin mendaftar sebagai petualang bersama party ku?"
"Begitu ya, bisa lihat identitas kalian?"
"Baiklah ini?"
Aku dan yang lainya segera memberikan identitas palsu kami yang di buat oleh Fredja Sensei. Lilian pun memeriksanya.
"Baiklah kalian sudah memenuhi syarat, Aku akan memberikan kalung ini pada kalian sebagai tanda kalau kalian sudah terdaftar di Guild, karena kalian masih pemula jadi kalung kalian masih Bronze, kalian bisa naik menjadi Perak dan Gold jika kalian sudah berhasil menjalankan Quest yang berat, jadi bejuanglah!"
"Terimakasih banyak Lilia-san!"
Lagian Aku tidak butuh status, Aku hanya ingin menjelajah Dungeon saja.
Setelah itu kami pun pergi, di saat itu juga tiba-tiba ada bocah laki-laki berambut hitam masuk ke dalam Guild dengan membawa sekantung uang, nafas dia terengah-engah, dia sepertinya berlari menuju kesini, dia tiba-tiba berteriak.
"Siapa saja tolong, Desa kami di pesisir laut sedang di serang Monster Kraken, mata pencaharian kami sebagai nelayan pun harus mati karena ada Monster Kraken, sekarang Desa kami di landa kelaparan karena Monster itu tidak pergi, kami semua warga desa sudah mengumpulkan uang ini utuk meminta tolong, apa ada yang bersedia membunuh Kraken itu, siapa saja tolong bantu kami."
Semua orang terlihat diam setelah mendengar permintaan bocah itu, mereka malah saling bicara sendiri.
"(T/N)Monster Kraken? Itu tidak mungkin, itu adalah misi kelas S yang hanya bisa di lakukan oleh petualang Gold."
"(T/N)Benar, lagian imbalanya tidak sebanding dengan misinya."
Semua orang terlihat mengeluh dan tidak perduli pada bocah itu.
Lilia berbicara pada bocah itu.
"Misi itu adalah Misi kelas S yang hanya bisa di lakukan oleh petualang kelas Gold, sayangnya mereka saat ini belum kembali dari misi mereka, Aku akan memasang misi ini di papan, jadi mungkin nanti ada petualang Gold yang mengambil misi ini."
Bocah itu terlihat putus asa.
"Berapa lama lagi, kalau tidak cepat semua warga Desa akan mati hiks."
Bocah itu menangis.
Cih, kenapa tidak ada petualang yang mau menolongnya, Aku sebenarnya tidak ingin terlibat dalam masalah ini, tapi sial, apa yang harus Aku lakukan?
Bisikikan-bisikan Iblis terus berbisik untuk tidak peduli, tapi di saat itu juga, Charlotte tiba-tiba berbicara dan menerima misi itu.
Dasar seenaknya saja dia memutuskan, tapi itulah sifat Charlotte, walau dia terlihat tidak peduli nyatanya dia selalu memikirkan kesulitan orang lain, apa boleh buat, Aku akan menerima misi ini.
"Lenn kita bisa menerima misi ini kan?"
__ADS_1
Tanya Charlotte, Aku mengusap rambut Charlotte.
"Baiklah ayo kita ambil misi ini, bagaimana teman-teman?"
"Baiklah Ayo kita bunuh Monster Kraken itu?"
Tegas Lumie, Alice dan Charoline juga setuju.
"Tapi kalian masih pemula, ini adalah misi yang hanya bisa di kerjakan oleh Petualang kelas Gold."
Ungkap Lilia khawatir, Aku pun meyakinkan lilia.
"Tenang saja, kami akan baik-baik saja!"
"Tapi tetap saja, karena keselamatan kalian juga menjadi tanggung jawan Guild."
Aku mengerti, karena sudah ada aturan begitu jadi apa boleh buat, Aku harus berbohong agar Lilia menginjinkan kami.
"Jadi begitu, bagaimana kalau kami kesana untuk melihat-lihat dulu, jika memang berbahaya kami akan mundur, kami tidak akan melawanya?"
Sudah pasti kalau ketemu Monster itu, kami akan langsung membunuhnya sih.
"Kalau begitu baiklah, Aku akan mengijinkan kalian kesana, Aku juga akan segera berbicara pada para petualang Gold untuk menyusul kalian setelah mereka kembali.
"Baiklah terimakasih Lilia-san."
Setelah itu Aku berbicara pada bocah itu.
"Cepat antarkan Aku ke Desamu."
Bocah itu terlihat senang sekali, dia mengeluarkan Air matanya.
"Terimakasih banyak Nii-san!"
Kami pun berjalan keluar bersama bocah itu, semua orang membicarakan kami dan banyak yang meragukan kemampuan kami.
"(T/N)Dasar bodoh, mereka mau cari mati ya?"
"(T/N)Kita lihat saja, mereka akan pulang tinggal nama, hahaha!"
Cih, dasar mereka itu, Aku menghentikan kaki ku dan berbicara pada mereka.
"Silakan tertawa, tapi kami bukan pengecut seperti kalian!"
Setelah itu kami segera keluar.
"Lumie, Charlotte cepat keluarkan Familyar kalian, kita akan segera berangkat."
"Baiklah!" Jawab mereka.
Mereka mengeluarkan Familiyar mereka, Aku bertanya pada bocah itu.
"Ayo ikutlah, kita akan menaiki Naga, tujukan arah letak Desamu?"
"Baiklah Nii-san."
Setelah itu kami berangkat, Aku menaiki Naga badai bersama Charlotte dan bocah itu, sememtara Alice, Charoline dan Lumie menaiki Naga Es milik Lumie.
Bersambung...
__ADS_1