
"MAMIIIIII .....!!! Anakmu itu Lo , Nakal tenan !!" Gerutu Abimana pada istri tercinta nya.
Lelaki paruh baya itu kesal pada kelakuan putrinya.
"PAPIIIIII... Bisa nggak sih ,ngomongnya gak usah di campur campur .Pakai bahasa Indonesia aja ,mami nggak paham papi ngomong apa !!.Mamii males buka Google Translate Pi!!" Protes Gracia Camilla pada Suami Jawa nya itu, Perempuan Blesteran Belanda - jakarta itu mendekati suaminya,langsung menyodorkan Handphone nya ke dekat mulut Abimana .
"Ulangi!!" Titahnya dengan santai.
"Hah ??" Abimana pun bingung .bertanya tanya apa maksud istri bulenya itu telepon genggam nya ke arahnya .
"Ulangi lagi ngomongnya PII. Biar di terjemahin sama google translate".omelnya kesal karena suaminya tidak peka.
"Anakmu itu Lo ,Jan nakal tenan mii" Abimana dengan patuh menuruti ucapan istrinya.tapi kali ini ia bicara dengan nada yang lebih jengkel .
"Oh ini artinya " sambil mengangguk kan kepalanya Gracia sambil membaca transletan akhirnya mengerti apa yang di ucapkan suaminya itu .
" Memangnya anak mamii tercinta ,yang paling cantik itu berulah apa lagi sih Pi ?".Tanya Gracia yang melihat suaminya yang super sabar itu menjadi jengkel seperti sekarang.
Anak gadis nya itu sering membuat masalah .
Yah mungkin karena kelewat di manja dan selalu di berikan apapun yang di inginkan. Tak heran jika sikapnya seenaknya sendiri.
"Papi baru aja dapet telfon dari pihak kampus nya Abel mi. Pihak kampus bilang Abel Gelut sama dosen pembimbing nya ." Dengan menggebu gebu Abimana menjelaskan kepada istrinya tentang kelakuan putrinya yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri itu.
"Ohhh...Kirain Kenapa pi .Yaudah lah biarin aja namanya juga anak muda . Palingan Dosennya Abel bertengkar karena kalah cantik kayak kasus yang kemaren .Lagian Abel kan masih anak anak ,Rusuh mah biasa Pi " . Ucap Gracia kelewat santai . Abel memang suka membuat ulah ,tapi mau gimana lagi ..ye kan ?.
"Tapi kali ini sudah kelewatan mi dan mami tau ? Kali ini pihak Universitas mengeluarkan Abel !!!."
"Yaudahlah Pi ,tinggal pindahin aja Abelnya kesini .gitu aja kok repot sih Pi " Sambil memainkan telepon genggam nya Gracia menjawab.
"Pindahin kesini , Kemudian gak sampai 1 Minggu buat ulah lagi ? Nggak mi ,papi dah gak sanggup !!, Kalau Abel masih nakal terus papi bakalan nyetujuin permintaan Romo buat nikahin Abel sama cucu temen Romo itu !!" Keputusan Abimana sudah bulat
"Apa piih ??? Nikahin Abell ?? Jangan bilang sama si TEJO TeJo itu !!!" Gracia mendelik kaget mendengar ucapan Suaminya . Memang ia sudah mendengar sejak lama tentang Rencana Mertuanya ,kalau mau menikahkan putrinya dengan cucu dari Teman Mertuanya ,namun hal itu baru rencana belum benar -benar di laksanakan karena Abel masih kecil.
Lagi pula ia juga tidak begitu kenal ,yang ia tau nama laki laki yang akan di nikahkan dengan putrinya adalah SUTEJO ,yang merupakan salah satu keturunan darah biru cucu dari keluarga Wicaksana.
__ADS_1
"IYA... Biar Abel belajar tata Krama nanti sama Eyang Lastari , Biar Diurus sama suaminya juga !!!" . Dengan nada meyakinkan Abimana mengucapkan itu . Ia tau kalau nanti putrinya menikah dengan keluarga Wicaksana, Abel pasti akan di ajarin tentang tata Krama oleh Nenek Sutejo yang terkenal sangat ketat itu.
"Mami ngikut apa kata papi aja lah " Dengan patuh Gracia menyetujui ucapan suaminya . Memang akan lebih baik kalau putrinya itu mempunyai suami . Meskipun ia tidak bisa membayangkan sosok Tejo yang bakalan menjadi suami putrinya nanti.
"Papi Bakal jodohin kamu !!!"
Abel nyaris menyemburkan jus mangga yang sedang dia minum sesaat setelah Papinya dengan santai mengatakan itu.
Dengan susah payah Abel menelan jus mangganya lantas menatap Papinya dengan pandangan tidak terima.
Yang benar saja ! Baru saja ia sampai di rumah setelah insiden pertarungannya dengan dosen sok cantik di kampus nya yang dulu membuat nya di DO. Dan sekarang belum ada sehari Papi tercintanya mau menjodohkan nya.!!
"Pi, aku masih Kecil ! Kenapa Papi mau jodohin aku segala, lagian Abel juga masih mau kuliah lagi di sini !! .Miii ,ini gak bener kan ?Papi Bohong kan mi ?"
" Nurut aja sayangnya mamii ,lagian tajir kok " balas Gracia dengan santai atas pernyataan putrinya.tentu saja Gracia sudah mendapatkan bocoran dari suaminya tentang calon mantunya itu .
"Salah sendiri kamu nakal .jadi di jodohin kan . lagian orang yang mau di jodohin juga kamu kenal kok .dulu waktu kecil eyang Kakung mu sering ngajakin kamu kesana." Tambah Gracia lagi
Abel memutar bola matanya malas,
"Nggak."
"Itu kan waktu saya masih kecil Kak. Abel Belum tahu apa-apa." Abel membela diri di depan Mami, papi dan kakaknya. Lagipula ia juga tidak ingat siapa calon yang dimaksud kedua orang tua dan kakaknya itu .
Abimana mengangguk saja.
"Atau mungkin kamu udah tahu kalau gedenya bakal jodoh sama Tejo." Tambah Gracia mama Abel.
TEJO?????
Tidak tahan lagi,Apalagi mendengar nama calon suaminya membuat Abel membayangkan yang tidak tidak .
Abel yang tadi menangis-nangis seperti pemeran lemah yang tertindas, kini menggebrak meja dan bertetiak nyaring penuh emosi,
"POKOKNYA, ABEL NGGAK MAU DIJODOHKAN, ABEL MAU KULIAH. TITIK!!"
__ADS_1
Abimana menghela napas melihat kekesalan putrinya.
Abel meringsek ke pelukan ibunya. Kemudian menangis lagi dengan sengaja supaya semuanya tahu kalau Abel sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini.
Raja tidak menghiraukan Adiknya yang nakal itu dan terus melanjutkan makannya. jelas sekali adiknya terlihat sedang pura-pura menangis.
" Udahlah cantiknya mamii !!! Jangan nangis lagi ,nurut kata Papi .lagian nggak ada yang melarang kamu kuliah sayang"
"Lagian nggak adil mih .kenapa Abel yang di jodohin ? Kenapa nggak Abang aja !!" Abel protes kepada maminya masih dengan dramanya pura pura menangis.
"Ya kali Abang yang di jodohin !Orang cucunya eyang Wicaksana cowo semua." Raja mendelik mendengar protes adiknya itu.
Gracia Gemas sekali dengan tingkah anak bungsunya , mengingatkan ia saat dulu pertama kali ia di jodohkan dengan suaminya .karena memang sifat Abel itu gak beda jauh dari sikapnya.
"Udah nurut apa kata Papi !! ." Ujar Abimana tanpa di ganggu gugat.
.........
"Mas mau gak nikah sama saya" Ucap Abel kepada pria dewasa yang berada dihadapannya.
Gak ada jawaban, pria itu hanya menatapnya, dengan tatapan yang tidak bisa dibaca.
"Aww!" Pekik Abel saat merasakan ada yang menyubit pinggannya.
"Lo gila, ngajak nikah sama orang gak dikenal" Bisik bianca tepat ditelinga Abel.
"Dari pada gue dijodohin sama si Tejo?" Jawab Abel dengan suara berbisik.
Saat Abel dan bianca tengah berbisik-bisik mereka tidak menyadari bahwa si pria dewasa telah berlalu pergi.
"Gimana ma-"
Abel mengerjap-ngerjapkan matanya saat didepannya tidak ada seorang pun yang berdiri.
"Tuh kan masnya pergi, lo sih!" Abel memukul bahu bianca, melampiaskan kekesalannya.
__ADS_1
"Dih ko gue? Dia pergi karena nganggap lo gila, ngajak nikah ditengah jalan!" Seru bianca sedikit ngegas.
☺️☺️☺️