
"Jangan deket-deket nafas lo bau azab"
Gara menghela Nafas saat yang sekian kalinya sang istri berkata seperti itu saat dirinya melangkah untuk berjalan menyamai Abel.
Padahal Gara dari tadi mingken aja, kok Abel bisa mengira nafas-nya bau 'azab'(?)
Berjalan di mall dengan sang istri berasa Gara jadi bodyguard. Soalnya Abel berjalan jauh didepan dan Gara sibuk menenteng tas belanjaan yang tak bisa dihitung jari.
Untung Gara punya stock sabar yang banyak. Abel belum tau aja kalo Gara marah tuh nyeremin. Suka muncul tanduk dikepalanya.
Dan soal masalah kemarin-kemarin Abel akhirnya memaafkan Gara. Tapi dengan satu syarat.
Dan syaratnya tuh bikin Gara nyesel udah nyetujuin.
Yaitu, ini syarat-nya, Gara disuruh jadi babu-nya. Bahkan untuk seminggu.
Emang dasar istri titisan setan.
Yah, dari pada Abel marah terus kan, lebih baik Gara setujui. Dan Ehemm-
Gara sedikit merindukan kehadiran istrinya dirumah, tolong garis bawahi sedikit yah.
"Ihh lucu-Lucu" Abel berlari memasuki toko yang menyediakan perlengkapan bayi. Gara yang melihat itu berlari mengikuti sang istri.
Abel sibuk dengan aktifitas-nya memilih-milih pakaian bayi yang terpajang, dengan mulut yang terus mengatakan kata 'lucu'
Sementara Gara dibelakang sibuk mengatur nafas-nya yang tampak memburu karena kelelahan berlari, padahal cuman lari beberapa meter.
"Pengen punya dede bayi deh"
Akhirnya Gara bisa beristirahat dengan tenang setelah penyiksaan yang dilakukan istrinya.
Melirik kesamping, istrinya tertidur disana. Yah tadi saat perjalanan pulang, Tiba-tiba Abel tertidur dimobil, ingin membangunkan tapi Gara takut diamuk. Jadi dengan terpaksa dirinya mengangkat tubuh ramping sang istri.
Itung-itung olahraga kan, sekalian modus. Ehh
Memandangi wajah sang istri dari atas sampai bawah. Gara liat-liat sebenar-nya Abel tuh cantik tapi sayang ketutup sama sikap bar-bar dan bobrok-nya.
"Eughh" Abel mengeliat, membuka matanya perlahan. Gara yang melihat itu bersiap untuk berdiri lalu mengumpet tapi mata Abel keburu terbuka lebar.
"Jauh-jauh gue bilang, nafas lo bau!" Abel melotot lalu dengan tenaga dalam menendang Gara menggunakan kakinya.
Membuat sang suami terdorong sampai terjatuh dari ranjang dan berakhir tergeletak dilantai.
Sabar Gar, dia istri lo- batin Gara berusaha sabar.
TAPI ISTRINYA MINTA DIMAKI.
..........
"BIANCA" Teriak Abel didepan rumah teman bangsat-nya, yang sudah lama tidak ia kunjungngi.
Dan jangan lupakan Gara yang berdiri beberapa meter dibelakang-nya, yah Gara masih menjadi babu untuk Abel.
Sabar Gar, masih ada 4 hari lagi- batin Gara menyemangati.
Abel yang kesal tidak melihat Bianca membuka-kan pagar, akhirnya kaki cantik-nya terangkat. Dan-
Brakk
Pagar terbuka karena dobrakan dari kaki Abel.
__ADS_1
Gara yang melihat itu tercengang, istrinya selain bar-bar ternyata punya jiwa begal.
Gara berjalan mengikuti sang istri dengan langkah kecil, saat Abel melangkah-kan kaki-nya memasuki kawasan rumah Bianca.
"Bi, buka bi" Abel menggedor pintu didepan-nya.
Ini sebenar-nya teman bangsat-nya kemana sih(?), tak biasanya rumah Bianca kosong. Yah tau lah Bianca kan pengangguran, setiap hari kerjaan-nya rebahan dirumah.
"Bi buka, kalo gak dibuka juga gue dobrak nih pintu!" Abel sudah bersiap untuk menyerang pintu di depan, tapi terhenti karena pintu itu sudah terbuka, menampilkan sosok yang membuat Abel tercengang.
"M-as A-thaya?"
Abel melotot nyaris mata-nya keluar.
Sama hal-nya dibelakang, Gara melotot bedanya Gara sambil menganga.
Itukan Sugar dadynya Abel- batin Gara yang merasa terkejut.
"BIANCA LO ABIS NGAPAIN SAMA CALON MASA DEPAN GUE!" Amuk Abel, menghiraukan dua orang pria yang merasa terkejut dengan teriakan-nya barusan.
Dengan tergesa-gesa Abel berjalan masuk kedalam rumah. Yang langsung diikuti Gara,saat berpapasan dengan Athaya Gara sengaja menyenggol bahu pria itu, dan berbisik.
"Dia istri gue"
Athaya merasa bingung, sebenar-nya ada apa dengan pasangan suami istri ini.
Saat sampai didapur mata cantik Abel menemukan keberadaan sang teman yang tengah asik menyuapi-
CALON ANAK-NYA.
"BIANCA LO NIKUNG GUE?"
Bianca terperanjat kaget, bahkan jeo yang berada dipankuan-nya pun ikutan kaget. Sangking kencang-nya teriakan Abel.
"G-ak g-itu-
"Tenang Abel, Bianca gak bakal ngambil aku dari kamu kok"
Bukan Athaya yang berucap, tapi bapak Sutejo Anggaraksa Wicaksana yang sekarang tengah sibuk mengusap lembut punggung sang istri.
Sudah lima hari berlalu dimana kejadian Abel memergoki athaya berada di rumah Bianca.
Bianca sudah menceritakan-nya. Bahwa waktu itu Athaya dateng kerumah-nya dengan alesan untuk meminta garam.
Lah garem setoples yang Abel kasih udah abis?
Gak tau ah, Abel pusing kalo mikirin itu.
Lebih baik sekarang sea bersiap untuk membuat-kan kopi untuk suaminya. Tadi Gara meminta untuk dibuat-kan kopi. katanya hari ini banyak pekerjaan, jadi harus ada yang bisa membuat-nya melek.
Sebenar-nya Abel masih sedikit kesal sama Gara, tadi aja Abel berniat mencampurkan sianida pada kopi-nya.
Biasa jiwa psychopath Abel suka keluar kalo udah ngantuk.
Setelah beberapa menit akhirnya kopi yang Abel buat sudah jadi. Berjalan melangkah menuju lantai atas dimana ruang kerja suaminya berada.
Tanpa mengetuk pintu Abel langsung menyelonong masuk. Abel bisa melihat Suaminya yang tengah sibuk dengan laptop dipangkuan-nya, dan jangan lupakan kacamata yang bertengker dihidung bangir sang suami.
Membuat ketampanan-nya bertambah, sea mengakui bahwa Gara itu tampan, yah tapi sangat disayangkan, Gara tuh pria yang kalem tapi kaku.
Meletak-kan secangkir kopi dimeja yang ada di hadapan suaminya.
__ADS_1
Abel tak langsung pergi, wanita itu malahan mendudukan bokong-nya dilantai yang dilapisi karpet berbulu, lalu tangan cantik-nya mengambil berkas kantor yang tergeletak tak jauh dari jangkauan-nya.
Disaat Abel yang tengah sibuk membaca berkas, Gara menghentikan pergerakan tangan-nya pada laptop, lalu mengambil secangkir kopi yang tadi dibuat istrinya.
Meminun-nya dengan beberapa tegukan, dan-
Byurrrr
Gara langsung menyemburkan kopinya, alesan-nya bukan karena panas, tapi kenapa rasa kopinya aneh(?)
Abel yang terkena semburan langsung berdiri dan berjerit kaget.
"HEH" Teriak-nya lalu mengusap rambut-nya yang basah. Abel memelototi suami-nya. Gara yang dipelototi langsung menyerahkan cangkir yang masih berisikan kopi, pada Abel.
"Rasa-nya aneh" Ujar Gara.
Abel yang melihat itu langsung mengambil cangkir ditangan Gara dengan sedikit kasar.
Aneh gimana sih! - batin Abel.
Lalu Abel meminum kopi-nya dengan sekali tegukan sampai habis, dan-
Byurrrr
Sekarang giliran Gara yang mendapatkan semburan dari istrinya tepat diwajah tampan-nya, mana sampai kemeja yang dipakai-nya pula.
Ini istri-nya berniat membalas dendam kah(?)
"Huekk" Abel berlari menuju wastafel yang berada didapur ingin memuntah-kan kopi yang sudah tertelan oleh mulutnya, Gara pun mengikuti-nya untuk mencuci muka-nya yang kotor.
Sumpah ini kopi rasanya gak enak.
Saat sampai dibawah bisa Gara liat istrinya yang sedang tertunduk sambil berusaha memuntah-kan kopi, karena merasa sedikit kasihan Gara memijat tengkuk sang istri, dan melupakan tujuan-nya kesini untuk mencuci muka.
Setelah sudah merasa sedikit baikan Abel menegak-kan kepalanya, Gara pun langsung melepaskan tangan-nya dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.
"Kok rasa-nya asem yah, apa gue salah masukin garem bukan-nya gula" Monolog Abel sendiri.
"Eh, garem kan asin, tapi kopi tadi mah asem" Monolog-nya lagi.
Abel melirik kanan-kiri mencari sesuatu yang tak sengaja ia masukan, sampai membuat rasa kopi menjadi asem. Lalu mata Abel berhenti pada Sebuah botol yang berisikan air yang terletak disebelah Gula.
Sementara Gara yang sudah membilas wajah-nya keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, bukan maksud apa-apa yah. Kemeja Gara soalnya ikut kotor.
Gara memperhatikan Abel yang tengah berdiri membelakangi-nya.
Abel memandang botol ditangan-nya dengan mata melotot.
"Jadi gue malah masukin nih air" Monolog-nya yang masih bisa didengar Gara.
Gara yang penasaran melangkah maju mendekati sang istri.
"I-ini k-kan air Cuka" Monolog Abel lagi, saat mengetahui bahwa air yang tadi ia panas-kan tuh air cuka.
Gara mendengar-nya. Dan-
Brakkk
Abel yang kaget melihat suara benda jatuh langsung membalikan badan-nya.
Mata Abel membelalak saat melihat sang suami yang sudah terletang di lantai dengan bertelanjang dada.
__ADS_1
"EH KOK PINGSAN"