ISTRI BAR BAR Vs SUAMI DINGIN

ISTRI BAR BAR Vs SUAMI DINGIN
3


__ADS_3

Hari ini merupakan hari yang paling menyebalkan bagi Abel .


Karena di hari pertama ia menikah Suami nya si Sutejo Anggaraksa Wicaksana itu justru pergi ke kantor tanpa pamit dan meninggalkan dia sendiri di rumah baru mereka.


Namun tak apa , karena suaminya tak ada di rumah , hari ini ia bisa ngonten sepuasnya.


Abel memamerkan senyum manisnya, saat sang suami baru pulang sehabis bekerja.


"Udah pulang mas?"


Abel menyumpahi pertanyaan yang baru terlontar dimulutnya.


Bego banget sih lo, udah tau si Tejo dirumah, berarti dia udah pulang- batinnya


Gara menyerahkan tas kantor, yang langsung diambil oleh Abel.


Meski suaminya nyebelin, Abel tetep harus melayani suaminya. Itu semua wejangan dari maminya.


Pesan maminya yaitu dari bangun tidur, Abel harus membuatkan sarapan, meski jiwa psychopath nya ingin keluar, lalu menaburkan racun tikus di makanan itu.


Membersihkan rumah, selayaknya pekerjaan seorang istri, melayani suaminya dikamar. Iya meski Abel sedikit tidak rela harus melakukan hubungan suami istri bersama Gara, tapi gak ada pilihan lagi, toh mereka juga udah sah.


Dan tentu saja meskipun ia melakukan kewajibannya sebagai seorang istri ,ia pun tak lupa menyempatkan untuk membuat konten di YouTube ,tiktok ataupun akun Instagram nya . Melakukan pekerjaan nya sebagai beauty Vloger .


"Saya tunggu kamu dikamar" Gara berlalu pergi setelah menyelesaikan makan malamnya.


Abel mengangguk sambil tersenyum sedikit terpaksa.


Ini-nih yang bikin Abel bingung, Gara tuh kalo ngomong paling satu, atau dua kata. Ataupun jika ditanya pasti jawab 'iya' sama 'gak'.


Abel membuka pintu kamar dan mendapati Gara tengah duduk dipinggir ranjang, dengan bertelanjang dada.


Dag-dig-dug


Itu suara jantung Abel yang tengah berdisko.


Abel mengontrol detak jantungnya terlebih dahulu, lalu melangkah masuk, menghampiri sang suami.


Gara menepuk sebelah pahanya, saat Abel telah berada dihadapannya.


Abel terdiam


Gue disuruh duduk disitu? - batik Abel frustasi.


Dengan sedikit keberanian Abel melangkahkan kakinya, lalu mendudukan bokongnya dipangkuan sang suami.


Saat duduk, Abel bisa melihat bahwa Gara terperanjat kaget, lalu memandang dirinya.


Abel yang bingung akhirnya bersuara.


"Kenapa?" Tanyanya.


Tidak ada jawaban, yang ada Abel hanya ditatap dalam oleh Gara.


"Kenapa?" Bukan jawaban, tapi pertanyaan yang diucap oleh Gara.


"Hah?" Bingung Abel.


Gara mengernyit bingung, sama halnya dengan Abel yang mengernyit bingung.


Mereka saling berpandang, terlihat dari rawat wajah mereka berdua, bahwa mereka merasa bingung.


"Kenapa duduk disini?" Tanya Gara memecahkan keheningan diantara mereka.


"Hah?" Abel tambah bingung, bukannya tadi Gara menyuruhnya duduk di pangkuannya?


"Ta-di ma-s nepuk-nepuk paha ny-"


"Tadi dicelana saya ada debu" Potong Gara sebelum Abel menyelesaikan ucapannya.


Brakkk

__ADS_1


"Eh ko jatuh?"


Setelah insiden dikamar itu Abel tidak punya keberanian untuk menatap Gara, sumpah itu insiden membuatnya malu saja.


Apalagi setelah Abel menjatuhkan dirinya dari pangkuan sang suami, sama sekali tidak ada mala bantuan dari Gara, yang ada Gara hanya memandangnya dengan alis terangkat.


Makin malu Abel.


Abel menceritakan kejadian itu pada teman seper-bangsatan-nya, tapi apa respon dari Bianca bikin Abel tambah frustasi.


"Hahahanjing, dia padahal cuman nepuk paha, tapi jiwa ****** lo meronta keluar"


Seperti itu respon laknat dari Bianca.


Bahkan tadi pas Gara akan berangkat kekantor, Abel berpura-pura masih tidur, dan membiarkan sang suami pergi tanpa adanya sarapan.


Gak papa kan durhaka sekali sama suami? itu demi Menjunjung tinggi martabat seorang Arabella Gabriella Abisatya.


"Durhaka lo kampret" Abel mendapatkan tempelengan dari tangan cantik Bianca.


"Kan gue malu bi" Menjambak rambut, lalu menariknya itu yang dilakukan Abel jika tengah frustasi.


..........


Abel sekarang sedang berada dirumah orang tuanya, duduk manis diteras rumah dengan disuguhi gosipan dari mamiinya.


"Papanya jeo ganteng juga yah" Ucapnya saat melihat si duda tampan keluar dari rumahnya dengan setelan jas, yang membuat mata Abel berbinar seketika.


Yaahhh cowok yang kemarin ia ajak nikah secara abstrak ternyata merupakan duda tampan tetangga rumahnya .


"Iyalah ganteng, masa cantik" Seru Gracia dengan sedikit ngegas. Soalnya Gracia, mami Abel tuh udah kesel dari tadi Abel nge bicarain Athaya, si duda pari-purna itu.


"Kenapa waktu dulu aku nolak di lamar sama mas Athaya" Abel bermonolog sendiri, Abel kira ucapannya tadi hanya sebuah bisikan, tapi malah didengar oleh mamihnya.


"Kenapa nyesel kamu?" Tanya Gracia dengan tangan sibuk mencomot makanan, lalu memasukannya ke dalam mulut.


Nyesel banget- batin Abel yang menjerit frustasi.


"Bang-


Abel terpaku melihat siluet suaminya yang sudah berdiri dihadapannya, dengan masih menggunakan setelan kantor.


Abel gak tau kapan suaminya ada disini, bahkan ia tidak mendengar suara apa-apa.


Seketika ingatan Abel terlempar pada kejadian memalukan itu, dengan sedikit gugup Abel memberanikan memberi Gara sebuah senyum.


"Iya" Gara mengulurkan tangannya bermaksud untuk mencium tangan sang mamah mertua. Mami Gracia langsung memberikan tangannya.


"Duduk dulu nak, mami ambil minum dulu" Gracia menepuk bahu Gara beberapa kali, dan langsung berlalu masuk kedalam rumah.


Dengan sedikit gugup sea menyodorkan tangannya.


Gara sedikit menampakan senyumnya, ternyata Abel istri yang menghormati suami yah, itu pikir Gara.


Dengan senang hati Gara menyambut tangan sang istri, dan langsung Gara gerakan tangannya yang menggenggam tangan Abel pada dahi istrinya.


Dan tak lupa tangan satunya mengusap lembut surai hitam Abel. Setelah selesai Gara mendudukan bokongnya dikursi yang tadi mami Gracia duduki.


Abel melongo, sambil memerhatikan tangannya yang masih mengadah.


"Niatnya kan mau minta uang"


"EH" Gara terperanjat kaget, lalu berdiri dengan wajah memerah menahan malu, tadi ia kira Abel ingin salim kepada dirinya, tapi setelah mendengar perkataan Abel tadi, dirinya merasa malu.


Mana tadi pake ngusap rambutnya lagi.


Abel menatap Gara memincing, kenapa respon suaminya terlalu berlebihan.


Padahal dirinya hanya bercanda


..............

__ADS_1


Hening, canggung


Itu yang dirasakan dua pasutri yang tengah duduk anteng didalam mobil.


Gara yang sibuk dengan mengemudi mobil, dan Abel yang dari tadi sibuk dengan pemikirannya.


Gudubrak


Gudubrak


Itu sura dari dentuman tubuh Abel yang dari tadi tidak bisa diam, asik geser kiri geser kanan.


Gak tau deh ada apa dikursi mobilnya, mungkin paku.


"Ehemm" Abel berdehem guna mengakhiri keheningan, tapi tidak respon dari suaminya sama sekali.


Menghela Nafas.


"Mas" Panggil Abel dengan keberanian 45.


Tidak ada respon, yang ada Gara hanya memliriknya sebentar, dan kembali memfokuskan pandangannya ke depan.


Sabar dia suami lo-batin Abel berusaha sabar.


"KALO DIPANGGIL TUH JAWAB"


Brakkk


Gara terperanjat kaget, sampai-sampai menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba.


Gara melirik tajam istrinya yang sibuk tengah mengusapi dahinya yang tadi mencium dashboard mobil.


"Kamu jangan bikin saya jantungan!"


Abel terkejut saat Gara berkata dengan sedikit kencang + ngegas.


Bisa ngegas juga nih orang -batin julid Abel.


"Yah lagian sih tadi dipanggil gak nyaut" Bela Abel, dirinya gak salah kok, malahan suaminya yang salah, udah mengurah jiwa sabar seorang Arabella.


Dan tidak ada respon.


.......


Bagun pagi, lalu mandi, terus buat sarapan buat suami tercinta.


Semua itu adalah kegiatan seorang istri idaman, tapi tidak dengan Abel.


Wanita itu sekarang masih tertidur pulas, dengan selimut tebal yang menyelimuti tubuhnya.


Padahal si sang suami sudah bangun dari tadi.


Memang istri pemalas ingin rasanya Gara meneriaki kata-kata itu,


tapi sayang Gara menjungjung tinggi martabatnya.


"Eughh" Abel menggeliat, menyesuaikan cahaya yang masuk pada penglihatan-nya.


Ini kenapa Abel merasakan suhu tubuhnya sedikit panas(?)


Apa Abel demam (?)


Abel menekan kepalanya yang terasa pusing, ahk ternyata bener, dirinya sedang demam.


Semua itu tak luput dari perhatian Gara.


"Kamu sakit?" Ingin rasanya Gara mengeluarkan kata itu, tapi malah tertahan di tenggorokannya.


Gak tau entah kenapa setiap


Gara ingin berbicara kepada istrinya, Gara selalu merasa gugup. Apa itu karena Abel terlalu bar-bar(?)

__ADS_1


Gara berjalan ke pinggir ranjang, lalu meperhatikan dengan seksama istrinya yang tengah sibuk-


menggaruk pantat.


__ADS_2