ISTRI BAR BAR Vs SUAMI DINGIN

ISTRI BAR BAR Vs SUAMI DINGIN
10


__ADS_3

"Jadi kamu gak akan ikut dong?" Tanya Abel pada Gara yang tengah bersandar panda sandaran sofa. Gara menjawab dengan gelengan.


Abel mengepalkan tangan-nya lalu mengangkat-nya keatas sambil berteriak 'yes'


"Kok yes sih?" Ujar Gara sedikit ngegas,


Abel gelagapan.


"Jadi kamu seneng aku gak Dateng ke pernikahan Bianca?" Tanya Gara yang sekarang udah mengubah duduk-nya menjadi tegak, sambil memandang Abel tajam.


"E-eh bukan gitu" Abel menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba meyakinkan suaminya.


Gara menyipitkan matanya.


"Tapi, kok seneng?" Tanya-nya menyelidik.


"E-em_


"ASSALAMUALAIKUM YA AHLI KUBUR" Raja muncul sambil menenteng dua plastik putih, yang entah apa isinya.


Abel boleh mengakui bahwa kedatangan Abang-nya ini sangat tepat. Lain kalau Abel traktir deh Abang-nya.


Raja meletakan plastik digengaman-nya dimeja yang ada dihadapan Abel. Abel memandang benda didepan nya bingung. Sementara Raja berlalu pergi kedapur untuk mengambil minum.


Definisi Tamu kurang ajar yah gitu


Tangan Abel bergerak membuka plastik didepan-nya.


"Wih makanan, nyuri dimana bang?" Ujar Abel sedikit berteriak agar bisa didengar oleh Raja yang masih berada didapur.


Raja yang sedang minum tersedak mendengar teriakan adik-nya.


"NYURI? GILA LO?" teriak Raja menjawab Abel


Raja kembali dari dapur dengan tangan memegang kaleng soda yang masih penuh. Pria itu mendudukkan bokongnya disamping Gara.


Gara memandang soda yang baru ia beli kemarin dengan miris.


"Ngapain nih ngasih makanan, Pasti ada maunya?" Abel memandang Abang-nya menyelidik.


Raja tidak langsung menjawab pria itu malah menyengir.


"Gue harus apa ni?" Tanya Abel yang mengerti akan maksud sang Abang.


"Lo nanti ke kawinan Bianca bareng Mecca yah?" Ujar Raja.


Abel dan Gara mengernyit bingung


"Mecca?" Monolog Abel sendiri, wanita itu berusaha mengingat sesuatu.


"Mba Mecca mamanya Zaf? JADI LO BENER JADI PEBINOR!?" Heboh Abel,membuat Raja dan Gara terperanjat kaget.


"Gak yah anjer, Mecca udah cerai ama suaminya" bela Raja yang tidak mau dicap sebagai pebinor oleh adiknya.


"Nah cerainya gara-gara Lo" ujar Abel.


"Pebinor?" Bingung Gara dari kata yang Abel ucapkan.


"Pebinor, perebut bini orang" ujar Abel yang mengerti akan kebingungan suaminya.


"Oh Athaya berarti pebinor" ujar Gara yang langsung mendapatkan lemaparan bantal sofa dari sang istri, dan tepat mengenai wajah-nya.


"Ngaco deh" Abel melirik Gara sinis.


Terdengar kekehan dari mulut Raja.

__ADS_1


"Oke, deal yah" Raja beranjak dari duduk-nya.


"Eh apa nih, gak mau yah" Abel berdiri lalu buru-buru menarik ujung kaos Abang-nya yang akan berlalu pergi.


"Kenapa? Gue kan udah ngasih Lo makanan" tanya Raja.


Abel berbalik memasukan makanan ringan yang tadi ia keluarkan dan belum sempat dimakanan, lalu mengembalikan-nya pada Raja.


"Nih bawa balik" ujar Abel.


"Gak bakal gue terima balik, orang Lo udah makan"


Abel mengernyit.


"Kapan, gue dari tadi gak makanan, makanan dari Lo" bingung Abel.


"Tuh suami Lo" jawab Raja.


Abel membalikan badannya, dan yah Abel melihat Gara yang tengah asik memakan makan pemberian dari Raja, ingin rasanya Abel memaki.


♡♡♡♡


Abel memandang aneh kepada sebuah pakaian yang Gara tunjukan pada-nya.


"Ini kan gamis" ujar Abel sembari memandang ngeri Gamis yang Gara tunjuk.


"Ini bagus, pake ini aja" ujar Gara sambil tangan-nya mengambil Gamis yang tergantung.


"Aku kan mau kondangan, bukan mau kosidahan" Abel memandang Gara sebal.


"Yah gak papa"


"Apaan sih? Nah kalo yang ini bagus" Abel menunjuk sebuah dress selutut yang terpajang.


Gara melotot memandang dress yang Abel tunjukan.


"Ini tuh fashion namanya" ujar Abel.


Mereka tidak menyadari bahwa sekarang tengah menjadi pusat perhatian para orang-orang yang berada disana.


Tak ayal banyak memandang mereka aneh.


Mereka sekarang tengah disebuah butik yang jarak-nya tidak terlalu jauh dari rumah Gara. Niat-nya Abel mau shopping baju buat dipake ke pernikahan Bianca, tapi berujung menjadi perdebatan karena Gara.


Abel dari tadi sudah menunjuk dress-dress yang menurut-nya sangat, bagus. Tapi Gara malah berkomentar bahwa dress nya terlalu terbuka, dan berujung Abel memelilih dress yang lain.


Hampir sudah satu jam belum ada dress yang Abel pilih, dan Gara menyarankan bahwa dirinya akan memilihkan dress bagi Abel.


Gara malah menunjukan sebuah Dress, ah bukan tepatnya gamis, yang panjang-nya sampai mata kaki, tangan panjang, banyak rendra-rendra dileher-nya.


Lebih tepatnya itu gamis buat Kosidahan ibu-ibu.


"Jadi gak beliinya, mba mas?" ujar si mba penjaga butik yang sudah pusing memperhatikan pertengkaran mereka berdua.


Gara kembali meletakan gamis ditangan-nya pada tempat semula.


"Gak jadi deh mba, bajunya pada jelek-jelek, pada kekurangan bahan" ujar pria itu dan berlalu pergi, tak lupa menarik tangan Abel.


"Suami siapa sih?malu-maluin banget" ujar


Abel yang masih ditarik oleh Gara menuju parkiran.


"Abellllll" jawab Gara. Pria itu membukakan pintu mobil menyuruh Abel masuk.


"Itu butik apa sih, kok baju yang belum jadi padadi jual?" Gara menjalankan mobil dengan kecepatan sedang, Abel yang duduk dijok samping memandang Gara sebal.

__ADS_1


"Itu tuh fashion namanya BAPAK SUTEJO ANGGARAKSA WICAKSANA" kesal Abel, suaminya tuh bodoh atau gimana sih(?).


Gara malah menampilkan wajah bingung-nya, membuat jiwa pengen mukul ditubuh Abel bergelora keluar.


............


Hari ini adalah Hari dimana Pernikahan Athaya dan Bianca berlangsung. Banyak tamu yang datang, termasuk keluarga besar Abel.


Ijab kabul sudah berlangsung dari tadi dengan Papa Abel yang menjadi saksi-nya. Bianca Itu seorang yatim piatu yang merantau sendiri ke ibu kota.


Yang datang dari keluarga Bianca Hanya ada adik perempuan-nya saja.


Abel yang dari tadi duduk didekat Bianca tak henti-hentinya mengeluarkan air mata, Abel merasa terharu kini teman-nya yang jomblo sudah mempunyai suami sekaligus anak.


"Bel udah ih" Mami Gracia mengusap punggung sang anak yang masih bergetar.


"Abel terharu mih" jawab Abel diselingi dengan isakan.


"Mami juga terharu, tapi gak banjir kaya kamu gitu" mami Gracia melirik keresek yang dipegang Gara, dan didalam-nya terdapat tumpukan tisu yang sudah Abel gunakan untuk mengusap air mata-nya.


Gara yang kata-nya tidak akan Dateng, tiba-tiba muncul dan duduk disebelah Abel, membuat Abel waktu itu terperanjat kaget.


"Jangan nangis, nanti saya beliin balon" ujar Gara berusaha menenangkan istri-nya, tapi tangis Abel bukan berhenti tapi malah semakin kencang.


Acara Resepsi telah berlangsung tamu-tamu mulai naik keatas untuk mengucapkan selamat kepada pasangan baru.


Padahal Abel menyarankan Bianca untuk melakukan Resepsi nanti malam, tapi Bianca tolak, karena bakal capek dua kali katanya.


Abel berhambur memeluk tubuh Bianca saat baru sampai di pelaminan, membuat tubuh Bianca oleng kebelakang.


"Selamat yah, akhirnya ada juga yang mau sama Lo" ujar Abel setelah melepaskan pelukannya. Bianca melotot.


"Lo kira gue gak laku?" Sewot Bianca, yang malah dihiraukan oleh Abel.


Abel Sudah bersiap akan memeluk Athaya juga, tapi terhenti saat mendengar deheman dari suaminya yang berada dibelakang.


"Selamat yah mas Athaya, semoga nanti mas Athaya dikasih kesabaran yah ngehadepin kelakuan gila teman saya" Abel menjabat tangan athaya, Athaya langsung menjawab dengan mengucapkan terimakasih.


Gara maju selangkah lalu melepaskan tangan istrinya yang masih asik berjabat tangan dengan Athaya. Abel mendelik, Gara ikut mendelik, bedanya Gara mendelik pada Athaya.


Athaya dalam ati 'salah gue apa?'


Giliran Gara sekarang yang menjabat tangan Athaya


"Selamat" ujar-nya dengan malas, setelah itu berlalu pergi dan tak lupa menarik tangan Abel untuk ikut.


"Mau kemana ih?" Tanya Abel yang bingung sebenarnya Gara mau bawa dirinya kemana(?)


Ternyata Gara membawanya ke meja yang diduduki oleh kerumunan pria-pria. Abel was-was jangan jangan si Sutejo anggaraksa itu mau menjual-nya(?) Eh gak mungkin lah.


Saat sudah sampai Abel melotot.


"Yaampun mas Rezka!" Pekik Abel heboh, dengan matanya yang berbinar memandang seorang pria yang duduk dengan balutan jas ditubuhnya.


Rezka memandang ngeri Abel, jangan sampai kejadian sebelum-nya terjadi disini, dan membuatnya malu.


Abel berlari kecil menghampiri Rezka, lalu berdiri disamping tempat duduk yang diduduki Rezka. Semua itu tak luput dari perhatian Gara.


"Gimana mas soal tawaran saya waktu itu" ujar Abel bersemangat.


Rezka Tersedak air liur nya sendiri, lalu memandang teman-nya satu persatu untuk meminta pertolongan. Tapi mereka hanya seolah-olah tidak terjadi sesuatu.


Lion berpura-pura sibuk dengan Phonsel-nya, Jehan asik makan, sementara Gibran yang biasanya bawel kalo ada Abel, sekarang malah sibuk melihat langit-langit gedung.


Sebenar-nya Jehan, Gibran, Athaya, Gara, Rezka Dan Lion Itu teman SMA.

__ADS_1


Bukan cuman teman tau nama-nya doang, tapi mereka tuh Teman yang sangat dekat, tapi itu waktu SMA, sekarang juga dekat tapi tidak terlalu.


Gara aja merasa kaget ternyata sugar Daddy Abel  tuh ternyata teman-nya, dan waktu itu Gara tidak mengenal Athaya, Athaya aja waktu itu merasa bingung.


__ADS_2