ISTRI BAR BAR Vs SUAMI DINGIN

ISTRI BAR BAR Vs SUAMI DINGIN
11


__ADS_3

Kembali lagi pada Abel yang masih berdiri disamping Rezka dengan muka berharap-harap.


Dari arah Kanan Raja datang dengan menggandeng tangan seorang anak Laki-Laki, dan dibelakang ada seorang wanita yang mengikuti-nya.


Abel mengalihkan pandangan-nya Pada Raja, lalu menelisik saat menyadari Abang-nya memakai Pakaian Rapi, jas dan Celana kain, jangan lupakan Sepatu Hitam yang mengkilap.


"Bang Lo nyuri jas dimana?" Pertanyaan itu terlontar dari mulut Abel saat Raja sudah sampai didekat-nya.


"Bisa gak jangan malu-maluin gue?" Raja mendelik garang pada Abel. Sementara Abel hanya terkekeh.


"Jehan Lo ternyata disini juga" ujar Raja sambil menepuk Bahu Tegap Jehan.


"Iyalah bang, orang gue temen-nya" ujar Jehan. Raja mengangguk-angguk. Lalu pandangan Raja terjatuh pada Abel yang tengah asik memandangi seorang pria yang duduk disampingnya.


"Heh, Cewek bar-bar" Panggil Raja, membuat Abel mengalihkan pandangan-nya.


"Lo dipanggil tadi sama mami" lanjut Raja, Abel mengernyit.


"Mau ngapain?" Tanya Abel bingung.


"Disuruh Bawa-Bawain piring kotor" ujar Raja Dengan jujur.


"Ih masa gue sih? Gue udah cantik-cantik gini yah" sebal Abel, tapi malah berlalu pergi untuk melaksanakan tugas dari sang mami, kalo gak pasti Abel bakal diamuk mami Gracia.


"Lo gak ikut Gar?" Tanya Raja yang bingung Gara masih Berdiam diri, biasanya kalo Abel kemana-mana selalu ngintilin.


Tidak ada jawaban, Gara masih berdiri dengan pandangan lurus.


Ngebug tuh pasti.


♡♡♡♡


Abel merebahkan Tubuh lemas nya diatas kasur, pulang dari pernikahan Bianca tubuh Abel malah pegel-pegel gini. Ini semua tuh salah Mama-nya, masa abis disuruh Bawa-Bawain piring kotor, Abel juga yang harus mencuci-nya. Mana gak dibayar lagi.


Gara yang baru keluar dari kamar mandi memandang istri-nya prihatin.


Apalagi sekarang Abel belum mengganti pakaian-nya dan menghapus make up.


Tanpa malu Gara memakai pakaian dihadapan Abel. Abel yang sedang lemas menghiraukan.


Biasanya kalo sedang dalam mode bar-bar Udah Abel lempar Gara pake Vas bunga.


Abel bangkit dari ranjang tak lupa membawa handuk dan baju tidur, lalu berlalu ke kamar mandi tanpa menghiraukan Gara yang sedari tadi memandang-nya.


Keesokan harinya


"Bel taro itu dikardus kecil"


"Bel jangan lupa buang Sampah yang ada dikarung"


"Bel itu piring kotor-nya jangan ditaro di situ"


"Bel ini bunga-nya bawa sekalian"


"Bel i-


"Mami kan masih banyak orang lain, kenapa nyuruh-nyuruh Abel sih" Abel mengangkat Kerdus kecil berisikan Sampah untuk ia buang, tak lupa dengan mulut yang menggerutu.

__ADS_1


"Bel-


"Yaampun mami jangan nyuruh-nyuruh Abel Mulu ih" Abel menjatuhkan tubuh-nya kelantai dengan tangan yang memeluk kardus berisikan sampah.


"Abel capek mah, dari tadi disuruh-suruh, kan ada tuh bang Raja yang dari tadi nganggur" Abel menggerutu.


"Padahal mami tadi mau bilang 'Bel istirahat dulu'" ujar mami Gracia dan melenggos melalui Abel yang masih duduk dilantai.


Abel terdiam lalu merebahkan tubuh-nya, ia simpan kardus tadi disamping kepala-nya.


"EH ASTAGFIRULLAH, Gue kira Dugong terdampar" Ujar Raja dengan wajah tengik seperti biasnya, Abel memperingati Dengan pelototan.


"Bang buang nih sampah" tunjuk Abel pada kardus yang berada disamping-nya.


Raja melirik kardus itu sebentar.


"Ogah" ujar-nya dan berlalu pergi dengan melengkahi tubuh Abel yang rebahan dilantai.


Rasa-nya Abel ingin mengamuk saja.


Ini tuh yang abis nikahan tuh siapa sih(?) Kenapa malah Abel yang beres-beres .


Setelah ini Abel harus meminta bayaran pada Bianca.


Bayaran-nya dikasih Athaya gitu. Hehe


Gara kini tengah disibukan dengan berkas-berkas dihadapannya, sedangkan Abel tengah sibuk dengan cemilan ditangan kiri dan remote tv di tangan kanan.


Gara melirik istrinya yang masih sibuk mengunyah dengan pandangan tertuju pada layar TV.


"Uhuk uhuk" sekarang Gara berpura-pura batuk, dan berhasil karena Abel kini tengah menengok kearahnya.


Abel menaikan sebelah alisnya yang dibalas Gara dengan menampilkan deretan gigi rapihnya, yang membuat Abel bingung.


"Kenapa?" Tanya Abel bingung, Gara masih menampilkan mimik wajah seperti tadi.


"Kenapa sih?" Tanya Abel yang sekarang mulai kesal, karena tontonan favoritnya harus ia lewatkan sementara waktu.


"Temen-temen aku kan udah pada nikah" ujar Gara memulai topik yang ingin dibicarakan, Abel mengernyit bingung.


"Terus?" Ujarnya meminta Gara untuk melanjutkan obrolannya.


Gara berdehem sebentar.


"Dan mereka juga udah pada punya anak" lanjutnya, Abel menggangguk-anggukan kepalanya menanggapi obrolan Gara. Gara memperhatikan raut wajah istrinya yang biasa saja, ah istrinya pasti tidak paham akan maksud dirinya memulai obrolan ini.


Jadi dengan bersemangat Gara menegakkan tubuhnya, membuat Abel yang berada disebelahnya sedikit kaget, lalu Gara memandang Abel lurus tak terbaca.


"Kita kapan punya anaknya? Hehe" ujar pria itu dengan merubah mimik wajahnya yang tadi serius kini malah cenge-ngesan.


Cemilan yang baru Abel kunyah beberapa kali tiba-tiba masuk kedalam tenggorokannya dan menyangkut disana.


Abel terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya, Gara yang merasa kasihan bukannya mengambil minum malah memukul punggung Abel cukup keras membuat siempunya berteriak sakit.


"Tejo gila" ujar Abel dengan pelan karena tenggorokannya merasa sakit, tangan Abel bergerak memukul kepala Gara.


Gara meringgis sakit, istrinya kecil-kecil tapi kekuatannya kaya babon.

__ADS_1


"Ambilin minum" Abel memukul-mukul bahu jefran, dengan buru-buru Gara berlari kedapur, lalu kembali dengan membawa segelas air ditangannya dan langsung memberikannya pada Abel.


Abel melirik sinis suaminya saat setelah minum.


"Kenapa?" Tanya Gara bingung.


Abel mendengus.


"Lo mau bunuh gue yah?" Ujarnya tajam, Abel tuh kalo lagi marah sama Gara pasti mengubah cara bicaranya, dari aku-kamu ke lo-gue.


"Apa tadi? Lo-gue?" Tanya Gara sambil melotot, sayangnya Gara tidak tau bagaimana sifat sang istri, Abel malah ikut memelototkan matanya.


Kini terjadi lah adu saling melotot.


.............


Pendengaran Abel mendengar suara gaduh dari balik pintu kamarnya.


Pintu terbuka menampilkan wajah tengil Aby, dan disusul dibelakang oleh Gara yang menampilkan wajah marah.


"Kaka ipar bantuin" Aby berlari kearah Abel lalu bersembunyi dibalik tubuh Abel.


Abel dalam hati terus berucap


'jangan sampai anak gue nanti kelakuannya kaya dia'


"Sini bocah" Gara berjalan maju lalu dengan sekuat tenaga menarik tangan adiknya, membuat Aby ikut terseret karena Aby memegang tangannya juga.


"Aduh, kalian apa-apaan sih?" Abel langsung menghempaskan tangan Aby, lalu berkacak pinggang dan memandang adik-kaka didepannya dengan tajam.


"Udah gede juga" ujar Abel.


"Dia yang mulai duluan" Gara melepaskan tangannya, lalu menunjuk Gara, sang adik gelagapan.


"Kamu apa-apaan sih udah tua aja" ujar Abel tertuju pada Gara, kini Gara yang gelagapan dan Aby yang bersorak senang.


"Lo juga, jangan sering-sering jail sama yang lebih tua" kini ucapan Aby tertuju pada Raechan yang tiba-tiba mati kutu ditempat, Gara mengulum bibirnya berusaha menyembunyikan tawanya.


"Intinya kalian sama aja" ujar Abel membuat dua orang didepannya terdiam, Gara menundukkan kepalanya seperti seorang anak yang dimarahi ibunya.


Aby memandang prihatin sang Kaka yang lemah akan istrinya, jika kelak Aby menikah, Aby gak akan pernah selemah itu.


Aby akan menjunjung 'suami selalu benar' bukan 'istri selalu bener'


"Aby Lo belum makan kan?" Tanya Abel yang sekarang sudah mengubah gaya bahasanya. Aby menggeleng.


"Kalo mau makan, didapur ada ayam Lo angetin aja" ujar Abel, Aby harus mengakui meski Kaka iparnya itu nyebelin super abis tapi jangan salah kaka iparnya sangat perhatian. Meskipun tak jarang juga Kaka iparnya itu meledeknya.


Aby mengangguk lalu berlalu pergi untuk mengisi perutnya, padahal sebelum kesini Aby sudah makan dua piring, tapi masih lapar.


"Itu kan ayam bagian aku" ujar Gara.


Aby yang masih berada dibalik pintu tertawa jahat.


"Kan masih banyak, sama Aby juga gak bakal diabisin" Abel berjalan menaiki ranjang lalu menaikan selimut sebatas bahu.


Tenang Kaka ipar bakal Aby abisin- batin Aby bersorak senang.

__ADS_1


__ADS_2