ISTRI BAR BAR Vs SUAMI DINGIN

ISTRI BAR BAR Vs SUAMI DINGIN
9


__ADS_3

Sudah dua hari Gara tidak mau berbicara pada Abel, kalo


Abel tanya jawaban-nya pasti akan singkat, bahkan Gara bersikap seperti waktu pertama kali mereka menikah.


Setelah pulang dari rumah bianca tempo hari,sikap Gara berubah menjadi dingin.


Jam sudah menunjukan pukul 12 malam, yang biasanya Abel udah tertidur, kini masih melek karena menunggu kedatangan suaminya.


Beberapa menit kemudian terdengar pintu rumah yang terbuka, dan ternyata itu Gara yang baru pulang.


"Mas" Panggil Abel, tapi  Gara malah memandang-nya sebentar setelah itu berlalu pergi melewati tubuh Abel.


Abel melotot, ingin rasa-nya melempar piring pada suami-nya itu.


Abel udah capek-capek membuat makanan, buat makan malam mereka.


Yaudah dengan terpaksa Abel makan malam sendiri, tadi sih mau langsung tidur tapi perut-nya minta diisi.


Sementara didalam kamar Gara baru keluar kamar mandi, dengan sudah memakai pakaian biasanya, kaos oblong dengan boxer.


Gara mendudukkan bokong-nya dipinggir ranjang, dengan mulut yang sibuk menggerutu sebal.


Seharus-nya istri-nya itu sadar bahwa dirinya sedang marah, Gara tuh ingin dibujuk tau.


Terdengar pintu kamar yang dibuka, Gara langsung berpura-pura sibuk memainkan phonsel-nya. Terdengar langkah kaki yang mendekat.


"Gak mau makan malam? Udah aku masakin" Ujar Abel telah sampai di hadapan suami-nya.


"Gak laper" Jawab Gara cuek.


"Yaudah" Abel menggedikan bahunya lalu berjalan menaiki ranjang, dan menidurkan tubuhnya disebelah kanan kasur membelakangi  Gara, lalu menarik selimut sampai bahu, dan memejamkan mata-nya.


Gara mendengus ia kira akan dibujuk.


Gara meletakan phonsel-nya dimeja yang berada disamping ranjang, lalu ikut merebahkan tubuh-nya membelakangi Abel.


Saat akan memejamkan mata-nya, tiba-tiba suara cacing dari perut Gara bersuara.


Pria itu mengumpat, menahan malu.


Abel yang masih belum tertidur menahan tawa-nya.


"Kalau lapar, makan" Ujar Abel yang masih berusaha menahan tawa-nya.


Gara langsung beranjak turun dan berlalu pergi, pria itu dengan sengaja menutup pintu dengan keras.


Tawa Abel kian pecah, terdapat bulir bening di sudut mata-nya karena sangking kerasnya tertawa.

__ADS_1


Gara yang mendengar tawa Abel dari luar, mengumpat.


Hampir satu jam Abel menunggu, tapi suami-nya itu tidak kunjung kembali, apa suami-nya tidur diluar, karena menahan malu.


Abel mengulum bibir-nya menahan tawa.


Dan benar saja pikir-nya, saat sampai dibawah Abel menemukan Gara tengah tertidur di sofa sambil memeluk bantal sofa.


Abek menghampiri-nya, lalu memandang lekat wajah suami-nya yang sedang tertidur.


Tapi tiba-tiba mata itu terbuka, membuat Abel sedikit terkejut, lalu wanita itu menyengir.


"Kenapa tidur disini?" Tanya Abel, Gara bukan-nya menjawab, malah menutupi wajah-nya menggunakan bantal.


Membuat tawa Abel yang berusaha ditahan akhir-nya pecah.


"Malu yah?" Ujar wanita itu di sela-sela tawanya.


Gara berdecak, tuh kan istri-nya malah mengejek. Pria itu memejamkan matanya berusaha tertidur dengan tawa Abel yang masih terdengar.


Sudah cukup lama akhir-nya tawa Abel reda, dan Gara merasakan ada tangan yang menarik bantal sofa di wajah-nya, ternyata itu tangan istri-nya.


"Ayo tidur" Abel menarik tangan Gara untuk bangkit, tapi pria itu malah menarik tangan Abel, membuat tubuh Abel terjatuh diatas tubuh Gara.


Wajah Abel menampilkan mimik terkejut.


"Iya, ayo tidur"


...........


Pagi ini Gara mulai kembali bermanja-manja lagi pada Abel, berceloteh ria diselingi dengan ghibahan.


Tadi malam mereka tertidur disofa, yah dengan posisi, ehem tubuh Abel diatas. Karena Gara malas untuk beranjak, dengan terpaksa Abel tertidur dipelukan suami-nya.


Dan kini tubuh Abel sedikit pegal-pegal apalagi pada bahu-nya yang terasa berat, Gara memeluk-nya terlalu erat.


Gara menuruni tangga dengan setelan jas seperti biasa-nya. Pria itu berjalan mendekati Abel yang tengah sibuk dengan kegiatan masak-nya.


"Pagi" Sapa Gara, tak lupa juga mengecup kedua pipi Abel bergantian, Abel sedikit terkejut dengan kedatangan tiba-tiba suami-nya.


Gara mendudukkan bokong-nya di kursi, matanya terus memandang tubuh Abel dari belakang. Gara tersenyum ternyata sebahagia ini dirinya mempunyai istri seperti Abel.


Abel berbalik setelah setelah masak -nya selesai, lalu meletakan beberapa piring yang sudah tersaji oleh lauk pauk.


Gara memandang istri-nya kagum, Abel hari ini cantik sekali, memakai dress Selutut dan terdapat Appron terpasang di tubuh-nya, lalu rambut yang digulung tinggi. Mereka yang melihat-nya tidak akan percaya bahwa Abel itu cewek Bar-bar.


Gara terkekeh memikirkan-nya, Abel yang sudah melepaskan Appron di tubuh-nya memandang suami-nya ngeri, saat mendengar kekehan dari mulut Gara.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Abel, lalu mendudukkan bokong-nya dikursi yang berada disamping Gara.


Gara menggeleng menjawab pertanyaan Abel, wanita itu mulai meletakan nasi dan lauk pauk di piring Gara, dan tak lupa Gara mengucapkan terima kasih.


Sarapan pun berlangsung tanpa ada-nya obrolan, yang terdengar hanya sebuah dentingan sendok.


Mereka berdua sudah menyelesaikan sarapan-nya, bahkan kini meja sudah rapi karena Abel sudah membersihkan-nya.


Abel memandang suami-nya yang belum beranjak dari duduk-nya, dan malah memandang kearah-nya dari tadi.


"Kok belum berangkat kerja, ini udah siang lo?" Abel melirik jam yang menunjukan pukul sembilan tiga puluh.


Gara bukan-nya menjawab, malah berdiri lalu berjalan kearah-nya, Abel terus memandangi pergerakan yang dilakukan suami-nya.


Sampailah Gara dibelakang tubuh Abel yang duduk dikursi, tangan pria itu terangkat memegang bahu sang istri.


"Kamu pasti pegal-pegal yah? Biar aku pijitin" Gara mulai memijit bahu Abel tidak terlalu keras, Abel yang diperlakukan itu merasa ada kupu-kupu terbang dalam perut-nya.


Tapi beberapa menit kemudian, Abel mengumpat dalam hati saat merasakan tangan Gara gini bukan lagi memijit bahu-nya, tapi malah mengelus-ngelus leher-nya membuat Abel merinding.


"Mas!" Ujar Abel memperingati Gara, pria itu malah terkekeh lalu kembali memijat bahu Abel.


"Udah mas, ini udah siang kamu harus kerja" Abel melepaskan tangan Gara dari bahu-nya lalu berdiri dan menghadap Gara.


"Udah kerja sana" Abel mendorong tubuh Gara, tapi pria itu malah menepuk bibir-nya sendiri.


"Cium dulu" Ujar-nya membuat Abel dengan reflek memukul bibir Gara lumayan kencang, membuat Gara berteriak sakit.


"Kok malah dipukul sih?" Ujar Gara sedikit kesal.


Abel malah memutar bola mata-nya malas.


"Udah pergi sana, cari nafkah buat istri" Abel kembali mendorong tubuh tegap Gara.


Dengan terpaksa Yg ara mengambil tas kerjanya yang berada dimeja lalu berbalik untuk segera berangkat kekantor.


Tapi saat tiba diambang pintu Gara membalikan tubuh-nya lalu memandang Abel.


"Dipipi?" Ujar Gara.


Setelah itu Gara langsung ngacir saat Abel melepaskan sendal yang dipakai-nya dan bersiap melempar Gara.


Saat akan memasuki mobil, Gara mendengar terikan istri-nya memanggil diri-nya, Gara tersenyum sumringah.


"Apa? Mau cium yah?" Tanya-nya kelewat antusias, Abel berjalan mendekati Gara.


"Apaan, orang aku mau salim" Abel mengambil telapak tangan Gara lalu menempelkan-nya pada dahi.

__ADS_1


__ADS_2