Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter12 Belajar menjadi seorang istrinya YuuGi


__ADS_3

Saat YuuGi menarikku, jantungku udah ngga aman. Aku kira akan ada adegan lanjuttan seperti drama Korea Korea gitu kan kalau sudah dalam posisi begini ngga akan melewatkan kesempatan. Tapi apa? Khayalan ku tentang adegan 21++ tidak terjadi sama sekali


"Sudah malam sayang, tidurlah" Katanya sambil membalikkan badannya dan menarik selimut. Ahh aku tidak tau harus bersyukur atau kecewa pada malam itu. Padahal aku sudah berharap lebih, apa-apaan aku ini? Pikiranku sudah tercemar....


....


Keesokan harinya aku bangun, aku dapati diriku yang tidur dengan posisi berbalik dari posisi yang seharusnya. Dan YuuGi saat itu sudah tidak ada, mungkin dia sudah pergi bekerja tapi kenapa kok pagi-pagi banget?


Aku masuk ke kamar mandi cuci muka dan kemudian keluar menuju ke dapur buat sarapan. Eh ternyata YuuGi sudah berada disana katanya sedang menunggu ku, dan sarapan sudah di siapkan oleh Paman koki yang sangat ahli, karena makanannya keliatan enak semua.


"Apa di rumahmu kau sering bangun jam segini? Apa kau pemalas?" Sambut YuuGi pagi pagi sudah bikin telinga gatal dengan kata-kata nya yang benar itu.


"Malas apaan? Ini baru jam 8, kan kemarin aku capek makanya aku perlu istirahat lebih banyak" Jawabku ketus


"Makanlah, sarapan sudah di siapkan" Lanjutnya. Aku duduk berdoa dan kemudian memulai menyantap makanan yang di sajikan


Trak...Trak..tingg...glek glek...nyam nyam..geeerrkkk


"Makanmu berisik sekali, apa sebelumnya kau tidak pernah diajarkan cara makan yang benar?" Tanyanya. Makanannya sama sekali tidak di sentuh dan daritadi dia hanya melihatku makan.


"Cara makan yang benar? Asalkan perut kenyang dan ngga sakit setelah makan apa masalahnya? Itu sudah termasuk makan dengan cara yang benar kan?" Jawabku sambil mengunyah makanan di mulutku.

__ADS_1


"Jangan bicara saat makan! Aku jadi tidak selera makan, aku mau berangkat lebih awal" Katanya. Yang kemudian dia pergi di antarkan oleh supirnya. Tanpa berpamitan dia langsung menghilang begitu saja tanpa menyentuh makanannya sama sekali, aku jadi sayang saat melihatnya terbengkalai. Akhirnya aku mengambil piringnya dan memakan bagiannya agar tidak mubasir gitu kan.


....


Setelah makan, pak koki dan kepala pelayan laki-laki itu bertanya kepadaku.


"Makan anda lahap sekali Nyonya, apa anda sangat kelaparan?" Tanya si Kepala pelayan seperti sedang menyindir kalau aku kekurangan makan.


"Ngga kok, aku hanya merasa kasihan aja gitu makanan yang ngga di makan nanti kan jadi mubazir kalah ngga di habiskan kan? Kenapa emangnya?" Tanyaku


"Tidak ada maksud apa apa saya bertanya demikian. Hanya saja ada yang ingin saya sampaikan, tolong jika di depan Tuan anda harus menjaga sikap anda dengan baik. Karena jika tidak, anda akan memiliki nasib yang sama dengan para mantan istri beliau." Jelas si kepala pelayan


"Jaga sikap bagaimana? Apa sikapku kurang baik?" Tanyaku kebingungan, padahal aku tidak melakukan hal yang salah kok dibilang sikap yang buruk?


" Apa maksudmu bicara begitu hah?" Tanyaku dengan nada tinggi, aku tak terima di bilang rakyat miskin ngga punya atitude, padahal cuma kepala pelayan tapi sok jagoan banget


"Gen, kata-kata mu itu sangat keterlaluan. Kau tau kan kalau nyonya itu adalah orang baru di rumah ini, seharusnya kau mengajarkan nya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama" Tegur si pak Koki yang bernama Wayabya.


"Maafkan ketidaksopanan saya Nyonya, mohon jangan tersinggung. Saya tidak ada maksud apa apa dengan anda Nyonya. Tapi lebih tepatnya saya sarankan agar anda segera belajar tentang tata Krama keluarga atas karena anda sudah termasuk ke dalamnya sekarang." Kata Kepala pelayan menunduk sesudah mendengar teguran dari pak koki, sepertinya dia sudah sadar diri


"Baiklah, nanti ajarkan aku tentang tata Krama yang kau maksudkan itu" Jawabku

__ADS_1


"Baik" Sahutnya


"Tapi Nyonya, sebaiknya Nyonya juga belajar memasak bersama saya agar nyonya nanti bisa memasakkan Tuan sendiri" sambungnya pak Koki, tapi karena aku tidak ada ketertarikan di bidang memasak jadi aku tolak aja deh


"Kita lihat saja nanti, kalau aku niat sih nanti aku akan langsung minta paman untuk mengajari ku" Jawabku agar dia tak langsung kecewa begitu saja


"Baik Nyonya serahkan sama saya!"


.....


Keesokan harinya aku sudah mulai belajar tentang tata Krama yang dimaksud. Dimulai dari cara makan agar tidak berisik dan membuat partner makan merasa nyaman dan suka berada di sisi kita.


Kemudian di ajarkan cara berjalan yang elegan layaknya seorang bangsawan kelas atas. Cara tidur yang baik biar tidak berguling sana sini yang membuat teman tidur tidak nyaman. Cara duduk yang baik, berpakaian yang rapi sesuai dengan acara yang akan di hadiri.


Pakaian di rumah dengan pakaian yang di pakai keluar harus berbeda ngga boleh itu itu aja yang di pakek seharian. Di ajarkan cara menyeduh teh dan kopi agar memiliki rasa yang pas sesuai kesukaannya suamiku si YuuGi.


Mempelajari semua tentang makanan kesukaannya YuuGi dari makanan, minuman, tempat favorit, hobby dan yang lainnya. Karena biasanya hal hal seperti ini sudah di pelajari saat sepasang kekasih yang sedang berpacaran. Sehingga bisa menyimpulkan jik mereka itu cocok atau tidak, tapi ini berbeda denganku yang melakukan pernikahan karena perjodohan bahkan tanpa pacaran dulu .


Pak kepala pelayan juga bilang jika Tuannya sering membawa wanita ke rumah. Itu sering Tuan mereka lakukan saat masih memiliki istri yang lain di rumah ini, dan tentu saja mereka cemburu akan gadis yang sering di bawa suami mereka ke rumah secara terang-terangan. Itulah yang menyebabkan pernikahannya tidak pernah langgeng.


Dan salah satu pemicu perlakuan seperti itu karena tuan mereka hanya mencintai istrinya yang pertama saja yang bernama Valley yang tadi sempat di singgung di eps sebelumnya.

__ADS_1


Jadi kepala pelayan dan yang lainnya menyarankan ku, jika YuuGi pulang bersama perempuan lain aku tidak boleh marah marah atau cemburu. Karena jika YuuGi melakukan itu berarti dia masih belum mencintai istrinya sekaligus menguji istrinya. Entah ngga tau maksudnya, jadi kesimpulannya jika YuuGi pulang membawa perempuan lain aku harus diam saja dan pura-pura tidak tau untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti perceraian karena nasibku berada di tanganku.


Jika aku bercerai secepat ini akan merusak nama baikku saja karena menjadi janda di usia 17 Tahun. Jadi aku harus mengikuti semua saran yang di berikan para pelayan di rumah ini yang sudah berada di rumah ini saat Tuan mereka masih muda makanya mereka jadi tau karakter tuan mereka seperti apa.


__ADS_2