
"Haha maafkan kami nak, bagaimana keadaan mu sekarang? Udah merasa enakkan?" Tanya ayah mertua mendekati YuuGi.
"Kakiku rasanya mati rasa dan sekarang aku haus" Jawab YuuGi
Mendengar YuuGi kehausan, aku buru-buru ngambil air mineral kemasan yang selalu aku bawa dari rumah kemanapun aku pergi. Ayah mertua dan yang lainnya tersenyum melihat kegercepanku.
"Seperti nya keadaan mu sudah mulai membaik, ayah dan yang lainnya pamit pulang duluan yah. Lory, ayah titipkan YuuGi bersama denganmu, nanti ayah akan menyuruh beberapa orang untuk berjaga-jaga di depan. Jika ada sesuatu yang mendesak kau harus meminta bantuan mereka" Jelas ayah mertua dan kemudian pergi disusul dengan anggota keluarga lainnya, termasuk Valen dan Paman Eddy yang mulai meninggalkan kami berdua di kamar khusus itu.
"Baiklah, selamat malam ayah" Sahutku sembari melambaikan tangan dan senyuman sinis ke arahnya Valen yang menoleh ke belakang.
....
Sekarang tinggal aku dan YuuGi berdua saja didalam, aku duduk di sampingnya YuuGi dan menatapnya lekat. Suasana canggung seperti biasa terjadi disaat aku dan YuuGi sedang berduaan.
Sesaat suasana sunyi karena tidak ada yang berani berbicara duluan, tapi kemudian YuuGi yang memulai pembicaraan.
"Hmm Lory, umurmu sekarang berapa?" Tanya YuuGi
"Umurku 18, tapi di bulan Oktober nanti umurku 19. Kenapa kau menanyakan soal umur?" Jawabku sambil bertanya balik
__ADS_1
"Ya ngga apa apa, aku cuma bertanya apakah umurmu sudah siap untuk melahirkan bayi atau belum" Kata YuuGi yang membuatku terkejut.
"Bayi? apa maksudmu?" Tanyaku
"Kau tidak perlu pura-pura tidak mengerti. Setelah lama menikah, aku tidak pernah berfikiran untuk memiliki seorang anak. Tapi melihat ayah dan ibu sangat menantikan cucu dariku, aku jadi berfikir untuk segera membuat anak. Tapi membuat anak itu tidak lah mudah, karena itu juga perlu persetujuan darimu yang akan menjadi wadah bayi dan melahirkannya di kemudian hari" Jelas YuuGi dengan raut memelas.
Aku jadi bingung harus menjawab apa, karena aku juga tidak pernah berfikir untuk segera memiliki anak, apalagi di usiaku yang masih begitu muda.Aku belum siap secara fisik dan juga mental, apa yang harus aku katakan kepadanya agar YuuGi tidak merasa kecewa.
"Ah Aku juga belum memikirkan hal jauh seperti itu, kita bicarakan tentang itu setelah kau sembuh ya. Kita buat anaknya saat kau sudah benar-benar pulih dulu" Sahutku, YuuGi tertawa mendengar jawaban dariku entah apa yang lucu menurutnya.
"Apa segampang itu kau mengatakan buat anaknya nanti aja ya, setelah kau sehat ? hahaha apa kau pernah melakukannya sebelumnya?" Tanya YuuGi. Pertanyaan nya masih ambigu sekali, melakukan apa yang dia maksudkan?
"Melakukan apa?" Tanyaku
"Apa maksudmu? Kau mengira aku selingkuh dan melakukannya dengan orang lain gitu?" Sahutku yang merasa tersinggung dengan pertanyaan nya
"Bukan begitu sayangkuu. Aku bertanya sungguh-sungguh, apa kau pernah melakukannya sebelum menikah denganku?" Tanyanya. Seperti nya dia mau mengetes kejujuran ku, apa aku masih perawan atau gimana.
"Tentu saja aku belum pernah melakukan nya sama sekali, kan aku menikah denganmu di umur 16 tahun! Dan selama 3 tahun ini kau tidak pernah melakukannya denganku, bagaimana bisa aku bilang kalau aku pernah?" Jawabku kesal
__ADS_1
"Kau benar-benar polos Glory, kenapa kau mau menikah denganku yang tidak memiliki masa depan yang cerah seperti ini? Dan itupun di saat kau berumur 16 tahun, di umur umur yang penuh dengan riang gembira, di masa benih benih cinta mulai berkembang... Ah jadi teringat dengan cinta pertamaku waktu di SMA dulu." Kata YuuGi bernostalgia
"Aku tidak bisa melakukan itu, sekarang aku adalah istrimu dan aku tidak bisa berkhianat begitu saja hanya dengan alasan kalau aku mau mencari kesenangan masa SMA. Kenapa kau menanyakan hal yang seperti itu? Apa kau menyesal karena sudah menikah denganku?" Tanyaku
"Apa yang kau katakan? Siapa yang tidak mau menikah dengan gadis kecil yang masih polos di umurku yang sekarang. Tapi kadang aku juga merasa bersalah karena sudah menyia-nyiakan bahkan sampai merusak masa depannya yang masih gemilang." Sahutnya, aku terdiam mendengar kata-katanya yang mengaku merasa bersalah telah menikahiku.
"Tapi itu tidak terlalu berlaku padaku. Kadang aku ingin menerkammu hidup-hidup dan merasakan betapa nikmatnya daun muda. Kenapa aku harus menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada di depan mata seperti ini? Tapi entah kenapa sebuah pemikiran tiba-tiba datang di benakku, jika aku melakukannya sekarang mungkin itu akan menyakitimu dan membuatmu merasa menderita." Sambungnya.
Aku terbengong dengan perkataan nya, aku tidak pernah menyangka kalau sebenarnya YuuGi orangnya sangat baik. Dia mencari wanita lain di luar demi memuaskan hasratnya saja, dia takut berada di dekatku karena dia takut akan melakukan hal yang membuatku merasa tersakiti.
"Ke-kenapa kau mengatakan itu dengan ekspresi biasa biasa saja, katanya kau merasa bersalah denganku" gerutuku
"Ya kau kan tau kalau aku tidak mudah tersenyum jika sedang serius. Dan satu lagi, aku sangat ingin membuatmu bahagia sayang, aku akan berusaha untuk selalu menjadi pelindung terbaik di sisimu." Kata YuuGi. Aku tidak tau apa dia merayu atau sedang serius. Tapi kata-kata itu terdengar sangat romantis, karena biasanya hanya orang-orang bucin yang mengatakan kata-kata dramatis seperti itu. Aku jadi tersipu malu mendengar nya
"A-apa sih! Ternyata kalau kamu sedang sakit sukanya begini yah, lain kali aku tidak akan mau merawatmu lagi hmps!" celotehku sambil pura-pura memalingkan wajah padahal sedang ngeblush
"Kenapa kau begitu, aku serius sayang. Dari awal, sebenarnya aku berencana untuk mengindari mu sebanyak mungkin dan aku tidak ingin jatuh cinta lagi apalagi kepadamu. Tapi entah kenapa, tiba-tiba rasa peduliku semakin meningkat kepadamu, rasa ingin tau, perhatian dan semuanya tiba-tiba datang menghampiri ku. Aku sudah berusaha untuk menolak semua hal itu dan menegaskan kalau kamu hanyalah seorang bocah yang hanya bisa bermain. Ternyata itu tidak mempan, aku hati menolak menerima pemikiran dariku." Kata YuuGi dramatis sekali
"Apaan sih yang kau katakan, daritadi bertele-tele banget" Kataku sambil memonyongkan bibir
__ADS_1
"Glory aku mencintaimu" Kata-kata itu serasa seperti petir di siang bolong, tanpa mendung tanpa hujan tiba-tiba ada badai.
Hatiku benar-benar bergejolak di dalam, dag-dig-dug ngga karuan. Pipiku memerah dan ngga dapat aku kendalikan, lagian kenapa YuuGi mengatakan hal itu kepadaku di saat seperti ini. Kan aku jadi malu sendiri