Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter44 Akhirnya pulang


__ADS_3

Sesampainya di kamar mandi, tiba-tiba tubuhku tergelitik merinding. Entah kenapa, kamar mandi yang besar dan bersih itu beraura sangat horor. Rantai anjing ini sangat menganggu, terutama dia yang selalu ada di dekatku membuatku merasa tidak nyaman.


"Sayang, mandilah. Kalau kau tidak suka, maka aku akan menunggumu di luar." Katanya sambil terus memegangi rantai anjing yang aku pakai, panjangnya kira- kira sekitaran 2 meter.


Aku diam tidak menjawab iya atau oke kepadanya, aku langsung saja masuk dan segera mandi.


"Sabunnya tidak ada aromanya" Gumamku sambil terus melanjutkan mandi


SRASSHHH SRAASSSSHHH


"Apa sayang? Kau ngomong sesuatu kah? Aku tidak mendengar dengan jelas karena suara air yang menutupinya" Teriak lelaki itu dari balik pintu. Aku terdiam, moodku tiba-tiba berubah jadi jelek saat masuk ke kamar mandi ini.


Dinginnya air shower sangat menyegarkan badanku tapi tidak dengan hatiku. Aku memikirkan hari ini sekarang, apa yang sedang aku lakukan? Dimana aku sekarang? Dan kenapa aku bisa ada disini dan melakukan hal ini sekarang? Aku membenci diriku sendiri, aku sebenarnya sangat tidak ingin lahir ke dunia walaupun dunia menjanjikan hidup dengan penuh kebahagiaan. Apa-apaan?


Aku selesai mandi dan memakai baju yang kemarin aku pakai, kemudian keluar. Dia tersenyum setelah melihatku dan kemudian merangkul ku dengan semangat membawaku kembali ke kamar dan merantaiku lagi.


"Ahh aku ingin mati saja" Gumamku yang kemudian di dengar olehnya. Ekspresi nya terlihat terkejut setelah mendengar ucapanku barusan


"Apa? Kau ingin mati? Kenapa kau begitu putus asa? Padahal aku sangat suka saat kamu terlihat bahagia, aku membawamu kesini karena aku berfikir kalau aku akan bahagia jika membawa orang yang hidupnya paling bahagia di dunia ini untuk menemaniku. Ta-tapi kenapa?" tanyanya, aku bingung dengan perkataannya yang ngawur tidak karuan.


"Apa yang kau katakan? Aku bukan orang yang paling bahagia di dunia, kau salah orang. Apalagi dengan sikap dan perbuatanmu yang seperti ini, tidak akan pernah ada orang yang bahagia menemanimu. Bukannya membuat mereka terus bahagia tapi kau membuat mereka merasa putus asa dan ingin segera mengakhiri hidupnya." Kataku bermaksud menyadarkannya. Dia terlihat kacau, linglung, dan aneh lah pokoknya sikapnya. Dia benar-benar orang Gila


"Apa aku salah?" Tangannya mencengkram pundak ku dengan sangat erat, aku kesakitan tapi aku mencoba untuk menahannya


"Iya benar! Tindakanmu ini benar-benar sangat salah!" Jawabku

__ADS_1


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanyanya


"Pulangkan aku."


"Tidak bisa" Jawabnya singkat dan menekan


"Hei aku dan semua orang itu punya keluarga dan aku hanya ingin pulang itu saja"


"Tapi tidak denganku, aku tidak punya keluarga dan tidak ada tempat untukku pulang. Aku hanya butuh satu teman yang mau menemaniku" Sahutnya


"Ya lalu apa hubungannya denganku? Aku kan orang luar, aku bukan apa-ap---"


PLAKKK!


Tamparan keras mendarat di pipi kiriku, air mataku tiba-tiba menetes saking sakitnya. Aku meraba pipiku dan bibirku ada bercak darah sedikit, tubuhku gemetar takut melihat wajahnya lagi. Pria ini benar-benar berbahaya, dia tidak segan-segan menyakiti orang dengan tangannya sendiri.


"Aku kira kau mengerti dengan apa yang ku rasakan saat ini. Tapi mau bagaimana lagi, ini semuanya memanglah salahku. Aku menangkapmu dan memasukkanmu ke dalam sangkar besi yang sangat kuat sampai kau tidak bisa terbang kemana mana. Aku berfikir saat aku menangkapmu, maka akan ada yang menemaniku dan membangunkanku di setiap pagi ku dengan nyanyian merdu yang membuat hati merasa syahdu. Tapi siapa sangka jika hal itu berbalik belakang dengan pemikiran ku, bukannya bahagia tapi kau malah merasa tersakiti." Katanya.


Dia melepaskan pelukannya dan kemudian berbalik badan berjalan ke depan pintu dan membukanya.


"Pulanglah" Katanya sambil tersenyum. Aku tidak menanggapi serius kata-katanya, lagian aku juga masih di rantai olehnya bagaimana bisa aku keluar kalau masih terikat begini.


"Kau bercanda ya, bagaimana aku bisa keluar kalau masih di rantai gini" Gerutuku


"Ah iya lupa hahaha" Jawabnya yang kemudian berjalan mendekat dan membuka rantaiku. Aku sekarang benar-benar bebas, tapi masih belum yakin. Aku bertanya sekali lagi

__ADS_1


"Kau benar-benar membebaskan ku kan?" Tanyaku lagi


"Tentu saja, aku tidak bisa menarik kata-kataku. Tapi ada satu peringatan, sekali lagi jika aku menemukanmu maka siap siap kau tidak akan pernah keluar dari rumah ini. Maka dari itu, bersembunyi lah di tempat yang benar-benar susah ku temui" ancamnya


Aku buru-buru keluar dari rumah itu, banyak lorong lorong gelap di tempat itu. Aku hanya bisa berlari tak tau arah yang benar, tapi pada akhirnya aku berhasil keluar di tengah-tengah kota yang sangat padat dan di penuhi kendaraan kendaraan yang melintas.


Aku melihat ke belakang,bangunan besar bertuliskan huruf K besar di depan bangunan itu. K? Siapa K? Ahh bodo amat, aku harus segera mencari bantuan agar bisa menelepon pihak rumah dengan segera.


"Ahh maaf pak, bisa minjam telepon sebentar tidak? Saya tersesat dan saya kehilangan hp saya" Aku memberanikan diri meminjam hp orang yang sedang duduk di kursi taman pinggir jalan.


"Ah oh? Ba-baiklah" Jawab bapak itu sambil menyodorkan hp nya, baik sekali bapak ini. Aku membungkuk berterimakasih, dan kemudian menelepon rumah. Aku tidak ingat nomornya YuuGi aku hanya ingat nomor telepon rumah di keluarga besar Dellamorta karena nomornya lebih dikit daripada nomor telepon hp.


.....


KRINGGGG KRINGGGG~


Suara telepon rumah, Pak kepala pelayan yang masih cidera itu tertatih-tatih berjalan mengangkat telepon.


"Halo?" Sapanya


"Gen! Tolong jemput aku sekarang! Aku ada di jalan.... ah mohon maaf pak ini jalan apa ya?" Aku menanyai bapak yang aku pinjami hp buat nelepon ke rumah


"Jalan Samsa kota G dik" Sahutnya ramah, pokoknya dia baik hati banget


"Makasih ya pak"

__ADS_1


"Jalan Samsa Kota G, Jemput aku sekarang tolong" Pintaku. Tapi daritadi Gen hanya diam, tidak ada sahutan sama sekali. Ternyata dia berlari memanggil ayah mertua dengan badan dan kakinya yang masih pincang itu.


"Nyonyaa!! Nyonya Muda minta di jemput!!" Terdengar teriakan besar di telepon sampai di dengar oleh pria yang meminjamiku telepon itu. Dia terlihat terkejut dan terus memandangiku yang berpenampilan dekil dan bekas memar ada di mana mana.


__ADS_2