
"Maaf! Anda siapa ya? Bagaimana bisa saya ada disini? Apa yang anda inginkan dari saya?" Tanyaku sambil memeluk selimut dengan kencang ketakutan. Pria itu membelai pipiku, aku menghindar dan menepisnya. Pria itu tersenyum dan kemudian wajahnya pun keliatan.
"Tenang dong, aku K panggil saja Master K. Kau bisa disini tuh karena ceritanya panjang lah pokoknya, dan yang aku inginkan darimu adalah.... Aku ingin kau menjadi istriku" Jelasnya. Pria tampan dengan wajah besar berotot kekar itu tersenyum, dia bahkan tidak mirip dengan YuuGi atau siapapun yang aku kenali. Dia murni orang baru
"A-apa? Anda bercanda ya? Saya sudah menikah! Sekarang katakan saya berada di mana sekarang, dan berikan saya meminjam telepon!" Bentakku, pura-pura berani padahal takut
"Aku tidak sebodoh itu sampai mau meminjamkan telepon kepadamu. Kau belum makan kan? Sekarang aku akan menyuapimu, bilang ahhh" Kata lelaki yang mengaku bernama K itu mendekatkan sendok berisi bubur ke bibirku. Aku menolak
"Biarkan aku melakukannya sendiri, ehhh?" Aku baru sadar ternyata tangan dan kakiku semuanya di rantai. Aku berontak dengan kencang tapi itu hanya bisa menyakiti ku saja
"Apa yang kau lakukan anjir? Lepasin aku!" Teriakku sambil berontak menahan sakit di perut, tangan dan kakiku.
"Tenanglah sayang, ini baru permulaan. Nanti kau juga akan segera memakai kalung cantik ala Dogina yang paling ku cinta" Katanya sambil cengar cengir ngga karuan, ternyata dia benar-benar psikopat.
"Kenapa kau melakukan ini? Katakan! Apa salahku? Ada dendam apa kamu kepadaku?" Tanyaku
"Aku mencintaimu dan kau hanya perlu melakukan apapun yang aku suruh tanpa terkecuali. Jika tidak ingin kepalamu melayang hari ini, jadilah anak yang baik dan manis. Maka aku akan mencintaimu dengan sepenuh hati " Jawabnya.
Psikopat! Benar-benar psikopat, aku tidak menyangka akan diculik oleh seorang psikopat gila seperti dia. Aku menatap tajam ke arahnya, dia tersenyum dengan masih membawa mangkuk bubur di tangannya.
.....
Di pagi hari, rumah utama keluarga Dellamorta masih dipenuhi dengan keseriusan dan situasinya sangat canggung. Ayah mertua tidak mau memanggil polisi untuk masalah penculikan kali ini, karena jika mereka memanggil polisi identitas mereka akan ketahuan dan makin jadi berabe.
YuuGi dan Rey sudah pergi sejak malam tadi, mereka mencari keberadaan ku yang tidak tau ada dimana. YuuGi berdecak kesakitan karena kaki kirinya masih belum pulih sepenuhnya, dia lupa menggunakan alat bantu berjalan dan memaksakan diri untuk berjalan seperti biasa. Saat berjalan memang tidak terasa sakit, tapi saat diam di mobil sekarang kakinya kesemutan dan sakit sekali.
__ADS_1
"Anda baik-baik saja Tuan YuuGi?" Tanya Rey yang memperlambat kemudinya
"Diamlah dan fokus dengan kemudinya, jangan sampai aku mengalami kecelakaan lagi." Jawab YuuGi sambil memijat mijat kakinya yang terasa kesemutan
"Baik" Jawab Rey yang kemudian mempercepat laju mobilnya.
....
Sementara itu di rumahnya Esa Hiden, seseorang datang berbisik-bisik di telinganya Esa. Esa terkejut mendengar kabar buruk itu
"Kau tidak bercanda kan?" Tanya Esa seperti sedang kebingungan gitu
"Mana mungkin saya bercanda seperti itu" Jawab ank buahnya. Esa memejamkan matanya dan menengadah sambil berdecak kesal. Masalahnya makin runyam dengan adanya orang ketiga yang ikut campur sekarang.
"Baik Tuan" Jawab anak buahnya Esa itu kemudian membungkuk dan berbalik badan kemudian pergi meninggalkan rumahnya Esa.
Esa menggelengkan kepalanya, wajahnya memperlihatkan ekspresi masam. Dan kemudian di tersenyum, suasana hatinya berubah dengan cepat hanya dengan memikirkan hal lucu menurutnya tanpa memikirkan nasibnya dimasa depan.
"Kira-kira bagaimana ya ekspresi YuuGi mengetahui istrinya menghilang bahkan sekarang sudah lebih dari 1 hari. Aku sangat ingin melihatnya" Gumam Esa sambil senyam-senyum sendiri.
Tak lama kemudian terdengar sebuah kerusuhan di depan rumahnya, YuuGi dan Rey datang saat itu. Ekspresi senang yang tadi dia perlihatkan berubah menjadi ketakutan. Bagaimana bisa YuuGi datang ke rumah ini?
"Maaf Tuan anda tidak bisa masuk, Tuan kami tidak mengijinkan siapapun masuk untuk hari ini karena suasana hati beliau sedang tidak bagus" Kata penjaga menahan YuuGi
"Aku tidak bertanya apakah mood Tuan kalian itu sedang bagus atau tidak, yang aku inginkan adalah bertemu dengan Esa Hiden sekarang!" Jawab YuuGi
__ADS_1
"Ta-tapi tidak bisa begitu Tuan...."
"Jangan banyak bacot!" Rey menonjok hidung penjaga itu sampai keluar darah. Tak cuma itu dia juga memukulnya bertubi-tubi sampai pingsan
"Lemah sekali" Dengus Rey yang kemudian masuk sambil menggandeng tangannya YuuGi. YuuGi menepisnya
"Kau sudah berlebihan aku bisa berjalan sendiri" Kata YuuGi
"Maafkan ketidaksopanan saya Tuan" Jawab Rey
Esa yang takutpun bersembunyi sambil mencoba menenangkan diri dengan baik. Dia sedang mempersiapkan jawaban dari pertanyaan yang akan di tanyakan oleh YuuGi kepadanya. Sampai akhirnya YuuGi memanggilnya untuk keluar
"Apa sih, kenapa kau datang ke tempat kumuh ini? Bukannya rumahmu lebih besar daripada rumah ini?" Tanya Esa sebagai kata sambutan untuk YuuGi dan Rey yang merupakan tamu yang tak diundang.
"Aku juga tidak sudi masuk ke rumah ini jika tidak ada hal yang penting" Jawab YuuGi
"Lalu hal penting apa yang membuatmu datang kesini bahkan membawa perempuan berkacamata cantik ini? Apakah kau ingin kita bersenang-senang bertiga?" Tanya Esa
"Dimana istriku?" Tanya YuuGi yang bahkan tidak menjawab kata kata provokasi dari Esa.
"Ya Ndak tau kok tanya saya? Emangnya disini tempat penyimpanan seorang istri? Kenapa kau mencari istrimu di rumah orang lain? Kau salah server brother, kau yang merupakan suami dari Glory sendiri tidak tau, kenapa aku yang merupakan orang jauh ini di tanyai dimana istrimu berada. Sangat tidak logis" Jawab Esa seraya menertawakan YuuGi yang datang ke rumahnya untuk menanyakan dimana istrinya berada.
YuuGi terdiam, kata katanya Esa ada benarnya juga. YuuGi seharusnya tidak mudah percaya dengan kata-kata ibunya yang setiap hari hanya tinggal di rumah saja mengetahui siapa yang menculik istrinya. Dan juga, Esa bukanlah orang yang suka dengan istri orang lain. Karena ada rumor yang mengatakan kalau Esa sering datang ke Club Gay untuk menyenangkan hati.
"Tunggu apa lagi? Keluarlah, istrimu tidak ada disini mending kau pulang dan tunggu dirumah. Telpon kek atau apa gitu" Kata Esa mengusir YuuGi dan Rey yang daritadi tidak dipersilahkan untuk duduk.
__ADS_1