
Padahal Roka adalah adiknya sendiri, tapi dia bilang kalau adiknya itu iblis. Roka yang baik dan lemah lembut itu sebagai Monster organisasi? Kayaknya ngga mungkin deh, tapi karena kakaknya sendiri yang bilang begitu aku jadi percaya.
"Baiklah-baiklah, aku percaya" Sahutku
"Kenapa nada bicaramu begitu?" Tanya YuuGi, aku mengangkat bahu, mengambil tas dan kemudian aku bersiap untuk pergi dari kantor pulang ke rumah.
"Hei kau mau kemana? Aku baru datang loh" Kata YuuGi
"Aku mau pulang sekarang, aku bosan tinggal di sini terus. Yank nanti malam main yuk" Ajakku yang kemudian meninggalkan YuuGi yang masih berdiri di depan meja
"Yank? Nanti malam main yuk? Wah apa maksudnya ini, udah mulai agresif aja istriku. Aku kira dia masihlah seorang bocah" Gumam YuuGi yang kemudian pergi menyusul ku ke parkiran bawah.
.....
Di dalam perjalanan suasana jadi canggung, YuuGi tumben terlihat sangat tegang dalam mengemudi biasanya tidak seperti itu. Aku melirik ke arahnya, tapi YuuGi sama sekali tidak melirik balik ke arahku dia fokus ke depan dan membawa mobil dengan ngebut.
Aku terus memandangi wajah suamiku yang paling ganteng dari samping. Aku jadi sadar diri setelah melihat wajahnya yang dipenuhi karunia Tuhan itu. Pantas saja dia selingkuh sering sering karena wajah istrinya yang sekarang sangat tidak sepadan dengannya. Dia ganteng sedangkan aku burik, jelek banget lagi.
Aku dari dulu tidak pernah berdandan kemana mana, mungkin kalau aku sekarang mulai belajar berdandan sendiri dan udah cantik gitu pasti YuuGi bakalan klepek klepek sama aku. Aku senyum senyum sendiri, tapi aku tidak punya teman perempuan jadi aku tidak punya referensi dari siapa siapa.
__ADS_1
Tidak kerasa ternyata sudah sampai saja di rumah, padahal baru beberapa saat aku menghayal jadi istri yang bisa rawat diri dan mempercantik diri. Tapi saat aku mau buka pintu mobil, ternyata masih dikunci oleh YuuGi.
"Buka pintunya dong, kenapa di kunci? kan sudah sampai di rumah" Tanyaku heran, YuuGi terdiam dan tiba-tiba nyosor gitu aja. Dia menciumku tanpa bilang apa apa sebelumnya, aku berontak dong.
"YuuGi! Apa-apaan kamu kok kamu...."
"Sayang, kau mau bermain kan malam ini? Apa kau sudah siap?" Tanyanya, yang makin membuatku kebingungan.
Emangnya kalau bermain itu perlu persiapan terlebih dahulu? Apa maksudnya?
"Tu-tunggu dulu! Apa maksudmu? Aku cuma mau main kartu denganmu karena aku tidak begitu paham dengan peraturan di kasino. Kenapa kau tiba-tiba menciumku begitu aku kan jadi terkejut" Jawabku , dan menekan tombol buka kuncinya di depan. Membuka pintu mobil dan kemudian masuk ke rumah, tapi YuuGi masih belum keluar dari mobil. Aku berjalan menghampiri YuuGi, mengetok kaca jendelanya.
"YuuGi! Kenapa kau masih belum keluar? Ayolah, kita makan bersama yuk setelah itu kita mandi terus tidur aku udah capek banget." Aku teriak teriak di depan kaca mobilnya, tapi dia masih juga belum keluar tanpa menyahut pula.
Apa tadi dia ngambek ya? Mungkin lebih tepatnya dia merasa kecewa? Atau tidak sesuai ekspektasi nya? Entahlah hahahha....
........
Sebenarnya apa sih itu Mafia? Sebenarnya mereka tidak berbahaya jika kita tidak bermasalah dengan mereka. Tapi jika kita mencari masalah dengan mereka maka berhati-hatilah, mereka adalah manusia buas yang sangat keji. Mereka memiliki sifat mementingkan diri sendiri dan kelompok golongan.
__ADS_1
Jika bertemu mereka jangan tunjukkan sikap yang membuat mereka tersinggung atau tidak suka. Tapi itu hanya terjadi di mafia kelas bawah saja, mereka biasanya mafia pekerja atau berada di bawah petinggi petinggi organisasi.
Kalau para petinggi organisasi biasanya mereka tidak terlalu mencolok, dan mereka biasanya bersikap biasa saja dan mudah berbaur di keramaian orang. itulah perbedaan mereka, tapi pada umumnya para anggota mafia gitu memakai setelan jas hitam dan kemeja putih. Layaknya seorang pembisnis sukses lainnya, mobil pun warnanya sama yaitu hitam.
Kita lupakan sejenak cerita tentangku di rumah bersama YuuGi.
Di sebuah toko baju bergengsi, seorang wanita cantik, sexy, dan manis sedang memilih-milih pakaian yang tentunya harganya itu ngga ada yang murah. Dia bernama Gray Valentina, sering dipanggil Valen. Anak keluarga kaya raya yang baru saja datang dari Angrenia (negara tetangga ceritanya), ayahnya bernama Gray Eddyan sering di panggil pak Eddy.
Seorang pembisnis sukses di bidang makanan, restoran yang dimilikinya sangat banyak bahkan berada di berbagai negara. Dan namanya sudah di kenal banyak orang. Istrinya sudah meninggal saat Valen berumur 3 tahun karena sebuah penyakit yang sangat langka bahkan sampai sekarang belum di temukan obat yang bagus untuk penyakit tersebut.
Pak Eddy merupakan teman akrabnya pak Gaiiro (ayah mertuaku)dari kecil, yang saat SMA dia pergi ke Angrenia dan belajar disana. Sekarang pulang ke kampung halaman bersama anaknya untuk mengunjungi restoran yang ada di kota ini dan juga untuk mengunjungi teman akrabnya dulu.
Valen sekarang berumur 23 tahun, 5 tahun lebih muda dari YuuGi. Gadis blasteran lokal dengan ibunya dari Angrenia, dia sama sekali tidak mirip dengan ibunya tapi lebih mirip dengan ayahnya yang tampan.
Dan tentu saja maksud kedatangannya yaitu mempertemukan YuuGi dengan Valen, dengan kedok saling melepas rindu antar teman yang sudah lama tak berjumpa. Mungkin Pak Eddy tidak tau kalau sebenarnya YuuGi sudah menikah 12 kali dan sekarang masih mempunyai seorang istri yaitu aku sendiri.
"Oh my God! Apa ini? Bajunya sangat murah~ I don't like this!" Kata Valen yang daritadi hanya membolak-balikkan baju yang ada di toko bergengsi itu. Hingga membuat pekerja toko kewalahan meladeninya, hingga pada akhirnya managernya datang.
"Jika anda tidak mempunyai uang untuk membeli,lebih baik anda keluar sekarang juga. Masih banyak pelanggan yang layak di layani, bukan cuma anda yang daritadi hanya membolak-balikkan baju tapi tidak membelinya " Kata manager toko yang kesal dengan kelakuan Valen yang dari 1 jam lebih terus membolak-balikkan baju dan bilang baju itu terlalu murah dan modelnya ngga bagus.
__ADS_1
"What do you mean? Aku tidak bisa membelinya? Jangan bercanda! Aku akan beli dari sini sampai sana! bungkus sekarang!" Kata Valen yang tidak terima dengan kata-kata manager toko, dan akhirnya terprovokasi untuk membeli semuanya.
Dan tentu saja semua karyawan merasa senang dan managernya juga bahagia. Karena kalau di lihat dari penampilannya Valen memang terlihat kaya, dan orang kaya biasanya tidak terima jika dibilang tidak mampu untuk membeli baju yang harganya tidak mahal baginya. Akhirnya mereka terprovokasi dan membelinya, itulah taktik dagang yang sangat efisien.