Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter39 Ada yang tegang tapi bukan tiang


__ADS_3

TRIRING~TRIRIRING~


Suara dering teleponnya YuuGi di rumah sakit, dia daritadi menunggu Glory yang tak kunjung datang padahal sudah lebih dari 1 jam sejak dia keluar tadi.


"Ya halo?" Sapa YuuGi menerima telepon


"Halo Tuan, ada berita buruk hari ini. Di resto tempat Nyonya Muda makan ada kasus pembunuhan dan satu pelayan yang menjadi korban." Lapor orang yang menjadi penguntitnya Glory karena di suruh menjadi mata- mata.


"Siapa targetnya?" Tanya YuuGi serius setelah mendengar Nyonya Muda di sebut


"Nyonya Muda sendiri Tuan, tapi karena tembakannya meleset Nyonya Muda selamat. Sekarang Nyonya Muda sedang di bawa pulang oleh Gen si kepala pelayan di rumah anda." Jelas orang itu. YuuGi terkejut mendengar kalau targetnya adalah aku. Wajahnya memerah karena marah, dan segera mematikan teleponnya.


"GLORY? Sialan! Siapa yang mau membunuh istriku?" Kata YuuGi geram, dengan cepat dia mencopot infus yang sedang dia kenakan. Bangun dan berjalan tertatih-tatih keluar kamar pasien. Berjalan dengan tangan memegangi tembok.


YuuGi tidak bisa tinggal diam setelah mendengar kalau istrinya mendapatkan kecaman dari para pengusik kurang ajar.


.....


Sementara itu, di rumah nya ayah Hirahara, Marian sedang bersantai di ruang tamu sambil menonton siaran televisi layaknya miliknya sendiri. Dia melihat berita terbaru di salah satu channel tv


'Di informasikan kepada para pemirsa dimanapun anda berada. Telah terjadi kasus pembunuhan di sebuah resto di kota yang berdekatan dengan rumah sakit Usada, yang menewaskan satu orang pelayan resto yang sedang bekerja. Menurut para saksi yang ada di TKP, tembakan itu sebenarnya tidak bertujuan mengenai si pelayan resto, melainkan salah satu pelanggan resto tersebut yang sedang memesan makanan. Karena tembakannya meleset akhirnya mengenai si pelayan. Kami dari pihak kepolisian kota akan segera mencari siapa pelaku yang sangat meresahkan ini. Sekian informasi dari kami, sampai jumpa!"


Dengan seksama Marian menonton berita yang sangat baru ini, tapi dia salah fokus saat melihatku ada di layar televisi karena tertangkap kamera sedikit. Dia buru-buru mengambil teleponnya dan meneleponku

__ADS_1


Marian sangat panik menanyakan bagaimana keadaan ku sekarang. Aku yang sedang panik karena di kejar mobil biru yang tak di kenal, tidak menjawab pertanyaannya Marian dan langsung mematikan teleponnya.


"Apa-apaan ini anjir? Kenapa ada yang ngejar kita Weh pak kepala pelayan! Nyetirnya yang ngebut dong!"Kataku panik sambil terus menyalahkan pak kepala pelayan


"Jika kita ngebut, nanti bisa bahaya Nyonya. Kita jalannya santai saja anggap saja tidak pernah melihat mereka yang terus mengikuti kita" Sahut pak kepala pelayan tenang banget cok


"Kalau gitu kita berhenti saja, kita tanyakan apa maksud mereka mengejar kita" Ajakku


"Itu malah semakin berbahaya nyonya, anda tinggal duduk diam saja. Saya tidak jadi membawa anda pulang ke rumahnya Tuan YuuGi tapi kita akan berbalik menuju ke kantor. Lebih mudah meminta bantuan ke sana daripada mereka mengetahui dimana rumah Tuan YuuGi sebenarnya, bisa berabe kasusnya" Jelas pak kepala pelayan, aku hanya diam karena tidak mengerti dan mengikuti apa yang di katakan oleh pak kepala pelayan saja.


Di perempatan jalan, yang seharusnya terus lurus tapi pak kepala pelayan membelokkan arah ke kanan. Mobil biru itu juga ikut belok ke kanan, sebenarnya apa sih yang mereka mau. Takutnya mereka adalah pembunuh yang menargetkan aku sebagai targetnya, kalau aku keluar sekarang bisa bahaya.


.....


"Sial! Sial! Sial!" Esa mengamuk, dia menampar semua pekerja yang berderet di depannya. Semuanya diam menerima pukulan dari Esa


"Apa? Kenapa kalian diam? Kalian tau? Nyawaku dalam bahaya berkat kalian aku sangat bahagia sekarang dan sangat berterimakasih kepada kalian semuanya!" Teriak Esa dengan nada tinggi


"Maafkan kami, ini semua salah kami" Sahut salah satu orang yang tadi di pukuli


"Ya itu memang salah kalian! Apa yang akan kalian lakukan untuk menebus kesalahan kalian?" Tanya Esa


"Kami akan melakukan apapun yang anda mau " Jawab salah seorang lagi

__ADS_1


"Apapun? Apa kalian akan mengecewakanku lagi?"


"Kami berusaha agar tidak mengecewakan anda Tuanku"


"Ahh sialan! Pergi sana! Jangan datang jika takku suruh! Cepat!" kata Esa yang kemudian duduk di sofa putar. Tangannya memegang kening


.....


Sementara itu di rumah sakit, YuuGi mau pulang naik taxi tapi hal itu di ketahui oleh salah satu perawat yang melayani ruang pasien yang di tempati YuuGi.


"Pak! Anda kan masih belum pulih! Anda belum di ijinkan untuk pulang pak! Tolong kembali ke kamar anda, saya mohon!" Kata perawat itu seraya memapah YuuGi rencananya mau balik ke kamar. Tapi YuuGi menepisnya dengan kasar


"Istriku dalam bahaya, aku tidak bisa hanya berbaring diam begitu saja!" Jawab YuuGi seraya mengambil handphone di sakunya.


"Rey! Cepat cari siapa pelaku yang mau membunuh istriku, aku tunggu selama 3 jam! Jika kau tidak menemukan pelakunya dalam kurun waktu 3 jam, siap siap nyawamu melayang!" Ancam YuuGi ke salah satu anak buahnya yang terpercaya. Belum sempat menjawab telepon sudah di matikan.


"Pak! bapak mau kemana?" Teriak suster yang daritadi tidak di hiraukan oleh YuuGi, dan ditinggal pergi gitu aja.


Mobil hitam yang tak tau darimana datang menjemput YuuGi, ngebut dan menghilang secara cepat.


....


Di tengah ketegangan yang ada, mobil biru itu terus membuntuti mobilku. Secara terpaksa pak kepala pelayan menghentikan mobilnya. Mobil biru di belakang pun ikut berhenti, itu maksudnya apa sih. Pak kepala pelayan menyuruhku untuk tetap waspada dan dia pun turun dari mobil menghampiri mobil biru di belakang.

__ADS_1


__ADS_2