Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter43 Di balik keromantisan ada keguncangan hati


__ADS_3

Di luar kota*


Di sebuah taman yang penuh dengan aura keromantisan, Roka dan Valen duduk berdua di sebuah kursi taman yang terbuat dari besi. Di pagi itu mereka berdua sedang menjalankan olahraga ringan yaitu lari pagi di taman. Terlihat mereka berdua sangat dekat, sepertinya mereka sudah mulai jadian sejak acara pendekatan saat YuuGi kecelakaan itu.


Valen yang cantik, manis dan manja itu sangat cocok dengan Roka yang baik, perhatian dan pengertian. Padahal diawali dengan guyonan ayah mertua Gaiiro dengan Pak Eddy ayahnya Valen, siapa sangka mereka berdua benar-benar bisa saling jatuh cinta.


"Sayaanggg, aku lelah banget... Kita istirahat disini dulu yah, aku maunya lebih lama lagi, karena udaranya segar banget di pagi ini apalagi saat di temenin sama kamu kayak gini... hmps jadi makin segar rasanya" Kata Valen memelas sambil memeluk lengan Roka yang berotot dengan sikap manjanya.


Roka melihat ke arah Valen dan kemudian memeluknya dengan hangat. Keserasian dan kemesraan mereka berdua pun menjadi pusat perhatian orang orang yang sedang olahraga di taman itu juga. Siapa tau kalau Roka yang dari awal sangat susah menyukai perempuan, sekarang menjadi bucin parah sama Valen berkat permainan jodoh jodohan orang tua mereka waktu kecil.


"Iyaa apa sih yang ngga buat kamu. Tapi kita ngga bisa terlalu lama ada disini, karena bentar lagi aku akan menemui partner kerja yang akan menandatangani dokumen rahasia antar organisasi." Jawab Roka. Dia kemudian bersandar di kursi taman, sementara Valen bersandar di bahunya yang lebar.


"Haiss sayang kok kamu gitu sihh, kan aku bareng kesini niatnya mau liburan bareng kamu berdua aja gitu. Masa kerja sihh, aku mauu ikuttt" Rengek Valen memonyongkan bibirnya. Roka tertawa kecil melihat wajah imut tunangannya itu.


"Ngga bisa dong, kan aku dari awal mau ke kota ini kan untuk urusan kerja. Kamunya aja yang minta ikut merengek-rengek padahal ayahmu ngga mengijinkan" Roka mencubit bibir monyongnya Valen


"Ihhh ayaang sakitttt tau!" Valen balas mencubit hidungnya Roka hingga Roka kesakitan.


"Valen jangan keras keras dong, ini hidung nanti copot kalau di tarik tarik gitu"


"Ndakk kok, ayang aja yang nakal makanya aku balas juga"

__ADS_1


"Hahaha"


Canda tawa mereka membuat siapapun yang melihat pasti akan merasa iri. Bukan hanya itu saja, kedekatan mereka sudah mencapai hubungan yang mulai serius. Karena umur mereka sudah pada dewasa mereka harus cepat cepat memikirkan tentang pernikahan.


Dilihat dari keasyikan mereka berdua, sepertinya Roka belum mendapatkan kabar dari rumah kalau Glory (aku) sekarang sedang dalam bahaya. Hidup terkurung dengan orang yang tak di kenal.


.....


Di dalam perjalanan menuju ke ruangan bawah tanah tempat transaksi narkoba, YuuGi terkadang kadang merasakan kesemutan di kaki kirinya yang masih belum pulih total. Tapi rasa sakit itu bisa dia singkirkan dengan semangat yang ada untuk menemukan istrinya.


Sesampainya di bangunan yang dibangun seperti rumah biasa itu, YuuGi dan Rey segera masuk ke sana. Masuk ke dalam dan kemudian menemukan pintu untuk masuk ke ruangan bawah.


"Selamat datang Tuan YuuGi, ada ap---"


"Dimana Glory?" Tanya YuuGi memotong kalimat sapaan dari Kenzo yang masih terlihat kebingungan itu.


"Hamster Tuan?" Tanya Kenzo


"Iyaaa istriku, memang siapa lagi?" Jawab YuuGi kesal


"Maaf Tuan tapi dari kemarin malam saya ada disini tidak dapat melihat Nona Hamster ke tempat ini. Terakhir saya melihatnya sebulan yang lalu Tuan" Jawab Kenzo dan itu adalah jawaban yang sangat tidak ingin YuuGi dengar. Tapi mau bagaimana lagi, YuuGi tidak tau harus mencari istrinya dimana padahal ini masih pagi tapi dia sudah sangat lelah bahkan belum makan.

__ADS_1


"Sebulan yang lalu ya, jadi di bulan ini dia tidak pernah ke sini?" Tanya YuuGi lagi mencoba menetralkan emosi


"Pernah Tuan" Jawab seseorang yang datang dari ruangan sebelah, dia adalah Semut. Dia orang yang paling kenal dengan Hamster sebagai nama samarannya Glory. YuuGi langsung menoleh ke arah Semut dan siap menunggu Semut sampai di depannya.


"Kapan terakhir kali kau melihatnya?" Tanya Rey menggantikan YuuGi bertanya


"Sekitar 2 Minggu yang lalu Tuan, 2 hari sebelum Tuan mengalami kecelakaan. Nona Hamster kesini dengan sangat terburu-buru dia mengambil beberapa gram obat dan kemudian pergi dengan cepat. Saya sempat bertanya itu obat untuk siapa, tapi beliau hanya menjawabnya dengan senyuman dan kemudian menghilang. Saya mencoba berfikir positif, mungkin saja itu obat pesanan dari klien privatnya Nona Hamster. Kan ngga mungkin Nona berbuat macam-macam, jadi saya tidak melaporkannya ke atasan karena ya Nona Hamster sendiri adalah atasan pengelola keuangan terbesar dari bisnis ini yang sudah di percaya oleh Boss besar (Gaiiro)" Jelas Semut bercerita panjang lebar


YuuGi dan Rey saling bertatapan, mereka mencoba bertukar pikiran untuk mendapatkan kesimpulan yang bagus. Tapi sepertinya mereka menemukan jalan buntu, banyak pertanyaan yang ada di pikirannya YuuGi tentang cerita yang di katakan oleh si Semut tadi. YuuGi mencoba bertanya ulang demi meyakinkan cerita tersebut


"Ini beneran terjadi kah? Apa kau cuma bermimpi?" Tanya YuuGi ke si Semut


"Untuk apa saya berbohong dengan Anda, lagian saya juga tidak mendapatkan suap dari siapa siapa. Memangnya Nona Hamster tidak pulang dari kemarin malam ya?" Jawabnya polos. Rey dan YuuGi jadi yakin kalau si Semut ini benar-benar jujur sekarang.


YuuGi jadi berpikir macam-macam, apa Glory memakai narkoba? Jika tidak, kenapa dia mengambil obat tanpa bilang ke anak buahnya terlebih dahulu? Kemana dia bawa obat itu? Bagaimana jika ketahuan sama pihak kepolisian? Banyak pertanyaan pertanyaan yang muncul di pikirannya YuuGi.


Melihat YuuGi yang sedang stress, Rey mencoba menenangkan hati tuannya itu. Dia tau kalau tuannya itu belum sarapan, tapi di jam sekarang sudah lewat untuk jam sarapan dan sudah mau ke makan siang.


"Ahh kalau begitu terimakasih atas informasi yang kalian berikan. Kalian juga bantu cari Nyonya Muda, karena Nyonya Muda kita sedang di culik! Tuan YuuGi lebih baik kita istirahat sebentar, saya akan mengajak Anda untuk makan siang hari ini. Kita lanjutkan pencarian Nyonya setelah makan saja" Kata Rey memapah YuuGi keluar dari tempat sumpek itu. YuuGi setuju


Kenzo, Semut dan yang lainnya terbengong-bengong mendengar Nona Hamster mereka diculik. Siapa yang berani menculik menantu Boss besar organisasi Mafia? Pikir mereka

__ADS_1


__ADS_2