Istri Kedua Yang Istimewa

Istri Kedua Yang Istimewa
Senang Tapi Susah


__ADS_3

Eli pagi ini di buat uring - uringan karena sang kekasih tak memperbolehkan nya pergi bekerja .


" udah lah sayang ayo bangun", ajak Eli karena sang kekasih terus memintanya menemani tidur di atas ranjang kamar yang berukuran sangat besar kamar yang luas nan megah .


Zeyraka Herman Saputra putra tunggal pengusaha kaya raya di kota itu , Raka keturunan keluarga konglomerat yang sudah memiliki istri yang cantik berasal dari keluarga yang kaya raya juga namun tak bisa memberinya keturunan , hingga Raka jatuh hati kepada Eli orang yang tak sengaja menabraknya saat belanja di salah satu super market di kota itu . setiap hari Raka tak berhenti memikirkan Eli seorang gadis polos yang sudah berstatus janda . Raka mengerahkan anak buah nya untuk mengorek informasi tentang Eli hingga Raka mendapatkan data lengkap dari diri seorang Eli bahkan nomor ponsel nya sekaligus , hingga Raka rajin menghubungi Eli dan sampai saat ini , mereka menjalin kasih walau Raka memiliki istri namun ia berniat menjadikan Eli istri kedua karena istri pertamanya tak bisa memiliki anak .


" bentar sayang", jawab Raka dengan santai yang masih setia memeluk tubuh berisi milik Eli dan sesekali meraba bagian tubuh Eli yang menggoda


" tapi ini sudah siang sayang aku harus pergi bekerja", ucap Eli memohon kepada sang kekasih . Eli yang awalnya menolak mentah - mentah ajakan Raka untuk menjalin hubungan karena Raka masih punya istri pun luluh karena Raka tak kehabisan akal untuk itu , Raka juga berbicara jujur kepada sang istri bahwa Eli akan menjadi madu nya , sebenarnya hati Kiran istri sah Raka keberatan dan sakit hati untuk itu , tapi Raka terus menenangkan nya dan menjelaskan alasan yang membuatnya ingin menikah lagi membuat Kiran tak bisa berbuat banyak karena memang Kiran tak bisa memberinya keturunan . sebenarnya bukan hanya itu alasan Eli meragukan hubungan nya dengan Raka tapi karena Eli berasal dari keluarga yang sederhana sedangkan Raka anak dari konglomerat siapa yang yang kenal dengan keluarga Raka pemilik pabrik batu alam terbesar di kota itu . namun Raka meyakin kan Eli bahwa diri nya tak mempermasalahkan itu hingga Eli memberani kan diri untuk memulai hubungan nya .


" berhenti aja kenapa sih sayang kerja nya , aku mampu menghidupi mu dan keluargamu", ucap Raka sambil membuka kancing baju tidur hello Kity yang Eli pakai


" kamu itu sayang selalu saja begitu", cibir Eli , Eli bukan meragukan tanggung jawab Raka untuknya tapi karena Eli tak ingin di cap sebagai benalu di keluarga Raka karena dirinya berasal dari kalangan orang tak berada


" ahh sayang jangan di gigit", ucap Eli saat Raka sudah berhasil membuka semua kancing baju yang Eli gunakan


" tapi itu nikmat sayang", jawab Raka sedikit terkekeh melihat raut wajah Eli yang kesal padanya


" ahh sayang pelan - pelan ", ucap Eli dengan suara yang menahan hasrat menikmati hisapan Raka di dada nya , Raka yang mendengar racauan Eli malah semakin semangat seperti mendapat dorongan untuk terus melancarkan aksinya , Raka menurunkan celana yang Eli pakai dan menghisap dengan sangat rakus inti tubuh Eli , kedua tangan Raka meremas gunung kembar Eli hingga Eli menggeliat merasakan kenikmatan yang luar biasa .


" enak kan sayang?" tanya Raka di sela - sela hisapan nya


" sangat nikmat sayang , ah lebih dalam lagi sayang", erangan Eli menghentikan langkah Kiran yang akan mengetuk pintu kamar itu untuk mengajak mereka sarapan

__ADS_1


walau Eli dan Raka masih berpacaran tapi Raka sudah sering mengajak Eli menginap di ruma nya , padahal juga ada Kiran di sana namun tak menyurutkan niat Raka , Kiran sebenarnya sangat keberatan karena semenjak adanya Eli dia jarang di jamah oleh Raka , Raka lebih memilih berbuat dosa dengan menikmati tubuh Eli yang belum ada kata sah namun Kiran tak bisa berbuat lebih melarang pun percuma karena Raka tipe laki - laki yang keras kepala . hanya dengan Eli Raka akan luluh , mengalah dan menyamping kan ego nya . Kiran berbalik arah dan berlari menuju kamar nya , ia menangis sejadi - jadi nya , kenapa tuhan mengujinya dengan cara sadis seperti ini pikir Kiran .


###


" mau makan apa Pah?" tawar Eli kepada Raka , Eli memang memanggil Raka dengan sebutan Papah begitu juga Raka memanggil Eli dengan sebutan Mamah atas permintaan dari Raka agar hubungan mereka semakin dekat dan membiasakan diri ketika besok ada anak di tengah - tengah mereka . sedangkan untuk Kiran , Raka memanggilnya dengan sebutan sayang terkadang juga sebutan nama saja dan Kiran memanggil Raka dengan sebutan Mas .


" perkedel aja sayang sama spageti itu saus nya jangan yang terlalu pedas", jawab Raka sambil mengotak Atik ponsel mahal miliknya . banyak asisten rumah tangga di rumah mewah nan megah milik Raka itu hingga saat bangun tidur semua nya sudah tersedia


" mbak Kiran kok belum terlihat untuk sarapan bik apa belum bangun?", taya Eli kepada salah satu pembantu di sana


" tadi sudah sampai disini nyonya muda dan berkata akan membangunkan kalian namun bibik lihat nyonya Kiran hanya sampai di depan pintu kamar kalian langsung berlari ke kamar nya", jelas bik Mirna


" apa mbak Kiran mendengar ******* ku tadi hingga mengurungkan niatnya untuk mengajak kami sarapan", pikir Eli lagi


" iya sayang", jawab Raka berdiri sambil mencium kening Eli dan berjalan ke lantai atas dimana kamar Raka dan Kiran berada . Eli memang memilih kamar di lantai dasar dari rumah itu karena ia merasa kecil dan tak perlu bermewah - mewah memakai kamar di lantai atas


semua pembantu yang ada di sana bengong melihat tingkah Raka yang menurut jika Eli yang memerintahkan karena mereka tau bahwa Raka sosok seorang yang dingin arogan dan sangat cuek namun Raka tidak pelit hingga semua pembantunya betah bekerja lama dengan Raka , hanya di hadapan Eli Raka menunjukan sisi nya yang lemah lembut dan penurut


Raka masuk kedalam kamar yang di dalam nya ada Kiran , Kiran sedang berdiri memandang i jalanan dari jendela kamar mereka , karena memang kamar berada di lantai atas hingga terlihat jelas jalanan diluar sana.


" sayang ayo sarapan , ku kira kamu belum bangun", ajak Raka


" aku lagi nggak nafsu makan mas", jawab Kiran menahan isakan

__ADS_1


" kenapa sayang kamu sakit?" tanya raja mendekat dan menempel kan punggung tangan nya di jidat Kiran


" enggak mas , mas makan aja sama Eli nanti jika sudah lapar aku akan makan ", jawab Kiran lagi , Kiran melihat rambut Raka yang masih basah mungkin tadi setelah permainan nya dengan Eli Raka langsung mandi dan baru keluar dari kamar hingga Raka memanggilnya untuk sarapan pikir Kiran , Raka tak tau jika tadi Kiran sempat ke kamarnya untuk mengajak mereka sarapan karena belum sempat mengetuk pintu kamar Kiran sudah lebih dulu mendengar erangan kenikmatan dar bibir Eli yang membuat Kiran mengurungkan niatnya dan memilih kembali ke kamar tanpa sarapan


" ya sudah aku turun dulu", ucap Raka meninggalkan Kiran sendiri lagi


"apa segitu cinta nya mas kamu pada Eli hingga aku marah pun kamu tak merayuku untuk memaafkan mu , apa aku sudah benar - benar tidak ada lagi di hati mu", oceh Kiran sendiri yang sedih akan nasib hidup nya


" mana mbak Kiran Pah m?, tanya Eli yang tak melihat Kiran di belakang Raka saat Raka menuruni tangga


" katanya baru nggak nafsu makan Mah", ucap Raka


" mungkin hati nya sedang gundah Pah kenapa kamu nggak membujuknya?" tanya Eli yang heran dengan Raka


" biarkan saja Mah , nanti ia juga makan kali udah laper", jawab Raka lagi yang tak ingin berdebat


" jangan begitu Pah dia itu tanggung jawab mu , ini yang Raka sukai dari Eli Eli orang yang rendah hati dan selalu mengutamakan perasaan orang lain dari pada perasaan nya sendiri


" udah lah Mah , habiskan makanan nya setelah ini kita mau ke butik untuk fitting baju pernikahan kita dan melakukan foto prewedding", ucap Raka lagi


" langsung nikah Pah?" tanya Eli yang bingung karena Raka belum melamar nya sudah langsung merencanakan menikah


" iya Mah , lebih cepat lebih baik aku tak ingin menundanya lebih lama karena aku sudah ingin sekali mendengar tangisan bayi di rumah ini", ucap Raka , Eli hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat karena menolak atau pun menunda pun percuma Raka tipe lelaki yang tegas dan tak ingin di bantah

__ADS_1


__ADS_2