Istri Kedua Yang Istimewa

Istri Kedua Yang Istimewa
Sangat Sayang


__ADS_3

sore hari tiba setelah kepulangan Tante dan om Eli tadi , Eli bergerak pelan ingin bangkit dari tidur nya , namun badan nya yang lemas tak kuat untuk sekedar berdiri hingga Eli ambruk ke bawah tempat tidur sampai mengeluarkan bunyi " brugh" bik Warti yang mendengar suara keras dari arah kamar Eki langsung meninggalkan pekerjaan nya dan berlari ke arah kamar Eli


" astagfirullah , nona", teriak bik Warti yang syok melihat Eli tergeletak lemas di lantai dengan mata yang terpejam di raih nya ponsel bik Warti yang ada di saku baju nya di sebelah kanan . ia mencari nomor ponsel Raka dan langsung memangilnya


" ada apa bik?" taya Raka yang memang sudah ada dalam perjalanan pulang bersama ibu dan adik laki - laki Eki yang datang dari luar kota naik bus dan Raka jemput di terminal


" non Eli tuan , non Eli jatuh dari ranjang kamar nya dan sekarang tak sadar kan diri", ucap bik Warti sambil terisak


" apa ? kok bisa bagaimana ceritanya bik?" tanya Raka yang terkejut dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit kencang


" saya juga tidak tau persis tuan tadi saya baru menyetrika baju di ruangan sebelah terus dengar suara dari kamar nona Eli saya langsung lari sampai di dalam nona sudah begini", oceh bik Warti yang ikut khawatir kepada Eli


" ya udah bik saya pulang dulu", jawab Raka


" ada apa Raka ?" tanya ibu Eli yang melihat raut wajah Raka seperti orang sedang khawatir


" Eli Bu, Eli jatuh dari tempat tidur dan pingsan", jawab Raka sambil terbata


" kok bisa Ka ?" tanya ibu Eli yang ikut kaget


" entahlah Bu , aku juga belum tau pasti", jawab Raka


" tenang lah nak , hati - hati menjalankan mobilnya nya nanti malah kita yang kenapa kenapa", nasihat ibu Eli walau dalam hati nya juga khawatir akan keadaan sang putri tapi ia tak ingin menunjukan kekhawatiran nya karena takut Raka Tambah gelisah


" sayang bangun", ucap Raka saat sudah sampai di ruma Eli Raka langsung masuk kedalam kamar Eli melihat Eli yang masih terbujur lemas di bawah tempat tidur karena bik Warti tak kuat untuk mengangkat Eli


" sudah tenang aja bik , silahkan keluar aja nggak papa" ucap ibu Eli , bik Warti pun mengangguk dan langsung keluar meninggalkan kamar Eli

__ADS_1


Raka yang langsung mengangkat tubuh Eli dan membaringkan nya di atas ranjang kamar Eli saat dokter pribadi yang ia hubungi tadi sudah datang dan mulai memeriksa keadaan Eli


" gimana keadaanya dok?" tanya Raka yang sudah berlinang air mata di pipi karena tak tega melihat wajah sang kekasih yang sangat pucat dan lemas


" tidak ada yang perlu di khawatirkan , dia hanya mengalami kelelahan yang berlebihan hingga semua makanan yang ia makan akan cepat di serap oleh tubuh mengganti kalori yang bekerja di dalam tubuh nya , saya saran kan ibu Eli ini harus rajin makan minimal 4X sehari sampai kondisi nya benar - benar stabil , jangan di beri makanan yang terlalu pedas atau pun asam dan usahakan ada buah yang ia makan setelah makan nasi juga minum susu jika mau", jelas sang dokter menerangkan membuat semua yang mendengar merasa lega .


" apa ada yang ingin anda tanya kan tuan Raka ?" tanya dokter Han dokter pribadi keluarga Raka


" tidak dok , sudah cukup jelas", Jawa Raka dengan nada yang lemah tak berdaya


" kalau begitu saya permisi dulu , jika vitamin dari ruma sakit kemarin sudah habis dan dirasa masih butuh untuk mengonsumsinya silahkan beli di apotik", jelas dokter itu lagi sebelum keluar dari kamar Eli


" sudah lah nak Raka kan dokter tadi juga sudah bilang jika tidak ada yang perlu di khawatirkan", nasihat ibu Eli yang melihat Raka sangat kacau saat ini


" tapi ini semua karena! ulah ku Bu , aku yang bodoh", jawab Raka menampari wajah nya sendiri


" iya Bu ", jawab Raka singkat


" ibu ke belakang dulu", pamit ibu Eli berjalan keluar kamar Eli yang di ikuti adik Eli di belakangnya , Raka tak menjawab ucapan ibu Eli dia hanya menganggukkan kepala nya saja


Eli yang tak sadarkan diri itu pun perlahan membuka matanya , terasa pusing dan badan nya tak berdaya


" kamu sudah sadar Ma?" tanya Raka saat melihat Eli sudah membuka matanya


" pusing Pa", ucap Eli sambil memegangi kepalanya


" iya Ma Papa tau maafkan Papa", jawab Raka yang masih mengisak

__ADS_1


" kenapa Papa bicara begitu?" tanya Eli walau masih lemas Eli masih bisa berkomunikasi dengan baik dan belum sempat Raka menjawab ibu Eli sudah datang membawa nampan berisi makanan untuk Eli


" lho ibu kapan sampai ? kok nggak bilang kalo mau pulang?" tanya Eli yang terkejut melihat sang ibu sudah berada di sana


" tadi nak , Raka yang menjemput ibu di terminal", jawab ibu Eli yang menaruh nampan yang ia bawa ke atas meja yang ada di kamar Eli


" ibu sehat?" tanya Eli sambil di cium pipi kiri dan kanan nya oleh sang ibu


" sehat nak , itu kamu makan dulu mau ibu suapin ?" tanya ibu Eli


" nggak usah Bu biar mas Raka aja", jawab Eli sambil tersenyum


" ya sudah ibu ke kamar dulu , mau istirahat ", pamit ibu Eli yang sudah merasa sangat capek bahkan adik Eli pun sudah terlelap ke dalam mimpi , Raka dengan sangat telaten dan sabar menyuapi sang pujaan hati , tanpa ada rasa mengeluh dan capek untuk merawat Eli membuat Eli merasa menjadi yang teristimewa


" drtt .. drtt .. drtt .." getaran ponsel Raka membuat nya meletakan piring makanan Eli tertera nama Kiran dari layar ponsel nya


" halo ada apa sayang?" tanya Raka saat sudah menggeser tombol berwarna hijau di layar


" kamu di mana mas , masih di tempat kerja atau sudah di rumah Eli ?" tanya Kiran dari sebrang sana


" udah di rumah Kiran , emang nya kenapa?" tanya Raka penasaran


" oh nggak papa kok mas aku khawatir aja jika Eli tak ada yang menjaga , syukurlah jika kamu sudah ada di sana", jawab Kiran lega , Kiran memang sosok perempuan yang baik hati dan pengertian


" iya sayang aku sudah disini kok , ya sudah ya aku baru menyuapi Eli ", pamit Raka


" iya mas semoga Eli cepat sembuh", jawab Kiran yang langsung mematikan sambungan telfon nya walau hati Kiran sakit karena cinta nya telah di dua kan namun dia tak mau egois , dia memikirkan Raka yang sangat menginginkan anak

__ADS_1


Raka kembali menyuapi makanan dan obat untuk Eli , Eli tak banyak bicara atau pun bertanya karena merasakan badan nya yang sangat lemas dia hanya pasrah dan terbaring di ranjang


__ADS_2