
Eli membuka matanya perlahan ketika mendengar ketukan pintu dari luar kamar nya , kamar yang tadi nya tidak di kunci sekarang jadi terkunci karena Raka yang masuk dan menguncinya , Eli ingin bangkit tapi badan nya yang lemas tak kuat menyingkirkan tangan Raka dari perutnya hingga Eli menggoyangkan tubuh Raka agar Raka bangun dari tidurnya .
" bangun Pa , ada orang yang mengetuk pintu kamar", ucap Eli yang masih mengguncangkan tubuh Raka pelan
" ada apa ma?" Tanya Raka yang mulai membuka matanya secara perlahan
" ada yang mengetuk pintu pa , sebentar aku buka dulu , tadi aku bangunin kamu karena tangan kamu di perut ku terasa sangat berat untuk aku singkirkan", jelas Eli yang ingin bangkit tapi di tahan Raka
" sudah aku aja Ma yang buka in Mama tidur disini aja", ucap Raka yang langsung bangkit dari tidur nya dan langsung membuka pintu tanpa mencuci muka terlebih dahulu karena matanya yang masih mengantuk dan berniat akan melanjutkan tidur setelah membuka pintu
" ada apa Bu?" tanya Raka saat pintu sudah terbuka dan menampakan calon ibu mertua nya di depan pintu kamar Eli
" ini sarapan untuk Eli , apa kalian tak berniat untuk bangun ? ini sudah pukul 10", tanya ibu Eli
" enggak Bu , nggak punya kegiatan ya sudah Bu aku masuk dulu , terima kasih", ucap Raka sopan dan membawa nampan berisi makanan vitamin dan juga obat untuk Eli lalu meletakan nya di meja dekat ranjang Eli , Raka berjalan lagi ke arah pintu
__ADS_1
" mau kemana Pa?" pertanyaan konyol itu tiba - tiba saja terlontar dari mulut Eli
" cuma mau kunci pintu Ma , apa Mama setakut itu jika Papa tinggal?" goda Raka sambil berjalan kearah ranjang dan mencium bibir Eli , ciuman yang niat nya sekilas malah berubah menjadi ciuman panas karena Eli ikut hanyut di dalam nya lalu membuka mulut nya lebar agar Raka lebih leluasa bermain di dalam nya , Raka yang tak mau menyia - nyiakan kesempatan menarik tengkuk leher Eli agar semakin rapat dengan nya Hingga gunung kembar Eli terasa sangat keras ketika menempel di dada bidang milik Raka , cukup lama ciuman itu berlangsung hingga Eli yang sudah kehabisan nafas melepaskan nya , ia menarik nafas dalam - dalam dan membuang nya
" kenapa gitu amat Ma?" goda Raka sambil bangkit ingin mengambil sarapan untuk Eli namun Eli tak memperbolehkan nya
" nanti aja Pa sarapan itu nya masih pengen gini", rengek Eli manja yang tak ingin Raka melepaskan pelukan nya ,
" tapi kamu belum makan Ma , nanti setelah makan Papa janji lebih dari ini", goda Raka lagi membuat Eli tersipu malu
" udah kenyang Ma?" tanya Raka saat Eli sudah menghabiskan sarapan nya dan meminum obat juga vitamin
" udah Pa , gantian papa yang makan sama pasti ibu sudah siapin di meja makan", perintah Eli namun Raka tak bergeming
" pengen nya makan ini aja ma", jawab Raka sambil meremas kedua gunung kembar Eli dengan kedua tangan nya yang sudah sukses membuat Eli mendesah merasakan kenikmatan .
__ADS_1
" kenapa jika disentuh bagian itu kamu langsung terangsang ma?" tanya Raka yang penasaran karena jika cuma ciuman Eli tak bisa langsung merespon tapi kalau gunung kembarnya walau hanya di sentuh langsung bisa mendesah hebat
" enggak tau sayang , aku lebih suka jika dimainin itu nya dari pada yang lain", jawab Eli jujur
" ya sudah aku mainin ya ma?" pinta Raka yang belum sempat di jawab oleh Eli sudah di buka dan di hisap habis - habisan oleh Raka
" sayang ah pelan", desah Eli yang merasakan kenikmatan yang Raka ciptakan karena Raka terus menerus menghisap gunung kembar Eli dan tangan satunya mengusap - usap inti tubuh Eli dengan sangat lembut membuat Eli bertambah nikmat . Raka memang selalu mementingkan segala nya tentang Eli bahkan dia yang terkenal mempunyai gengsi yang tinggi akan raja singkirkan demi Eli , Raka tak menuntut banyak cukup Eli berada di sampingnya itu sudah membuat Raka sangat bahagia .
Raka menurunkan celana yang Eli pakai dan memasukan pusaka nya kedalam milik Eli yang sudah sangat basah hanya karena hisapan di gunung kembar nya . Eli merasakan kenikmatan yang luar biasa itu pun langsung mendesah hebat sampai lupa diri , Raka yang merasa di semangati membopong tubuh Eli hingga Raka di posisi berdiri dan Eli di gendongan nya tergerak keatas kebawah oleh ulah Raka , belum cukup sampai di situ saja Raka mendudukkan dirinya di sofa kecil yang ada di kamar itu dan Eli berada di pangkuannya semua itu Raka lakukan dengan sangat lembut juga tanpa mencabut miliknya .
Raka menghentikan hentakan nya , menghisap gunung kembar milik Eli pelan namun secara bergantian lalu memulai hentakan nya kembali dengan mulut yang masih menghisap .
Eli benar - benar di buat lupa diri oleh seorang Raka , karena itu Eli selalu memanjatkan rasa syukur nya selain Raka orang yang kaya raya , dia juga sangat lembut memperlakukan Eli .
hampir 1 jam Raka beralih - alih posisi untuk mencapai ******* nya hingga keduanya kembali terkulai lemas tak berdaya di atas ranjang kamar Eli tanpa mengenakan busana mereka memasuki alam mimpinya lagi .
__ADS_1