Istri Kedua Yang Istimewa

Istri Kedua Yang Istimewa
Trauma


__ADS_3

pagi pun datang Eli mengerjapkan mata nya secara perlahan , ia merasa ada benda yang menghimpit perut nya, lalu Eli menoleh ke arah kiri ternyata ada Raka yang tidur di samping nya dan melingkarkan tangan nya di perut Eli . Eli tak mengetahui jika Raka semalam tidur seranjang dengan nya karena sehabis makan dan meminum obat Eli langsung tertidur pulas ada sedikit kandungan yang menyebabkan mengantuk dalam obat yang harus Eli minum .


" Papa ayo bangun", ucap Eli sambil mengguncangkan tubuh Raka


" apa Mama membutuhkan sesuatu ?" tanya Raka yang langsung membuka matanya untuk sang pujaan hati


" tidak Pa , tapi hari sudah pagi apa Papa tidak akan berangkat bekerja?" tanya Eli sambil mengusap wajah tampan milik Raka , Eli berfikir kenapa dirinya bisa jatuh hati kepada seorang Raka yang umurnya sudah hampir dua kali umur Eli , tapi Eli tak bisa menampik pesona Raka yang tampan berwibawa wajah nya tegas dan penuh karisma bukan karena soa harta karena Eli sering menolak pemberian Raka jika di rasa itu berlebihan .


" tidak Ma , aku tak kan membiarkan mu di rumah sendiri lagi aku sedikit trauma dengan kejadian kemarin", jawab Raka mencium gunung kembar Eli


" sayang geli ", ucap Eli


" maaf kan aku sayang yang telah lalai dalam menjaga mu", ucap Raka kemudian


" itu buka salah mu sayang , kemarin aku hanya ingin bangkit dari tidurku untuk ke kamar mandi tapi seluruh badan ku terasa lemah tak berdaya bahkan kaki ku tak mampu menopang tubuhku", jelas Eli


" kenapa kamu tak meminta tolong bik warti?" tanya Raka sambil memandang wajah imut Eli


" aku takut menggangu pekerjaan nya sayang", jawab Eli lagi , Raka mengulum senyum nya calon istrinya ini memang sangat pantas untuk di perjuangkan karena ia selalu mengutamakan orang lain dari pada dirinya sendiri


" di rumah kan sudah tambah ada ibu dan adik ku Pa jadi kamu tak perlu khawatir , pergilah bekerja", ucap Eli


" enggak mau Ma aku nggak mau ambil resiko , jika kejadian kemarin terulang kembali siapa yang mau tanggung jawab , jangan larang aku untuk menjagamu", jawab Raka


" ya sudah lah Pa jika itu mau mu , yang penting aku tak pernah melarang mu untuk pergi bekerja ", kesal Eli


" iya sayang", ucap Raka

__ADS_1


Eli memindahkan tangan Raka yang tadinya melingkar di perut nya ia pindah kan di guling yang ada di samping nya


" Mama mau kemana?" tanya Raka yang heran karena posisi nyaman nya terusik


" mau ke kamar mandi Pa , bisa bantu aku ? kenapa tubuhku tak kunjung punya tenaga", kesal Eli karena saat Eli hendak bangkit tubuhnya tak kuat dan Eli mengurungkan niatnya lalu kembali duduk , Raka langsung membopong tubuh Eli dan mambawa nya ke arah kamar mandi .


" aku bisa jalan sendiri Pa , hanya butuh tumpuan saja", oceh Eli saat di dalam gendongan sang kekasih


" itu akan memakan waktu lama Ma , nanti malah keburu keluar disini", jawab Raka Sambil sedikit terkekeh


" kamu itu Pa , selalu saja begitu", ucap Eli tambah kesal


Raka menurunkan Eli di dalam kamar mandi walau Eli sempat menolaknya tadi


" kamu yakin bisa sendiri tanpa bantuan ku Ma ?" tanya Raka meyakinkan Eli sebelum keluar dari kamar mandi


" yakin Papa , nanti aku panggil Papa jika aku tak mampu", jawab Eli , Raka menganggukkan kepala nya pelan dan berjalan keluar kamar mandi setelah 15 menit Raka menunggu , Eli akhirnya berjalan keluar dengan bertumpu tembok di dalam kamar mandi itu terlihat sangat kasihan jika melihat nya , Eli yang sangat pucat dan tak berdaya .


" Mama kira Papa sudah pergi dari sini", jawab Eli lemah


Raka langsung membopong tubuh Eli dan menidurkan nya kembali di ranjang kamar itu


kamar Eli yang semula sederhana dan berukuran sedang , ranjang yang hanya muat sekitar dua orang dan tanpa kamar mandi di dalam nya telah Raka rombak habis - habisan menjadi kamar yang nyaman luas ranjang berukuran sangat besar dan juga membangun kamar mandi di dalam nya , sebenarnya Eli menolak untuk itu tapi Raka tetep kekeh ingin memberikan Eli kenyamanan dan mau tak mau Eli pun menerimanya


∆∆∆


setelah sarapan Eli meminta Raka untuk membawa nya sekedar berjalan - jalan keluar rumah karena beberapa hari di kurung di kamar membuat Eli sangat bosan dan sumpek . Raka pun mengiyakan permintaan Eli , Raka mendudukkan tubuh Eli di kursi roda yang ada di sana , kursi roda yang di pakai mendiang kakek Eli .

__ADS_1


" sangat segar", ucap Eli saat sudah berada di luar rumah dan menghirup udara pagi ini


" apa sudah sebosan itu kamu berada di kamar Ma?" tanya Raka sambil mendudukkan tubuhnya di depan kursi roda yang Eli duduki


" iya Pa itu sangat membosan kan ", jawab Eli memandang wajah Raka dari atas kursi roda


" terus bagaimana besok jika malam pertama ? padahal aku akan mengurung mu di kamar selama seminggu ", goda Raka sambil mengupaskan Eli buah apel merah yang adik Eli bawakan


" itu beda cerita Pa", jawab Eli menanggapi godaan sang kekasih


" apa beda nya itu sama - sama membuat mu lemah tak berdaya", ucap Raka lagi


" ini lemah nya karena sakit Pa kalau itu lemah nya karena nikmat", ucap Eli tanpa malu - malu lagi sambil menerima apel yang Raka berikan


" jadi nggak sabar mau malam pertama", Goda Raka terkekeh kecil


" jangan sebut itu malam pertama Pa jika tiap bersama ku kamu melakukan nya", kesal Eli


" kamu memang tak bisa pungkiri itu Ma , karena tubuh mu begitu menggoda dan aku sangat ingin segera menimang bayi", jawab Raka


" iya Papa aku tau itu , tapi Pa apa mbak Kiran tak sakit hati ? jika aku jadi mbak Kiran ntah lah aku bisa atau tidak menjalaninya", ucap Eli yang tiba - tiba teringat bahwa ada Kiran di antara mereka


" dulu dia yang meminta ku untuk menikah lagi Ma , karena dia merasa belum bisa memberikan kebahagiaan yang utuh untuk ku , maka dari itu aku memilih mu", jawab Raka menenangkan hati Eli yang sedang gelisah


" jika nanti kita sudah punya anak aku tak ingin perhatian mu hanya tertuju pada ku atau anak kita , aku ingin kau berlaku adil dan memperhatikan mbak Kiran juga walau ia tak bisa memberimu keturunan", jelas Eli


" iya Mama kamu tak perlu khawatir soal itu", ucap Raka yang sangat bersyukur akan memiliki dua istri yang mempunyai hati lembut dan juga pengertian

__ADS_1


" ayo masuk Pa , matahari nya mulai memanas", ajak Eli yang sudah merasa cukup dengan udara yang ia hirup


" ayo Ma", jawab Raka sambil mendorong pelan kursi roda yang Eli duduki


__ADS_2