Istri Kedua Yang Istimewa

Istri Kedua Yang Istimewa
Posesif


__ADS_3

di tengah malam ketika semua orang sedang terlelap untuk tidur , Eli bangun karena mendengar getaran dari ponsel nya , Tertera nama sayang kekasih nya di sana Eli tersenyum kecil dan menggeser tombol hijau agar panggilan video itu segera tersambung .


" ada apa Papa kok malem - malem telfon mama bukannya menghabiskan malam panjang bersama mbak Kiran ?" tanya Eli kepada Raka


" iya mama , aku tau itu ini Kiran juga sudah tidur pulas kok setelah aku beri asupan", jawab Raka sambil terkekeh kecil , tak ada raut wajah cemburu dari Eli karena memang Kiran istri sah Raka dan ia sekedar calon istri yang kedua untuk Raka


" mama kok belum tidur ? apa nggak bisa tidur tanpa papa?" goda Raka


" ngaco papa , mama tadi udah tidur karena denger deringan ponsel ya mama bangun lah , pikir mama ada sesuatu yang penting ternyata cuma pamer kemesraan", jawab Eli sambil terkekeh kecil menanggapi godaan Raka


" bohong , palingan mama lagi mikirin papa yang sedang bersama Kiran ", goda Raka lagi


" tapi papa kan yang nggak bisa tidur tanpa mama?" goda balik Eli


" iyha ma , harus papa akui itu , papa tak seposesif itu pada Kiran padahal Kiran istri sah ku , papa nyaman tidur bersama mama menghisap gunung kembar mama membuat papa lupa segalanya dan melewati tidur panjang tanpa terbangun seperti ini", aku Raka kemudian


" tapi bagaimana pun juga papa tetap harus adil walau nyaman nya papa saat bersama mama mbak Kiran juga butuh itu karena kalian suami istri", jelas Eli


" dulu sebelum kenal kamu , jika mendapat proyek di luar kota papa betah tak tidur bersama Kiran , tapi setelah mengenal mama , papa tak bisa jauh dari mama walau hanya sehari", ucap Raka lagi


" gombal aja terus pa , udah tua juga nggak inget umur", jawab Eli menanggapi


" biarin tua gini mama juga mau kok", ucap Raka lagi menggoda sang pujaan hati


" gimana enggak mau orang di ikutin dan di paksa terus", kesal Eli karena saat pertama Eli bertemu dengan Raka Eli menjalin kasih dengan pria namun Raka berusaha menghalangi kedekatan mereka hingga Eli terpaksa menerima Raka yang tadinya ia tolak , namun seiring berjalan nya waktu rasa terpaksa itu hilang karena perlakuan manis Raka kepada Eli , bukan sebab harta Eli menerima itu semua karena kenyamanan yang ia rasa


" kamu memang tak pernah salah sayang", ucap Raka sambil tersenyum memandangi gunung kembar Eli yang hanya tertutup tank top warna kuning yang Eli pakai sehingga terlihat jelas menggoda kedua benda itu karena Eli memang tak pernah memakai bra ketika tidur

__ADS_1


" papa lihatin apa?" tanya Eli galak


" lihat itu ma , papa pengen", rengek Raka membuat Eki punya ide bagus untuk mengerjai Raka , Eli mengeluarkan salah satu gunung kembar nya dan mengusap - usap nya pelan


" pengen ini pa?" tanya Eli dengan nada bicara yang di buat menggoda


" mama jangan memancingku", ucap Raka frustasi jika tak menginat ini sudah sangat malam pasti Raka saat ini sudah di perjalanan ke rumah Eli


" ini Pa , ahh enak sekali", goda Eli lagi sengaja ia buat sambil mendesah biar Raka tambah pusing


" Mama", ucap Raka sedikit ketus karena Eli terus menggodanya


" lha itu samping papa ada kenapa harus marah tinggal buka terus di hisap kan bentuk nya sama aja pa", jawab Eli sambil terkekeh geli dengan tingkah nya sendiri dan menutup kembali gunung kembar nya dengan tank top yang ia pakai


" tapi beda ukuran nya ma", ucap Raka lemas


Raka nampak berpikir membayangkan permainan nya ketika bersama Kiran tapi ia merasa permainan nya tak seganas jika sedang bermain bersama Eli , walau dengan Eli mereka berzina tapi Raka merasakan kenikmatan yang luar biasa .


" kenapa diem aja pa? lagi bayangin yang dulu - dulu ya", goda Eli lagi membuat Raka tersadar dari lamunannya


" iya ma , kenapa bermain bersama mu terasa begitu nikmat ma", aku Raka lagi


" itu karena papa mencintai mama , sedangkan saat sedang dengan mbak Kiran , mbak Kiran yang mencintai papa itu sebab nya papa lebih agresif jika bersama mama", jelas Eli


" apa memang begitu ma?" tanya Raka bingung


" iya memang begitu pa , tapi tetep di ingat pa mbak Kiran adalah istri sah mu yang pertama jadi dahulukan mbak Kiran sebelum mama", tegas Eli yang tak ingin jika Raka hanya terfokus pada dirinya dan mengabaikan Kiran

__ADS_1


" iya mama , mau lihat itu lagi ma", pinta Raka menunjuk gunung kembar Eli


" ini ?" tanya Eli menggoda


" iya ma , buka in buat papa", pinta Raka lagi


" nggak mau", jawab Eli santai dan menutupinya dengan selimut


"awas aja nanti ma, akan papa pastikan itu lecet di mulut papa", ancam Raka namun tak membuat Eli takut


" siapa takut ", jawab Eli sambil menjulurkan lidahnya .


tak di sangka oleh Eli Raka mematikan sambungan telfon nya lalu bergegas ke rumah nya padahal waktu menunjukan pukul 3 pagi tak membuat Raka menurunkan niat nya. Karena godaan sang kekasih membuat Raka frustasi dan sangat menginginkan nya karena beberapa hari terakhir Raka hanya bisa mengusap nya pelan jadi Raka benar - benar menahan hasratnya dan sekarang akan ia tumpah kan hasrat itu


30 menit kurang lebih perjalanan yang Raka tempuh menggunakan mobil sport kesayangan nya .


Raka dengan tergesa membuka pintu rumah Eli yang Raka sendiri sudah tau seluk beluk rumah itu dan pintu yang bisa di buka dari luar saat di kunci ia berjalan ke arah kamar Eli yang memang tak di kunci terlihat Eli mengulum senyum melihat kedatangan Raka


" apa sudah sangat tidak sabar Pa?" goda Eli saat Raka berjalan mendekatinya


" mama akan menyesal telah menggoda papa" ucap Raka yang langsung membuka selimut yang menutupi tubuh Eli . menanggalkan pakaian yang Eli pakai dan menghisap gunung kembar Eli dengan sangat rakus tanpa ampun.


" ahh pap-pa", racau Eli tang merasakan kenikmatan ketika Raka menghisap gunung kembarnya secara bergantian


" gimana ma masih nggak kapok godain papa?" tanya Raka menghentikan aksinya saat Eli menggeliatkan tubuhnya


" enggak lah Pa , karena itu tadi sangat nikmat , apa lagi jika papa hisap yang itu", jawab Eli malu - malu menunjuk inti tubuhnya tanpa aba - aba Raka menuruti keinginan sang pujaan hati . Eli saat ini sudah mabuk kepayang karena kenikmatan yang Raka ciptakan setelah pelepasan pertama untuk Eli Raka menancapkan miliknya kedalam milik Eli dan bergerak sesuka hatinya , Eli tak melarang itu karena ia juga menikmati nya . kamar yang semula dingin karena AC tiba - tiba menjadi panas karena permainan Raka , tubuh mereka berdua di penuhi peluh keringat kenikmatan hingga keduanya lemas terkulai di ranjang kamar Eli

__ADS_1


__ADS_2