
" jangan lupa makan sayang , maaf aku belum bisa pulang", isin pesan Raka yang ia kirim ke Kiran sang istri pertama
" iyha mas , kamu juga jangan terlalu lelah nanti malah jatuh sakit", balasan dari Kiran kemudian
" siap , aku menyayangimu", balas Raka lagi dan langsung menaruh ponsel nya diatas meja rias milik Eli
" aku juga mas ", balasan kiran yang sudah tak di buka ataupun di balas oleh Raka karena Raka menyusul Eli di ruang tamu yang sedang ngobrol dengan ibu dan beberapa tamu yang ada di sana
" udah selesai Pa mandinya?" tanya Eli saat melihat Raka sudah rapi dan berjalan mendekatinya
" sudah kok Ma", jawab Raka sambil mendudukkan pantat nya di kasur yang Eli duduki , karena memang di ruang tamu ada kasur yang Terletak di depan televisi , sebenarnya juga ada sofa tapi karena kekuatan yang Eli punya belum seberapa jadi mereka memilih duduk di lantai dan Eli duduk di kasur
" Papa sarapan dulu sana , tadi Papa kan cuma nyuapi Mama aja tapi Papa belum makan", tawar Eli
" iya nanti aja Ma gampang", jawab Raka
" sekarang Pa kalo nanti udah beda cerita", pinta Eli , Raka pun tak bisa menjawab atau pun menolak lagi ia bangkit mencium kening Eli walau ada beberapa orang di sana tak membuat Raka malu dan berlalu pergi ke meja makan
" kamu sangat beruntung Eli", ucap salah satu tamu yang datang menjenguk Eli
" iya alhamdulilah , dulu aku tak pernah merasakan kebahagian tapi sekarang tuhan seperti menjawab semua doa - doa ku sejak lama hingga aku di pertemukan dengan nya orang yang baik pengertian lemah lembut dan juga penyayang", ucap Eli yang sangat bersyukur karena bisa menjadi bagian hidup Raka walau menjadi yang kedua .
" jangan lupa dia kaya raya juga ", celetuk tamu yang satu nya lagi
" iya dia kan sangat kaya Raya kenapa kamu tak meminta barang - barang yang belum kamu punya El ?" tanya ibu - ibu tamu tadi
__ADS_1
" bagi saya harta tak penting Bu , yang penting perlakuan dia terhadap saya", jawab Eli santai Raka yang sudah selesai dengan sarapan nya dan akan menyusul perkumpulan wanita ini tiba - tiba menghentikan langkah nya mendengar penuturan Eli tadi , Raka mengulas senyum nya sangat lebar karena Eli benar - benar wanita idaman yang sangat berbeda dengan kebanyakan wanita di luar sana yang biasa nya hanya mengincar harta tapi ini justru Eli tak perna sekali pun memikirkan harta karena yang Eli ingin kan hanya lah kebahagiaan , apa guna banyak harta jika tak bahagia itu yang selalu ada dalam pikiran Eli
" sudah selesai Pa?" tanya Eli yang melihat sang pujaan hati keluar dari arah meja makan
" sudah kok Ma , apa Mama mau istirahat di kamar?" tawar Raka karena melihat Eli yang lemas
" nggak usah Pa disini aja , Mama cuma pengen makan mie ayam Pa", rengek Eli kepada Raka yang tak mungkin bisa Raka tolak karena Eli minta rumah pun akan Raka beli kan apa lagi cuma minta mie ayam , walau Raka seorang konglomerat tapi dia tak pernah bersifat sombong , dia anggap semua nya itu sama tak ada yang di atas atau pun di bawah itu yang membuat semua orang kagum dengan nya
" ya sudah Papa belikan dulu Ma", pamit Raka
" enggak usah Pa , minta tolong adik aja Papa disini", pinta Eli dengan nada manja walau masih ada tamu tak membuat keromantisan kedua insan yang sedang bucin - bucin nya ini surut justru mereka ingin memperlihatkan keharmonisan mereka kepada orang biar tak ada yang mengganggu rumah tangga mereka
" ya sudah aku suruh adik dulu Ma , sebentar", pamit Raka lalu beranjak mencari adik ipar nya
" kalo begitu kami pamit dulu bu , Eli semoga lekas sembuh seperti sedia kala", pamit sang tamu ingin undur diri dari rumah Eli
Eli yang ingin ikut bangkit dari duduk nya pun terjatuh lagi karena memang belum punya tenaga untung Raka sudah ada di saa dan dengan sigap mecadangi tubuh Eli hingga tak jatuh ke lantai .
" Mama kalau belum kuat untuk berdiri tak usah di paksa Ma itu akan berbahaya bagi tubuh Mama", nasihat Raka
" iya Pa aku kira tubuhku sudah kuat tapi ternyata memang belum ada tenaga", jawab Eli
" aku mau tidur di kamar aja Pa", pinta Eli setelah tamu nya pergi
" iyha sebaiknya kamu istirahat nak", ucap ibu Eli membenarkan , Raka pun membopong tubuh Eli dan membawanya masuk kedalam kamar . Raka menidurkan Eli dengan sangat pelan dan berhati - hati
__ADS_1
" Pa kenapa tubuh ku jadi seperti ini ya, sama sekali tak ada tenaga nya", ucap Eli yang frustasi dengan keadaan nya saat ini
" kata dokter kemarin tak ada penyakit serius Ma hanya saja asupan makanan yang kamu makan belum sebanding dengan kalori yang kamu butuhkan" jelas Raka yang ikut menidurkan badan nya di ranjang melingkarkan tangan nya di perut sang kekasih
" tapi aku bosen jika harus tidur - tiduran terus setiap hari nya Pa , aku ingin melakukan aktifitas seperti biasa", keluh Eli lagi
" iya aku tau Ma , sabar ya makanya kamu kalo di suruh makan tu nurut walau belum lapar", ucap Raka lagi
" nanti aku akan tambah gemuk Pa jika hanya makan tanpa melakukan pekerjaan", oceh Eli
" tidak apa - apa Ma , aku malah makin seneng karena ini akan semakin padat berisi", ucap Raka menggoda sambil mengusap pelan gunung kembar milik Eli
" alah kau itu Pa udah tua juga masih mesum", celetuk Eli membuat Raka meremas benda yang ia suka
" Papa ahh", ucap Eli ketika Raka ingin membuka baju yang ia pakai terdengar suara ketukan di pintu kamar Eli membuat raja mengurungkan niat nya mungkin itu adik Eli yang sudah datang
" ini Kak mie ayam nya", ucap adik Eli menyodorkan mie ayam yang sudah di taruh di dalam mangkuk dan beberapa buah segar juga obat untuk Eli
" terima kasih dek", ucap Raka sambil menerima nampan yang adik Eli berikan
" iya kak sama - sama , oh iya kak ini uang sisa nya", ucap adik Eli lagi
" udah buat jajan kamu aja", jawab Raka sambil berlalu masuk kedalam kamar Eli dan adik Eli pun berlalu pergi meninggalkan kamar itu dengan senang hati karena mendapat uang sisa beli mie ayam untuk Eli
" ini Ma mie ayam nya, ayo bangun terus di makan", ucap Raka saat sudah berada di hadapan Eli
__ADS_1
" iya Pa terima kasih", ucap Eli sambil bangkit dari tidur nya dengan pelan
Raka menyuapkan mie ayam untuk Eli dengan lembut dan penuh kasih sayang semua orang pasti bakal iri melihat semua ini