
di tepat kerja Eli hanya duduk - duduk saja karena seharian ini salon nya sepi , hingga pertengahan hari ia tak melakukan apa - apa selain buka tutup sosial media . tak berselang lama sang pujaan hati menelfon nya
" halo Ma", sapa Raka saat telefon sudah tersambung
" iya halo pa", jawab Eli tersenyum manis walau hanya telefon suara bukan telefon video
" apa lagi sepi ma kok tumben bisa pegang ponsel , biasa nya sangat sibuk", tanya Raka lagi
" iya ini Pa hari ini sangat sepi", jawab Eli
" nanti pulang kerja jadi ke rumah ?" tanya Raka
" jadi lah pa , mulangin mobil papa pulangkan?" pertanyaan konyol itu tiba - tiba keluar dari mulut Eli
" pulang kok Ma , kenapa harus di pulangin Ma itu kan mobil mama di pake aja di rumah juga nggak ada yang make", oceh Raka
" nggak mau Pa , besok aja kalo udah waktunya", jawab Eli dengan nada santai
" oh iya Ma , ini Papa sudah selesai pekerjaan nya terus mau perjalanan pulang Mama mau di beliin oleh - oleh apa?" tanya Raka
" Mama baru nggak pengen apa - apa nih Pa , cukup Papa pulang aja Mama udah seneng", ucap Eli jujur
" Jadi nggak sabar pengen cepet pulang", jawab Raka
" yasudah Pa hati - hati kalau perjalanan pulang", pesan Eli
" iya Ma , I Love You", ucap Raka dari sebrang sana
" I Love You To", jawab Eli lalu mematikan sambungan telfon ya
∆∆∆
Tak di sangka saat mobil yang Eli kendarai masuk ke gerbang rumah Raka dari arah berlawanan mobil Raka juga terlihat baru datang .
" kenapa bisa barengan ya Pa padahal kita nggak janjian", ucap Eli saat turun dari mobil bersamaan dengan turunnya Raka
__ADS_1
" iya Ma itu tanda nya kita jodoh", ucap Raka sambil tersenyum dan berjalan mendekati Eli
" kamu itu Pah gombal aja", cebik Eli , Eli menjabat tangan Raka dan mencium punggung tangannya kemudian Raka mencium kening Eli mereka berdua bergandengan tangan dan berjalan ke dalam rumah , di dalam rumah ada orang tua Raka yang sedang berbincang - bincang dengan Kiran dengan sangat asyik
" assalamu'alaikum", salam Raka saat sudah di ambang pintu masuk rumah megah itu
" waalaikumsalam , kok bisa sama Eli ?" tanya bunda Raka
" iya ni Bun tadi kebetulan Dateng nya bareng padahal kita nggak janjian", jawab Raka sambil berjalan pelan ke arah soda yang ada di ruang tamu
" bunda sehat?" tanya Eli sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri bunda Raka
" alhamdulilah sehat nak , kamu sendiri bagaimana?" tanya balik bunda Raka
" aku juga baik - baik saja Bun", jawab Eli yang bergantian menyalami punggung tangan calon ayah mertua
" ayah juga sehat kan?" tanya Eli lagi sambil mendudukkan pantat nya di samping Raka
" iya nak Ayah sehat", jawab ayah Raka singkat
" jadi apa kalian sudah mempertimbangkan semuanya?" tanya bunda Raka saat para pembantu selesai menyuguhkan makanan ringan dan minumannya
" sudah bunda , ku harap kalian merestui aku tau ini sangat berat bagi Kiran tapi Kiran juga menyetujuinya", jawab Raka tegas
" apa kamu bisa berlaku adil?" tanya ayah Raka
" bisa yah ", jawab Raka tegas
" nak adil yang di maksud disini bukan hanya soal uang yang kamu kasih , Jangan kamu pikir kamu memberi Eli satu juta terus memberi Kiran satu juta juga itu kau sebut adil , adil di sini meliputi banyak hal pertama kasih sayang, kamu tak boleh pilih kasih jangan karena Eli lebih mudah mungkin juga Eli yang bisa memberi mu keturunan jadi kamu lebih sayang pada Eli , kedua urusan ranjang seperti yang ayah bilang barusan jika punya dua istri harus adil memang Kiran tak bisa memberimu keturunan tapi jangan kamu biarkan Kiran selalu melewati malam panjang nya sendiri walau kamu sudah punya Eli , ketiga baru urusan uang jika kau memberikan uang kepada Kiran tanpa Eli minta pun kamu juga harus memberinya uang karena itu baru bisa di sebut adil , apa kamu siap dengan itu semua?" tanya ayah Raka
" aku sudah memikirkan segala konsekuensi nya yah", tegas Raka membuat bunda dan ayah nya saling pandang tak habis pikir jika Raka secinta ini sama Eli orang biasa yang sangat berbeda kasta dengan mereka tapi mau bagaimana lagi cinta memang buta
" apa kamu sudah siap Eli dijadikan istri kedua oleh Raka ?" tanya ayah Raka kepada Eli
" iya saya siap yah ", jawab Eli
__ADS_1
" El perlu kamu pahami dan kamu ketahui ya , maksud siap disini bukan hanya saat acara pernikahan kalian tapi maksud siap disini mental kamu apa kamu yakin tidak akan cemburu jika Raka membagi waktunya dengan Kiran?" tanya ayah Raka lagi
" saya berfikir jika mbak Kiran lah yang perlu mas Raka prioritaskan yah karena saya yang kedua jadi tak ada alasan ku untuk cemburu masalah itu", jawab Eli membuat Raka mengulum senyum nya calon istri mudanya ini berpemikiran dewasa dia sosok yang Raka inginkan
" kalau kalian memang sudah benar - benar yakin , ayah dan bunda hanya bisa merestui kalian , semoga rumah tangga kalian di berkahi dan ayah tidak mau dengar adanya perceraian jika itu terjadi penyebab nya kamu Raka", ucap ayah Raka tegas
" untuk kamu bagaimana Kiran?" tanya bunda Raka
" aku menyadari Bun jika aku tak bisa memberi mas Raka ana yang memang sudah ia inginkan seja lama aku tak bisa memberikan kalian keturunan jadi aku menerima semua ini dengan lapang dada asalkan mas Raka tak menceraikan aku karena aku mencintai nya dan semoga dengan ada nya Eli bisa memenuhi keinginan mas Raka untuk memiliki keturunan", jawab Kiran , ayah dan bunda Raka mengulum senyum karena kedua istri Raka sangat lemah lembut dan pengertian
" kalau begitu kabari ibu mu Eli besok malam keluarga kita akan ke rumah mu", ucap ayah Raka yang tau jika ibu Eli tinggal di luar kota bersama ayah tirinya
" tapi aku minta pernikahan nya di adakan Minggu depan yah , karena semua persiapan sudah 90% selesai", ucap Raka lagi ia tak ingin menunggu lebih lama lagi
" iya itu bisa kita bicarakan besok", jawab ayah Raka
" ya sudah kalau begitu bunda sama ayah pamit dulu , karena masih ada urusan", pamit bunda Raka kepada anak dan dua menantu nya ini
" iya Bun hati - hati di jalan", Ucap Kiran , bunda dan ayah Raka melangkah keluar dari ruma sang anak .
" aku pulang dulu ya Pa", pamit Eli yang tak ingin jika Raka menahan nya karena kasihan kepada Kiran jika Raka terus tidur dengan nya
" sebentar Ma , Belum puas memandangnya", jawab Raka sambil memegang tangan Eli
" lah kamu emang pulang nya gimana El ?" tanya Kiran yang tau jika tadi Eli kesini untuk mengembalikan mobil walau itu milik nya
" emang pak sopir kemana mb-ak", tanya Eli gugup karena Raka memeluknya sangat erat
" ya ad di depan", jawab Kiran
" ya nanti aku mau suruh antar sopir kok mbak", jawab Eli
" ya sudah ayo pulang sekarang tapi aku ikut nganter ya ", ajak Raka sambil mencium kening Kiran dan menggenggam tangan Eli untuk mengikuti langkah nya
" aku pulang ya mbak , assalamu'alaikum", pamit Eli sambil berjalan di belakang Raka yang menarik tangannya
__ADS_1
" iya El , hati - hati , waalaikumsalam", jawab Kiran walau Raka dan Eli sudah sampai di parkiran mobil depan rumah itu