
setelah ijab qobul dan acara sungkeman selesai Raka dan Eli berjalan ke ruangan khusus untuk berganti baju .
Eli memilih gaun berwarna pink kalem untuk acara penting nya hari ini . Dengan bando di kepala seperti ratu di kerajaan membuat Eli terlihat sangat cantik nan sexy karena gaun yang ia kenakan pas di badan .
" kamu sangat cantik Ma", bisik Raka tepat di depan telinga Eli
" gombal terus ya Pa?" tanya Eli menanggapi
" enggak kok Ma kamu memang cantik dan juga sexy", goda Raka lagi membuat pipi Eli bersemu merah karena malu
" udah ah Pa , ini tolong naikkan kancing bajunya", pinta Eli karena mereka berganti baju dalam satu ruangan dan hanya ada mereka berdua , tadi saat pihak MUA ingin membantu Raka melarangnya karena tak ingin ada yang melihat indah nya lekuk tubuh Eli .
tak disangka ataupun Eli duka Raka bukan nya menaikkan kancing baju belakang yang Eli pakai dia malah menurunkan nya membuat baju Eli terbuka dan turun hingga gunung kembar terlihat . belum sempat elu menarik gaun untuk kembali menutup tubuhnya Raka sudah menangkap tangan Eli . satu tangan Raka membuka bra yang Eli pakai dan satu tangan memegangi tangan Eli yang akan menghalangi aksi Raka .
" emmptt .. emmptt", suara Raka menghisap gunung kembar Eli dengan rakus dalam keadaan mereka masih berdiri .
" Papa , ahh ay-o udah di tunggu nan-ti malah ada yang masuk", ucap Eli sambil terbata - bata menikmati hisapan Raka namun ucapan Eli tak di dengar oleh Raka dia terus menghisap dengan rakus nya tanpa tau tempat dan kondisi .
" tok.. tok.. tok..", pintu ruangan yang Raka dan Eli pakai untuk berganti baju di ketuk dari arah luar .
" Eli , Raka cepat para tamu sudah datang semua", teriak Bunda Raka dari luar kamar
" iy-a Bunda kami keluar", jawab Eli sambil menahan ******* yang akan keluar dari mulut nya , Raka pun menghentikan hisapan nya karena pasti banyak rekan bisnis yang sudah menunggunya
" kamu itu Pa selalu saja tak tau tempat", gerutu Eli saat Raka sudah menaikan kancing baju Eli
__ADS_1
" biarin Ma , karena itu sangat nikmat", jawab Raka sambil tersenyum tanpa dosa
Raka dan Eli keluar dari ruangan itu dengan senyum yang merekah di bibir masing - masing , rasa syukur tak lupa mereka panjatkan karena hari bahagia ini sudah terlaksana dengan lancar .
" ngapain aja kalian di dalam kamar sekali", kesal Bunda Raka saat Raka dan Eli sudah berada di hadapan nya
" nggak papa kok Bun cuma ganti baju doang", jawab Eli sambil tersenyum
" tapi sambil nakal sedikit Bun", jawab Raka tersenyum
" dasar anak nakal", ucap Bunda raka sambil menjewer telinga Raka
" sakit Bun", rengek Raka saat Bunda nya sudah melepaskan tangan nya dari telinga Raka .
" udah ayo keluar, sudah di tunggu banyak tamu undangan , kalo mau nakal nanti malam nggak ada yang mau ganggu", kesal Bunda Raka lagi
acara demi acara sudah di lalui dengan lancar dan penuh tepuk tangan meriah .
kini tiba saat Para tamu undangan berjabat tangan dan berfoto dengan kedua mempelai , satu persatu tamu undangan berjalan pelan ke arah kursi yang pengantin itu duduki , ucapan selamat serta banyak kado yang Raka dan Eli dapat.
" terimakasih", jawab Eli menyalami satu persatu rekan bisnis Raka yang hadir di sana .
" selamat bro kamu pintar sekali cari daun yang sangat muda ", ucap teman dekat Raka sambil berjabat tangan dan memeluk tubuh Raka dengan tertawa kecil
" siapa dulu dong bro ", jawab Raka dengan nada bangga
__ADS_1
" semoga ini yang terakhir ya bro dan cepat dapat momongan",
ucap teman Raka lagi
" aamiin , makasih bro", jawab Raka
sang teman bergeser menyalami tangan Eli memang tak ad orang yang tak mengagumi sosok Eli yang sangat cantik anggun serta bodi yang sangat menggoda .
" selamat menempuh hidup baru , semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warrahmah", ucap teman Raka
" aamiin , terima kasih , dan nikmati pesta serta makanan nya ", jawab Eli yang hendak melepaskan tangan nya namun tak bisa
" hey bro Jangan lama - lama menjabat tangan istri gue", ketus Raka yang tak suka jika Eli di pandang oleh orang lain
" hehe maaf bro", jawab teman Raka sambil menahan malu karena tersentak kaget sedang menatap Eli .
teman Raka pun turun dari panggung pelaminan dan duduk untuk menikmati hidangan yang ada di sana .
" udah Papa jangan cemberut gitu nggak enak kalo di lihat para tamu undangan ini hari istimewa buat kita", ucap Eli menenangkan Raka yang sedang kesal
" kamu memang sangat cantik Ma sampai semua orang selalu seperti itu kepada mu", puji Raka yang mulai luluh
" kalo aku nggak cantik ya mana mungkin papa suka", jawab Eli sambil terkekeh kecil .
" hehe kamu memang pintar dalam segala hal Ma ", ucap Raka ikut tersenyum .
__ADS_1
hingga sore hari tiba semua tamu undangan sudah satu persatu meninggalkan pesta pernikahan Eli dan Raka , kerabat dekat dan keluarga kedua mempelai pun juga sebagian sudah pulang ke rumah masing - masing , tinggal keluarga inti dari Eli dan Raka yang masih berada di sana .