Istri Kedua Yang Istimewa

Istri Kedua Yang Istimewa
Menjaga Yang Berharga


__ADS_3

tiga hari sudah Eli di rawat di rumah sakit , ia sudah berkomunikasi kepada pemilik salon tempat ia bekerja , ia berbicara tentang perintah Raka tempo hari sang bos pun paham dia sempat juga mengunjungi Eli kesana tapi tak lama haya mampir sejenak melihat keadaan Eli . Eli tak punya penyakit serius tapi calon suami nya yang tak ingin jika Eli kenapa - kenapa karena Eli adalah hal paling berharga baginya yang perlu di jaga .


" gimana keadaan ku Pa , apa aku boleh pulang?" tanya Eli karena sudah tak betah di rumah sakit yang kerjaan nya hanya berbaring saja


" nanti aku bicarakan lagi sama dokter yang menangani mu ya Ma , kalo kemarin sih dokter bilang udah boleh karena tak ada yang perlu di khawatirkan , hanya saja Mama tak boleh kecapekan dan telat makan", jelas Raka lagi


" iya Pa kalo bisa minta untuk pulang ya Mama sudah benar - benar bosan ada disini nggak ngapa - ngapain", jawab Eli


" tu kan baru juga di bilang in jangan kecapekan , udah bandel aja", gerutu Raka yang bangga kepada sang kekasih yang pekerja keras tapi ia juga mengkhawatirkan kondisinya


" bukan begitu Pa", ucap Eli


ketukan pintu dari luar membuat dua insan ini berhenti berdebat .


" masuk", ucap Raka mempersilahkan


" ini makanan untuk ibu Eli , ini vitamin suplemen kesehatan dan ini obat yang harus di minum sebelum makan , apa perlu saya bantu suapi?" tawar perawat menyuguhkan makanan dan obat untuk Eli


" tidak perlu sus , saya saja terima kasih", ucap Raka menerima nampan yang perawat berikan


kemarin ayah dan bunda Raka menjenguk Eli kesana karena orang tua Raka sangat sibuk jadi tak bisa menunggu Eli di sana , Raka tak masuk bekerja semenjak Eli berada di rumah sakit hal itu membuat orang tua Raka bertambah pekerjaan nya karena mengerjakan apa yang seharusnya Raka kerjakan


" makan dulu ya Ma", tawar Raka kepada sang kekasih


" aku bosen Pa makanan di sini tak ada rasanya , minta pada bik Warti untuk mengirimkan ku makanan", pinta Eli , Raka menghela nafas nya panjang ia paling tidak bisa menolak permintaan sang kekasih , di raih nya benda pipih berlogo apel habis di gigit ulat dan menekan nomor telefon rumah Eli


" halo bik, Eli minta bibi mengirimkan makanan kesini , tolong segera ya bik karena Eli dari tadi belum makan", perintah Raka kepada bik Warti


" baik tuan", jawab bik Warti


selang satu jam dari telefon yang Raka lakukan ke bik Warti , sekarang bik Warti sudah berada dalam ruang inap rumah sakit yang Eli tempati . Eli memakan makanan yang di bawa bik Warti dengan sangat lahap karena ia sudah rindu masakan ini

__ADS_1


" terima kasih bik , kamu boleh pulang hati - hati di jalan" ucap Raka


" baik tuan saya permisi dulu , mari nyonya", pamit bik Warti yang berlalu pergi dari kamar itu


kemari bik Warti bahkan Kiran juga menawarkan diri untuk mengganti Raka menunggu Eli di rumah sakit , namun Raka tak menyetujui itu hingga sampai saat ini Raka sendiri yang menunggunya


∆∆∆


" ayah dan bunda menunda kedatangan nya kesini Ma", ucap Raka saat ini mereka sudah di rumah Eli karena tadi siang Eli sudah di perbolehkan pulang oleh sang dokter


saat ini hari sudah malam hingga Raka memutuskan menginap di rumah Eli untuk menjaganya


" iya Pa ngga apa - apa karena aku juga belum pulih kesehatannya ", jawab Eli


" ya udah Ma ayo kita tidur", ajak Raka menyelimuti Eli dan melingkarkan tangan nya di perut Eli


" Papa juga tidur besok Papa harus pergi bekerja", jawab Eli yang merasa nyaman di pelukan Raka


pagi pun tiba Eli membuka mata nya perlahan meraba sisi kiri tubuhnya , semalam Raka tidur di sisi kirinya tapi ketika bangun Eli tak menemukan nya di sana, kemana Raka ? apa dia sudah berangkat bekerja ? pikir Eli sambil mengambil ponsel yang ia letakkan di atas nakas


sudah ada pesan dari Raka yang berpamitan untuk pergi bekerja dan berjanji akan pulang cepat ke rumah Eli , ada juga beberapa pesan dari teman sahabat kerabat dan saudara Eli yang turut mendoakan kesembuhan Eli , Eli belum bisa membuka dan membaca nya satu persatu karena memang badan nya masih terasa lemas


" tok .. tok .. tok .." bunyi ketukan pintu kamar Eli dari luar , ia belum mengetahui siapa yang datang karena pintu masih tertutup rapat namun tidak di kunci


" iya masuk", jawab Eli tanpa bangkit dari ranjang nya


" permisi non ini sarapan dan obat nya", ucap bik Warti berjalan masuk ke kamar Eli sambil membawa nampan berisi bubur ayam , air putih obat serta ada apel untuk Eli


" bisa tolong suapi aku bik ? sepertinya tubuh ku belum memiliki tenaga", pinta Eli kemudian


" boleh non", jawab bik warti lalu menyuapi Eli dengan telaten

__ADS_1


setelah sarapan Eli habis bik Warti keluar membawa nampan yang berisi mangkok dan gelas yang sudah kosong , bik Warti melanjutkan pekerjaan nya menyapu halaman rumah itu , ada suara mobil berhenti di depan rumah mendiang kakek Eli , ternyata saudara dari ibu Eli yang datang berkunjung , mereka turun satu persatu dan berjalan memasuki rumah setelah menyapa bik Warti


" Eli dimana bik?" tanya Tante Eli


" ada di kamar nya nyonya", jawab bik Warti sopan


" ya sudah bibik lanjutkan saja pekerjaan nya saya masuk ke kamarnya dulu", jawab Tante Eli lalu berjalan meninggalkan ruangan itu


" Eli bagaimana keadaan mu sekarang nak ?" tanya Tante Eli saat sudah di dalam kamar Eli , kamar Eli memang luas jadi muat menampung banyak orang , Tante nya ini datang dengan anak , menantu dan cucu - cucu nya karena Tante Eki berstatus janda


" alhamdulilah sudah baik kan kok ", jawab Eli sambil di cium pipi kanan dan kirinya oleh sang Tante


" maaf Tante kemarin tak sempat menjenguk mu saat di ruma sakit", ucap Tante Eli ini


" iya nggak papa kok Tante ", jawab Eli yang tau bahwa Tante nya ini bekerja mengasuh cucunya di luar kota haya sesekali saja Tante nya ini pulang ke rumah nya yang di huni anak nya yang pertama


cukup lama mereka berbincang - bincang karena saudara Eli yang lain juga ikut datang saat ini


" apa kamu sudah benar - benar memikirkan keputusan mu itu Eli ?" tanya om Eli yang tau bahwa Eli akan menikah lagi dengan seorang yang sudah beristri


" sudah om , aku sudah yakin untuk hal itu", Jawab Eli tegas


" kami bukan yang tak merestui mu El tapi kamu tau kan resiko nya", nasihat Tante Eli


" iya aku tau itu Tante , tapi aku dan Raka saling cinta kita sudah berkomitmen dan semoga saja hal baik selalu membersamaiku" doa Eli


" jika itu memang sudah keputusan mu , sudah kamu fikirkan kami hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mu", ucap om Eli dengan tegas


" iya om doakan saja yang terbaik untuk ku", ucap Eli lagi


hingga sore hari tiba mereka menyudahi obrolan nya dan berpamitan untuk pulang ke rumah masing - masing

__ADS_1


__ADS_2