Istri Kedua Yang Istimewa

Istri Kedua Yang Istimewa
Lebih Baik


__ADS_3

badan yang Eli rasa sudah pulih tak Eli gunakan untuk beraktivitas berat , karena selain di larang sang kekasih Eli juga ingin menjaga diri nya sendiri karena tinggal hitungan hari dia akan melangsungkan pernikahan dengan anak tunggal konglomerat di kota nya , tak pernah Eli bayangkan apa lagi Eli sangka jika ia berjodoh dengan Raka walau untuk menjadi yang kedua .


" iya halo pa?" tanya yang mendapatkan telfon dari Raka yang sedang berada di tempat kerja nya


" mama lagi ngapain ? nggak usah bantuin pekerjaan rumah jika tak ingin papa culik dan papa kurung di kamar rumah papa", ancam Raka


" galak banget sama pacar sendiri , baru aja sembuh nggak di semangatin malah di ancam - ancam gitu ", cebik Eli yang kesal dengan sifat Raka yang sangat posesif


" habisnya kamu itu orang nya ngeyel ma , udah di bi'lang in berkali - kali masih aja bandel nggak pernah mau nurut", ucap Raka lagi


" biarin mama bandel aja papa cinta kok", ejek Eli


" awas aja ya mama nanti kalo malam pertama bakalan papa balas ", goda Raka tapi tak membuat Eli takut

__ADS_1


" tiap hari juga udah kok nunggu malam pertama kelamaan", jawab Eli menanggapi godaan Raka


" udah lah ma , bicara sama mama sekarang hanya membuat Otong papa bangun , terus siapa yang mau papa mintain tanggung jawab?" tanya Raka frustasi karena hanya dengan berbicara dengan Eli kearah sensitif membuat benda tumpul milik nya menegang sempurna


" alah dasar papa nya aja yang napsuan ", ketus Eli lalu mematikan sambungan telfon nya


Eli berjalan - jalan pelan ke taman depan rumah nya , dia haya sendiri karena sang adik dan ibunya ke pasar untuk membeli bahan makanan sedangkan bik Warti sedang di dapur menyelesaikan pekerjaan nya .


" silahkan tanda tangan disini", ucap sang kurir mengarahkan


" baik , terimakasih", jawab Eli yang sudah menerima bingkisan tapi belum tahu apakah isi di dalam box yang ia terima


" sama - sama , kalau begitu saya permisi dulu", pamit sang kurir dengan sangat sopan dan pergi meninggalkan Eli yang sudah berjalan masuk ke dalam rumah nya

__ADS_1


Eli duduk di sofa Yanga ada di ruang tamu dan perlahan membuka paket Yang ada di tangan nya , betapa terkejutnya Eli isi dari box paket yang ia terima tadi adalah buket bunga mawar kuning , warna kesukaan Eli ada tulisan I Love You dan ada nama Raka di alamat pengirimnya .


Eli tersenyum karena seusai bertelepon dengan nya Raka memesan dan mengirim kan kejutan untuk nya


" kenapa senyum - senyum sendiri nona?" tanya bik Warti yang sedang berjalan dari arah dapur seketika heran melihat nona nya seperti orang sedang ketiban rejeki nomplok


" nggak papa kok bik , ini tuan mu sangat romantis aku jadi terharu", jawab Eli sambil mencium bunga mawar itu


" pantes aja nona senyum - senyum ternyata dari tuan Raka ", goda bik Warti sambil terkekeh geli melihat kebucinan tuan nya yang sudah patut berkepala empat .


" hehe , iya bik ", jawab Eli merasa malu karena bik Warti sedang menggoda nya


".ya udah non bibik masuk dulu", pamit bik Warti dan berlalu meninggalkan Eli yang masih senyum - senyum sendiri memandang bunga di genggaman nya .

__ADS_1


__ADS_2