
badan yang Eli rasa sudah pulih tak Eli gunakan untuk beraktivitas berat , karena selain di larang sang kekasih Eli juga ingin menjaga diri nya sendiri karena tinggal hitungan hari dia akan melangsungkan pernikahan dengan anak tunggal konglomerat di kota nya , tak pernah Eli bayangkan apa lagi Eli sangka jika ia berjodoh dengan Raka walau untuk menjadi yang kedua .
" iya halo pa?" tanya yang mendapatkan telfon dari Raka yang sedang berada di tempat kerja nya
" mama lagi ngapain ? nggak usah bantuin pekerjaan rumah jika tak ingin papa culik dan papa kurung di kamar rumah papa", ancam Raka
" galak banget sama pacar sendiri , baru aja sembuh nggak di semangatin malah di ancam - ancam gitu ", cebik Eli yang kesal dengan sifat Raka yang sangat posesif
" habisnya kamu itu orang nya ngeyel ma , udah di bi'lang in berkali - kali masih aja bandel nggak pernah mau nurut", ucap Raka lagi
" biarin mama bandel aja papa cinta kok", ejek Eli
" awas aja ya mama nanti kalo malam pertama bakalan papa balas ", goda Raka tapi tak membuat Eli takut
__ADS_1
" tiap hari juga udah kok nunggu malam pertama kelamaan", jawab Eli menanggapi godaan Raka
" udah lah ma , bicara sama mama sekarang hanya membuat Otong papa bangun , terus siapa yang mau papa mintain tanggung jawab?" tanya Raka frustasi karena hanya dengan berbicara dengan Eli kearah sensitif membuat benda tumpul milik nya menegang sempurna
" alah dasar papa nya aja yang napsuan ", ketus Eli lalu mematikan sambungan telfon nya
Eli berjalan - jalan pelan ke taman depan rumah nya , dia haya sendiri karena sang adik dan ibunya ke pasar untuk membeli bahan makanan sedangkan bik Warti sedang di dapur menyelesaikan pekerjaan nya .
" silahkan tanda tangan disini", ucap sang kurir mengarahkan
" baik , terimakasih", jawab Eli yang sudah menerima bingkisan tapi belum tahu apakah isi di dalam box yang ia terima
" sama - sama , kalau begitu saya permisi dulu", pamit sang kurir dengan sangat sopan dan pergi meninggalkan Eli yang sudah berjalan masuk ke dalam rumah nya
__ADS_1
Eli duduk di sofa Yanga ada di ruang tamu dan perlahan membuka paket Yang ada di tangan nya , betapa terkejutnya Eli isi dari box paket yang ia terima tadi adalah buket bunga mawar kuning , warna kesukaan Eli ada tulisan I Love You dan ada nama Raka di alamat pengirimnya .
Eli tersenyum karena seusai bertelepon dengan nya Raka memesan dan mengirim kan kejutan untuk nya
" kenapa senyum - senyum sendiri nona?" tanya bik Warti yang sedang berjalan dari arah dapur seketika heran melihat nona nya seperti orang sedang ketiban rejeki nomplok
" nggak papa kok bik , ini tuan mu sangat romantis aku jadi terharu", jawab Eli sambil mencium bunga mawar itu
" pantes aja nona senyum - senyum ternyata dari tuan Raka ", goda bik Warti sambil terkekeh geli melihat kebucinan tuan nya yang sudah patut berkepala empat .
" hehe , iya bik ", jawab Eli merasa malu karena bik Warti sedang menggoda nya
".ya udah non bibik masuk dulu", pamit bik Warti dan berlalu meninggalkan Eli yang masih senyum - senyum sendiri memandang bunga di genggaman nya .
__ADS_1