Istri Kedua Yang Istimewa

Istri Kedua Yang Istimewa
Fitiing Baju


__ADS_3

" papah suka yang warna apa?" tanya Eli saat sudah mencoba beberapa gaun mahal yang akan membalut tubuhnya di acara sakral nya dengan Raka


" kamu lebih cantik pakai yang warna ini sayang", jawab Raka memilih gaun berwarna Salem warna pink yang kalem tidak mencolok dan sangat mewah


" ya udah ini aja ya pah?" tanya Eli meyakin kan


" iya ", jawab Raka , saat pelayan butik itu mengatakan harga gaun itu Eli terperanjat sangat kaget , harga gaun itu bisa buat beli rumah pikir Eli tapi Raka sama sekali tak mempermasalahkan nya.


" apa tidak terlalu mahal Pah gaun nya kalau di cancel aja gimana?" tanya Eli saat mereka sudah ada di dalam mobil Pajero sport milik Raka


" enggak kok Mah , harga segitu tak kan membuatku bangkrut", ucap Raka sambil terkekeh karena Eli sangat khawatir akan harga dari gaun yang akan ia pakai


" bukan masalah itu sayang tapi aku nggak mau di cap matre oleh keluargamu atau pun di cap memanfaatkan kamu yang cinta kepada ku", terang Eli mengatakan sejujurnya apa yang ia takuti


" tenang aja Mah jika ada yang berani bicara begitu katakan kepada papah akan aku hajar orang nya", jawab Raka dengan nada sombong , Eli tau betapa sadis nya Raka jika mengetahui ada orang yang menyakiti anggota keluarganya , Raka tak kan segan - segan menghabisi nya saat itu juga , Eli haya tersenyum kecil menanggapi omongan calon suaminya itu


" mau langsung pulang apa makan dulu sayang?" tanya Raka sambil menggenggam tangan sang pujaan dan mencium punggung tangan nya menyalurkan rasa sayang yang ia punya


" pengen makan es krim yang", ucap Eli dengan nada manja khas suaranya


" boleh ayo cari", jawab Raka menjalankan mobilnya kearah depot eskrim terdekat, setelah sampai di depot es krim yang Eli ingin kan Raka memarkirkan mobil nya dan turun dulu membukakan pintu untuk Eli .


" mau yang rasa apa Mah?" tanya Raka saat sudah sampai di dalam depot es krim tersebut


" pengen rasa mix aja pah , pake coklat batang di atas nya ya", pinta Eli ,


" ya udah kamu nunggu sana aja , biar aku yang mengantri", ucap Raka , Raka memang memanjakan Eli , apa pun yang Eli minta pasti akan ia turuti tapi Eli tak memanfaatkan kesempatan Eli hanya minta yang sekiranya ia suka dan sekira nya berguna Eli bahkan sering menolak pemberian Raka jika dirasa itu berlebihan , hampir sama dengan Kiran walau terlahir dari kalangan orang kaya Kiran memiliki sifat yang hemat juga rendah hati dia tak pernah menyombongkan diri dan tak pernah menghamburkan uang yang ia miliki juga yang Raka beri untuk hal yang tidak bermanfaat , beruntung menjadi Raka yang memiliki istri sangat pengertian kepada nya dan mau di madu

__ADS_1


hampir 20 menit Eli menunggu hingga akhir nya Raka datang membawa nampan yang berisi es krim pesanan nya


" ini , dimakan Mah ", tawar Raka menyodorkan es krim pesanan Eli


" makasih Pah ", ucap Eli sambil menerima es krim itu


" nanti kita bungkus juga untuk mbak Kiran ya Pah", ucap Eli sambil memakan eskrim nya


" boleh mah", jawab Raka


hari ini Eli libur kerja karena permintaan Raka , Eli bekerja sebagai kapster di salon dekat tempat tinggal Raka dengan gaji yang pas pasan tapi tetap Eli lakukan dari pada ia jadi pengangguran dan tak mendapatkan penghasilan pikir Eli , Raka sudah beberapa kali menyuruh Eli untuk berhenti namun Eli belum mau karena beberapa alasan


" nanti kamu tidur di rumah lagi kan Mah?" tanya Raka


" enggak Pah besok aku harus berangkat bekerja dan nggak enak juga kalau terus menerus menginap karena kita belum sah , kasihan juga sama mbak Kiran ", ucap Eli menjelaskan


" gombal aja Pah", gerutu Eli


" lha nanti kalo aku anterin kamu pulang dulu es krim ini keburu cair Mah", ucap Raka lagi


" Ya nanti Mamah pulang sendiri aja Pah , kan di rumah Papah banyak motor yang tak terpakai", jawab Eli menanggapi


" pake mobil aja Mah," tawar Raka


" ya nanti gampang Pah ", jawab Eli menanggapi ocehan sang pujaan hati yang tak ingin berdebat lagi


###

__ADS_1


" makasih mas", ucap Kiran saat menerima sekotak eskrim dari Raka


" iya sayang sama - sama", jawab Raka sambil berjalan pergi meninggalkan Kiran yang sedang menonton drama lewat ponsel nya


" mau kemana mas?" tanya Kiran yang melihat Raka berjalan pergi meninggalkan nya


" itu mau mengambilkan kunci mobil buat Eli , dia mau pulang", jawab Raka menghentikan langkah nya


" pake mobil sini?" tanya Kiran lagi


" iya sayang , dari pada nggak ke pake juga disini", jawab Raka sambil melangkah kan kaki nya lagi


" oh", ucap Kiran beroh ria


Raka berjalan menuruni satu persatu anak tangga , Eli yang sedang di ruang tamu duduk di sofa melihat Raka turun dari tangga sambil memainkan ponsel keluaran terbaru yang Raka belikan untuk nya , awalnya Eli menolak karena menurutnya ini terlalu berlebihan tapi bukan Raka nam nya kalau gagal menjalankan apa yang ia inginkan hingga Eli pun menerima dan memakai nya sampai saat ini


" pulang sekarang Mah?" tanya Raka saat sudah sampai di samping sang kekasih


" iya Pah , masih banyak baju ku yang belum aku setrika kasihan juga kepada om jika aku tinggal terlalu lama", jawab Eli , Eli tinggal bersama adik dari ibu kandung nya yang terkena penyakit semacam ayan karena dulu ia kalah saing dengan teman nya saat bekerja di salah satu pabrik ternama , Raka sebenarnya khawatir kepada Eli karena hanya tinggal berdua dengan sang om tapi Eli terus meyakin kan nya hingga Raka mengalah tapi dengan syarat ada pembantu yang menemani Eli di rumah itu , Eli tak menolak nya karena percuma juga tapi sang pembantu hanya bersih - bersih , memasak dan melakukan pekerjaan rumah lain nya saja . untuk setrika baju kadang Eli lakukan sendiri kadang juga sang pembantu tergantung kesibukan Eli


" kenapa nggak suruh bik Warti saja Mah nanti kamu kecapekan", ucap Raka sambil menciumi pipi gembul milik Eli


" udah ah sayang geli", oceh Eli tak menanggapi pertanyaan Raka karena merasa geli saat di cium Raka , Raka menyudahi ciuman nya saat Eli hendak berdiri dari duduk nya


" aku pulang dulu ya Pah ", pamit Eli menyalami punggung tangan Raka


" iya Mah ini kuncinya pake mobil kamu aja hati - hati di jalan kalo udah sampe jangan lupa kabari mah", ucap Raka memberikan kunci mobil sport warna kuning kesukaan Eli dan Eli pun hanya menganggukkan kepala dan berjalan pelan meninggalkan Raka yang sedang duduk santai di ruang tamu menuju parkiran mobil yang ada di rumah raka sebenarnya Raka mau Eli memakai nya setiap hari karena mobil itu Raka beli untuk Eli tahun lalu sebagai kado ulang tahun nya , namun Eli menolak untuk membawa mobil itu ke rumah nya karena banyak keraguan yang Eli pertimbangkan hingga mobil itu tetap terparkir di parkiran rumah Raka tapi semua surat menyurat mobil itu sudah atas nama Eli .

__ADS_1


__ADS_2