
rencana mau tidur setelah makan mie ayam Eli , ia urung kan karena tak di sangka orang tua Raka dan Kiran datang kesana berkunjung
" silahkan masuk nyonya", ucap bik Warti mempersilahkan
"iya bik", jawab ayah Raka sambil melangkahkan kaki nya memasuki rumah yang Eli huni di ikuti sang istri dan menantu di belakangnya , anggota keluarga Eli juga sudah duduk dengan rapi di sofa ruang tamu yang ada di rumah itu.
Eli sudah duduk di sofa walau dengan tubuh yang lemas .
" gimana keadaan mu El , apa sudah membaik?" tanya Kiran sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri Eli .
" ya begini mbak masih kemas banget", jawab Eli sambil menyalami punggung tangan orang tua Raka .
" kalian sehat ? silahkan duduk", ucap ibu Eli mempersilahkan kepada calon besan nya , orang tua Raka dan Kiran pun duduk di sofa yang ada di sana .
" silahkan di cicipi hidangan nya bund maaf cuma seadanya", ucap Eli dengan nada bicara yang sedikit lemas
" iya nak , kamu sudah makan?" tanya bunda Raka
" sudah bund", jawab Eli sambil tersenyum
" maaf jika ini terlalu cepat Bu , tapi saya rasa anak kami sini sudah tak sabar untuk meminang anak ibu , jadi maksud kedatangan kami kemari selai silaturahmi dan menjenguk Eli kami juga sekalian ingin meminta Eli untuk menjadi istri kedua raja dengan restu kami sang orang tua juga Kiran sebagai istri pertama", ucap ayah Raka to the point
" saya selaku ibu dari Eli juga tak bisa bicara apa - apa pak selain merestui mereka karena kita tau sendiri jika mereka pun tak bisa di pisahkan walau hubungan mereka melukai hati Kiran , saya harap Raka tak pilih kasih kepada kedua istrinya dan bisa berlaku adil agar tak ada perselisihan di antara mereka", jawab ibu Eli membuat Raka lega
__ADS_1
" Karena mereka juga sudah fitting baju sejak lama apakah bisa kita langsung tentukan tanggal pernikahan nya?" tanya bunda Raka
" saya pasrah saja gimana baiknya", ucap ibu Eli membuat bunda dan ayah Raka tersenyum manis karena ibu Eli bukan orang yang sulit untuk di ajak bermusyawarah
" gimana Ka?" tanya ayah Raka kepada Raka .
" semua persiapan sudah aku siapkan yah tinggal menunggu Eli sedikit membaik agar lebih bertenaga ketika acara", ucap Raka
" bagaimana El , apa Minggu depan sudah siap ?" tanya bunda Raka
" insya Allah sudah bisa kok bund", ucap Eli
" kamu jangan melakukan aktifitas apapun dulu El , fokus untuk kesehatan mu dan rutin minum vitamin nya agar tak drop lagi saat acara", nasihat Kiran kepada Eli walau hati nya sakit tapi Kiran berusaha sekuat mungkin untuk kebahagiaan sang suami . Raka saat ini duduk di tengah antara Eli dan Kiran , tak ada raut muka cemburu di antara dua perempuan ini membuat ibu Eli sedikit tenang untuk melepas anak perempuan nya ini
" aku masih nginep di sini dulu ya sayang , kamu nggak papa kan?" tanya Raka saat Kiran akan keluar dari rumah Eli .
" kalo boleh bilang aku sebenarnya susah tidur mas jika tak ada kamu di sisiku , kalo boleh untuk malam ini saja kamu pulang ya", jawab Kiran memohon , Raka menoleh kearah Eli dan Eli yang mendengar percakapan itu pun menganggukkan kepalanya membuat Kiran tersenyum dan Raka menghela nafas nya
" bunda sama ayah pulang dulu nanti Kiran pulang bersama aku", ucap Raka karena orang tua Raka menunggu Kiran di dalam mobil mereka
" ya sudah kami pulang dulu", pamit ayah Raka , mobil yang di kendarai sopir pun berjalan pelan meninggalkan halaman rumah Eli
" aku siap - siap dulu sayang tunggu sebentar", ucap Raka kepada Kiran
__ADS_1
" iya sayang ", jawab Kiran sambil berjalan mendekati Eli yang sudah berganti duduk di kursi roda
" terima kasih untuk pengertian mu ya El", ucap Kiran sambil duduk di hadapan Eli
" justru aku yang harus nya berterima kasih mbak karena kamu sudah ikhlas dan rela membagi kasih sayang mas Raka kepada ku ", jawab Eli sambil memeluk tubuh Kiran hal itu tak luput dari penglihatan ibu Eli , ibu Eli merasa tambah lega karena istri pertama Raka tak mempermasalahkan ada nya Eli di antara mereka .
" ayo sayang ", ucap Raka sambil melingkarkan tangan nya di pinggang ramping milik Kiran , Kiran dan Eli berbeda dari segi fisik Eli mempunyai fisik yang sedikit berisi sedangkan Kiran bertubuh ramping namun keduanya mempunyai hati yang sama - sama mulia .
" malam ini aku pulang dulu ya Ma , Mama Jangan sampai telat makan , kalau mau apa - apa minta tolong bik Warti atau ibu dan jangan lupa terus berkabar dengan ku", pesan Raka dan mencium kening Eli
" iya Papa tenang aja", jawab Eli sambil mencium punggung tangan Raka
" kami pamit dulu ya El , cepet sembuh", Pamit Kiran melambaikan tangan nya dan berjalan pelan ke arah parkiran mobil Raka
" aku pulang dulu sayang", ucap Raka sambil berjalan mengikuti Kiran yang sudah berada di dalam mobil Raka
Raka membuka pintu mobil dan masuk kedalam nya , menginjak pedal gas secara perlahan meninggalkan rumah Eli .
Eli memandang kepergian Raka dan Kiran di depan pintu , ibu Eli datang dan mendorong kursi roda Eki untuk masuk kedalam kamar nya
" itu memang sudah pilihan mu El , jadi kamu tak boleh egois atau memaksakan kehendak mu kepada Raka , dia harus membagi segala yang ia punya secara adil untuk kalian berdua" nasihat ibu Eli
" iya Bu aku tau itu ", jawab Eli sambil membenarkan selimut untuk menutupi tubuhnya dan memulai perjalanan nya menjelajahi alam mimpi
__ADS_1