Istri Kedua Yang Istimewa

Istri Kedua Yang Istimewa
Kelelahan


__ADS_3

Sesampai nya di rumah peninggalan sang kakek , Eli masuk kedalam kamarnya dia ingin mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat pegal dan lelah , sebelum itu ia telah menyuruh bik Warti untuk menggosok baju - baju nya . Eli berbaring di kasur empuk milik nya . dia sampai lupa mengasih kabar kepada Raka karena langsung memejamkan mata


" apa dia kenapa - kenapa di jalan kok udah jam segini belum juga ngasih kabar ", gerutu Raka karena Samapi di waktu makan malam Eli tak juga mengasih dirinya kabar


" kenapa mas ?" tanya Kiran yang melihat kegelisahan pada diri Raka


" Eli tak memberiku kabar sepulangnya dari sini tadi aku takut terjadi apa - apa dengan nya", jawab Raka sambil terus mencoba menghubungi nomor ponsel Eli . namun usaha Raka sia - sia ponsel milik Eli mati karena Eli lupa untuk mencharger nya


" mungkin dia kelelahan dan langsung tidur sayang , dia itu udah besar jika terjadi apa - apa pasti dia tau apa yang harus di lakukan apalagi ini cuma di daerah nya sendiri", jelas Kiran menenangkan sang suami yang sedang gundah


" aku hanya takut kehilangan nya", ucap Raka melemah


" apa segitu cinta nya kamu dengan Eli mas hingga kamu benar - benar tak memikirkan perasaan ku lagi" batin Kiran yang menangis tersedu - sedu melihat suami nya lebih memikirkan calon istri kedua nya


hingga makan malam di rumah Raka pun menjadi hening tanpa ada suara dari kedua nya


larut malam pun tiba Eli yang merasa perut nya lapar karena belum di isi bangun dari tidur lelap nya , mencoba membuka ponsel nya tapi ia baru sadar jika ponsel nya mati . mendadak kesadaran Eli terkumpul karena Raka pasti akan sangat mengkhawatirkan nya jika tak segera di hubungi , Eli bangkit dan mencolokkan charger ke ponsel milik nya


10 menit kemudian Eli sudah bisa melihat banyaknya notifikasi panggilan tak terjawab dari Raka juga puluhan chat yang Raka kirim , Eli menghela nafas nya panjang di satu sisi ia sangat senang bahwa Raka mengkhawatirkan nya yang berarti Raka tak ingin kehilangan tapi di sisi lain ia merasa bersalah pada Kiran istri sah Raka saat ini , walau Kiran bilang rela di madu tapi Eli tau jelas raut wajah sendu yang Kiran pancarkan .


Raka juga terpaksa melakukan ini karena keturunan sudah hampir sepuluh tahun Raka menikah dengan kura tapi tak kunjung di beri momongan dan betapa terkejutnya Raka saat pemeriksaan rahim Kiran beberapa tahun lalu yang memvonis bahwa Kiran mandul dari situ lah ada keinginan Raka untuk menikah lagi dan memadu Kiran untuk mendapatkan keturunan , Kiran tak mempermasalahkan itu asal kan Raka bisa adil kepada kedua nya walau usia Raka dan Eli terpaut jauh tapi tak membuat Raka gentar karena ketampanan nya tak menunjukan bahwa usia Raka sudah pantas menjadi om bagi Eli , Eli menekan nomor ponsel Raka berharap sang pujaan hati belum masuk ke alam mimpi , tak menunggu lama panggilan yang Eli lakukan mendapat jawaban


" halo pa , papa belun tidur ?" tanya Eli


" bagaimana papa bisa tidur sedangkan papa belum tau keadaan mama", kesal Raka


" hehehe , maafin mama pa , sepulang dari rumah papa tadi mama langsung tidur baju mama tadi aja bik warti yang menggosok nya ", jelas Eli lagi

__ADS_1


" iya ma nggak papa kok ", ucap Raka yang memang tak bisa untuk marah kepada Eli


" papa udah makan?" tanya Eli


" udah tadi ma , ngomong - ngomong kok kamu bangun ma ada apa?" tanya Raka yang penasaran karena ini sudah larut malam


" mama lapar pa , tadi nggak lupa nggak makan", jawab Eli sambil terkekeh kecil


" kamu itu kebiasaan sekali ma ", cebik Raka dari sebrang sana


" ya udah pa , papa tidur aja mama cuma mau makan terus lanjut tidur lagi kok", ucap Eli kepada Raka


" bentar lagi ma ini papa lagi selesaiin laporan buat meeting besok", jelas Raka


" mama sambil makan ya pa", ucap Eli sambil berjalan ke arah dapur


cukup lama sepasang kekasih ini ngobrol lewat sambungan telefon hingga berakhir ngantuk nya Eli dan Raka menyudahi nya


###


pagi ini Eli memulai harinya dengan senyum , dia harus banyak bersyukur telah di pertemukan dengan Raka walau terkesan seorang pelakor tapi Eli tak menghirau kan apa kata orang karena Raka sendiri yang memintanya untuk menjadikan kekasih dan lanjut ke pernikahan yang menjadi istri kedua nya bukan permintaan Eli yang menggoda Raka .


" hati - hati ma jaga hati mu haya untuk papa", pesan yang di kirim Raka satu jam sebelum Eli bangun dari tidur nya karena Raka sudah bangun sejak dini hari untuk melakukan perjalanan ke luar kota menjalin kerja sama dengan kontraktor yang sudah mereka sepakati tempo hari . Eli hanya tersenyum saat membaca pesan itu tak berniat untuk membalas nya


" masak apa bik", tanya Eli yang sudah berpenampilan rapi dan siap akan berangkat bekerja


" banyak menu kesukaan nona ini yang bibi masak", jawab bik Warti

__ADS_1


" om kemana bik?" tanya Eli tak melihat sang om di meja makan


" katanya ada kegiatan RT yang harus di hadiri non", jawab bik Warti lagi


" oh ", jawab Eli singkat


" itu di depan mobil siapa yang terparkir non kayaknya dari semalem di situ?" tanya bik Warti


" mobil mas Raka yang kemarin aku bawa bik", jawab Eli


" bibik kira orang nitip parkir non", ucap bik Warti lagi


" nggak kok bik , paling nanti sepulang kerja akan aku kembalikan", terang Eli sambil menyelesaikan sarapan nya


" kenapa tidak di pakai saja non bibi rasa di sana juga nggak ke pake nyonya Kiran kan tidak bisa mengendarainya", tanya bik Warti yang tau kehidupan Raka karena sebelum bekerja di rumah Eli bik Warti sempat bekerja di rumah Raka beberapa bulan


" aku tidak mampu merawat nya bik , biaya perawatan mobil itu mahal", jawab Eli asal padahal mobil itu memang miliknya tapi Eli tak ingin menyombongkan nya ia takut banyak cibiran dari orang di sekelilingnya termasuk tetangga


" emang nggak di kasih sama tuan Raka ?" tanya bik Warti heran


" di kasih bik , tapi aku rasa naik motor pun cukup", jelas Eli yang membuat bik Warti salut akan sosok majikan barunya ini , jika di luar sana banyak orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kemewahan berbeda dengan Eli yang suka hidup apa adanya walau sudah di suguhi kemewahan


" pantas saja ya tuan Raka klepek - klepek sama nona , nona memang orang yang baik dan rendah hati", puji bik Warti


" sudah bik Jagan memujiku berlebihan karena aku cuma mengutarakan apa yang sekira nya itu membuatku nyaman", ucap Eli lagi lalu bangkit dari duduk nya karena sarapan nya sudah habis


" aku berangkat dulu bik", pamit Eli sambil berlalu jalan menuju mobil yang akan ia pakai karena sepulang dari kerja Eli akan mengembalikan nya ke rumah Raka , Eli tak ingin jika mobil itu terparkir lama - lama di depan rumah nya itu akan berdampak tidak baik untuk dirinya .

__ADS_1


mobil yang Eli kendarai perlahan jalan meninggalkan parkiran rumah itu , Eli mengemudikan nya dengan kecepatan sedang untuk sampai ke tempat kerja Eli membutuhkan waktu sekitar 25 menit dari rumah yang Eli tempati


__ADS_2