ISTRI KONTRAK DUKE

ISTRI KONTRAK DUKE
Istri kontrak Duke [10]


__ADS_3

Semuanya berjalan dengan lancar, sore hari datang sebuah surat dari pangeran ke-2. Surat itu berisi tentang pertanyaan tak berguna dari pangeran ke-2. Arabella tak mau ambil pusing dan langsung membakar surat tersebut.


"Tidak sopan, sudah tau orang yang dia kirimi surat itu sudah bersuami bagaimana bisa dia malah mengirimkan surat yang berisi perkataan tidak bermutu seperti ini?" Arabella kemudian membaca buku, dia mencoba mencari ketenangan dengan membaca buku.


Tak berselang lama datang kembali sebuah surat dari kediaman Carlos. Arabella membuka surat tersebut dan membacanya.


...Arabella bisakah kau mempertimbangkan kembali? Bagaimana jika dirimu kembali ke kediaman Carlos bersama ayahmu? Ibu tidak mau kau hanya di jadikan sebagai 'Penghangat ranjang' *oleh Duke Tryon. Ibu mohon, kembalilah....


^^^Marchioness: Jane Carlos*^^^


"Apa-apaan? Dia sungguh berpikir bahwa aku akan menurutinya? Dia pikir aku ini bodoh hah?! Dasar nenek tua" Arabella membakar surat tersebut dan tidak membalasnya. 1 minggu telah berlalu dan surat dari kediaman Carlos juga pangeran ke-2 terus berdatangan. Arabella menjadi sedikit kesal dengan hal ini dan membakar semua surat.


Melihat istrinya yang kesal Duke mencoba untuk menenangkan Arabella. Ia mengajak Arabella untuk pergi ke festival, dia berharap Arabella dapat melupakan kekesalannya dan bersenang-senang di sana. Dan benar saja... Arabella melampiaskan semua kekesalannya di tempat itu. Dia mengikuti begitu banyak wahana permainan dan menendang kaleng sembarangan sehingga kaleng tersebut mengenai seseorang.


Duke hanya dapat pasrah melihat istrinya itu, tak hanya itu nampaknya ia juga menyesal karena telah mengajak Arabella ke festival yang di adakan setahun sekali itu. Setelah puas mereka pun kembali ke kediaman dan beristirahat. Tentunya... Istirahat yang sangat panas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di pagi hari Duke dan Arabella mengerjakan tugas mereka masing-masing, Duke mengurus dokumen dan mengelola wilayah sementara Arabella memeriksa keuangan dan mengatur kediaman. Dan saat ini mereka berdua sangat sibuk.

__ADS_1


Di tengah kesibukan itu tiba-tiba saja ada seseorang yang datang berkunjung wajahnya tampak kurang ramah, dan benar saja! Ternyata dia datang untuk mencari masalah dengan Duke.


"Di mana Duke? Katakan padanya bahwa Alister sudah datang" Wajah pria itu memang tampan, namun.. Tidak dengan perilakunya, dia benar-benar bertindak semena-mena dan tidak mempunyai tatakrama.


"Siapa pria itu? Kenapa dia datang kemari? Haruskah aku memanggil Duke? Ah.. Tidak! Duke saat ini pasti sangat sibuk apa lagi di wilayah utara sedang di landa badai salju." Alister menatap Arabella dari kejauhan kemudian berjalan mendekati Arabella. Tanpa aba-aba Alister langsung mencium rambut Arabella, sontak hal ini membuat Arabella terkejut! Arabella refleks langsung menampar Alister.


Alister meringis kesakitan, saat dia hendak memarahi Arabella Duke muncul dan berdiri tepat di belakang Arabella.


"Paman!" Paman itulah kalimat yang keluar dari mulut Alister. Arabella sedikit terkejut.


"Ternyata orang ini adalah keponakannya Theo! Tapi... Aku malah menamparnya, bagaimana ini? Duke pasti akan marah besar" Arabella begitu panik mengingat ia tidak sengaja menampar orang yang merupakan keponakan dari suaminya itu. Duke hanya menatap datar ke arah Alister kemudian memeluk Arabella dari belakang.


Sontak hal ini membuat Alister terkejut dan membatu dalam sekejap! Dia merasa aneh, kagum, sekaligus takut! Karena paman yang ia kenal tidak mungkin melakukan hal itu!


"T-Tunggu! Jadi... Dia adalah Lady Arabella?! Istri paman itu?!" Alister menunjuk ke arah Arabella, Duke menatap tajam ke arah Alister. Dengan cepat Alister menarik kembali tangannya.


"Maaf, seharusnya aku tidak menunjukmu bibi. Oh ya, perkenalkan namaku Alister" Arabella sangat terkejut.


"Dia Alister? Orang yang di kenal bodoh namun.. Dia merupakan salah satu kandidat untuk menjadi kaisar setelah Duke!" Arabella masih tidak percaya dengan apa yang ia alami, mulai dari perubahan sikap Duke yang dingin dan acuh menjadi orang yang hangat dan manja ketika ada dirinya dan sekarang? Dia malah bertemu dengan calon tiran!

__ADS_1


Alister di sebut tiran karena 1 tahun lagi dia akan membunuh seluruh keluarga Cabang. Ia melakukan ini agar dapat masuk ke dalam keluarga inti, jika boleh jujur sebenarnya Alister sedikit terobsesi kepada Duke dan dia ingin menjadi seperti Duke.


"Jadi begitu, salam kenal. Nama saya Arabella" Arabella tersenyum tipis, mau bagaimanapun juga dia juga harus menarik Alister ke sisinya, akan sangat bagus bila Alister menjadi pendukungnya. Dengan begitu rencana balas dendamnya juga akan berjalan lebih lancar.


Alister membalas senyuman Arabella, melihat hal ini Duke menjadi cemburu dan langsung memeluk pinggang Arabella dan menatap Alister dengan tatapan tajam dan hawa membunuh.


"Duke kenapa? Kenapa tiba-tiba dia memelukku seperti ini? Apakah dia... Ah! Tidak mungkin" Arabella sedikit terkejut dengan tingkah Duke, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Duke akan memeluknya seperti ini.


"Wah~ Paman, anda posesif sekali. Bibi pasti akan merasa sesak jika paman memeluk bibi begitu erat" Duke melihat kearah Arabella, Arabella juga menatap ke arah Duke sehingga tatapan mereka bertemu.


"Hah.. Alister, kau tidak perlu khawatir. Duke memang selalu seperti ini" Arabella membelai rambut Duke dan hal ini membuat Duke sangat senang. Tanpa sepengetahuan Arabella Duke menjulurkan lidahnya kepada Alister.


Alister begitu terkejut melihat pamannya yang ia kenal sebagai orang yang datar dan dingin malah bersikap manja dan kekanak-kanakan saat berada di dekat istrinya.


"Wah... Bibi ini banyak sekali memberikan pengaruh kepada Paman, menarik... Jika aku merebutnya apakah paman akan sedih? Aku sungguh penasaran dengan ekspresi yang akan paman tunjukkan" Alister tersenyum smirk, melihat hal ini Duke menjadi curiga dan merasakan ancaman sebagai seorang pria.


Arabella melepaskan pelukan Duke dan pergi menuju kamarnya, Hah... Ia tidak pernah mengira bahwa dia dapat melihat sisi Duke yang seperti itu.


"Sial! Sisinya yang manja seperti itu hanya boleh padaku dan hanya boleh aku saja yang melihatnya" Arabella mengusap wajahnya, entah sejak kapan kedua pasangan kontrak itu malah menjadi terobsesi pada masing-masing pasangannya. Setelah Arabella pergi Alister dan Duke pun pergi ke ruang kerja Duke untuk membicarakan hal yang akan di sampaikan oleh Alister.

__ADS_1


"Jadi... Selain badai salju di wilayah utara, suku barbarian juga terlihat di sana?"


"Ya, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri paman! Dan mereka sungguh sadis, mereka tak segan-segan membunuh orang lain atau orang yang satu suku dengan mereka untuk di jadikan makanan" Duke memijat pelipisnya, dia benar-benar frustasi dengan semua keadaan yang ada di Wilayah utara.


__ADS_2