
"Ya ampun... Mana mungkin aku melakukan itu? wanita yang ku sentuh hanyalah dirimu" Duke menjilat telinga Arabella kemudian kembali melakukannya, Ah.... Rasanya ia benar-benar sudah candu dengan tubuh Arabella.
Setelah puas bermain mereka pun tertidur pulas karena kelelahan. Sementara mereka berdua bersenang-senang dan berbahagia ada beberapa orang yang sedang marah dan kesal karena mereka telah kehilangan sesuatu yang berharga. Yaitu Ahli waris dari keluarga Carlos, karena mau bagaimanapun juga Arabella tetaplah pewaris resmi dari keluarga itu.
"Sialan! Kenapa kalian tidak menghentikannya? Bagaimana sekarang? Ini benar-benar memuakkan! Rencana awal kita jadi berantakan dan ini semua pasti gara-gara kalian berdua!" Jane menunjuk Glen dan Aira, ia benar-benar kesal dengan apa yang terjadi pada dirinya padahal tinggal satu langkah lagi dan Jane bisa mendapatkan semuanya tapi.. Semuanya hancur karena kebodohan mereka.
"Ibu, bagaimana bisa ibu menyalahkan kami seperti ini? Jelas-jelas ini semua karena ibu yang tidak bisa membuatnya senang! Coba saja jika ibu membuatnya senang semua ini pasti tidak akan terjadi! Jadi, yang sebenarnya harus di salahkan itu adalah ibu" Aira yang tak mau kalah dari Jane malah membalikkan semua perkataan Jane, Aira benar-benar tidak mau Glen orang yang ia cintai di salahkan seperti itu!
Jane yang mendengar bahwa Aira lebih membela Glen kini amarahnya mulai memuncak. Ia benar-benar tak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh anaknya itu karena mau bagaimanapun juga Jane tidak pernah mencintai seseorang dengan tulus. Berbeda dengan Aira, walaupun sifatnya memang buruk akan tetapi ia adalah orang yang setia bisa di bilang jika Aira tidak memusuhi Arabella mungkin Aira akan menjadi teman yang benar-benar baik dan tulus kepada Arabella namun, sayang. Aira sudah terlanjur termakan hasutan ibunya dan malah membenci Arabella.
Jane meninggalkan Aira dan Glen dalam keadaan kesal. Sementara itu Glen hanya bisa menghela nafas kasar serta mengusap wajahnya. Ia benar-benar tak menyangka bahwa semuanya akan menjadi berantakan seperti ini, apalagi saat ia melihat Arabella pada saat hari pernikahannya Glen benar-benar terpesona dan menyesali pilihannya untuk bersama dengan Aira. Seharusnya Ia tidak melakukan itu!
"Sial! Bodoh sekali aku! Aku memang bodoh! Bisa-bisanya aku melepaskan berlian seperti Arabella" Sejak saat itu Glen mulai memiliki niat untuk mendapatkan Arabella kembali dan memisahkan Arabella dengan Duke.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah 2 hari berlalu semenjak kasus serangan suku barbarian, dan surat darurat yang di berikan kepada Kaisar juga sudah mendapatkan balasan dan Kaisar menyetujui pemberantasan Suku Barbarian tersebut, namun.. Karena Duke adalah pemilik wilayah tersebut mau tak mau ia harus ikut serta dalam pemberantasan tersebut. Dan hari ini adalah hari keberangkatan pasukan Duke.
__ADS_1
Sebenarnya Duke sangat sedih dan tidak mau meninggalkan istri yang ia cintai itu, entah sejak kapan benih-benih cinta muncul di antara mereka. Duke kini benar-benar tidak memiliki miatnuntuk melepaskan Arabella, begitu juga dengan Arabella.
Setelah berpelukan untuk yang terakhir kalinya Duke dan pasukannya mulai meninggalkan Wilayah Duchy. Setelah pasukan tersebut menjauh Alister datang dan mencari keberadaan pamannya itu namun, yang ia dapati hanyalah Arabella yang sedang berdiri di dekat gerbang. Tanpa berpikir panjang Alister langsung berlari mendekat ke arah Arabella.
"BIBI" Teriaknya dari kejauhan, lantas teriakan itu membuat Arabella menoleh dan berhenti sejenak. Ah... Rupanya itu adalah Alister. Entah apa yang akan ia lakukan tapi yang pasti, Alister datang ke sini pasti ada hubungannya dengan Duke.
"Bibi, Paman ada di mana ya? Apakah ia sudah berangkat?" Arabella kemudian menganggukkan kepalanya, melihat hal ini Alister menjadi panik seketika! Dengan cepat ia berlari dan menyusul pasukan Duke. Arabella hanya bisa tertawa melihat tingkah keponakannya itu. Setelah semua pasukan pergi Arabella pun masuk kembali ke dalam kediaman.
Arabella mulai mengerjakan berkas-berkas dan berbagai pekerjaan lainnya, ya.. Kali ini dia benar-benar bekerja keras Arabella mau saat duke kembali dari medan tempur semua pekerjaan yang ada di kediaman telah selesai dan duke bisa beristirahat dengan tenang. Namun.... 2 hari kemudian ada panggilan dari Kaisar yang mengharuskan Arabella untuk pergi ke istana, Arabella pun pergi ke istana bersama ayahnya.
Marquess yang baru di nyatakan benar-benar sembuh itu langsung pergi menemani putri kesayangannya itu karena mau bagaimanapun juga dia sudah tahu alasan kenapa Kaisar memanggil Arabella di saat Duke sedang tidak ada di wilayah Duchy.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di istana Arabella dan Marquess langsung berpisah karena titah kaisar bahwa 'Tur' istana akan di pandu secara terpisah, sudah jelas sekali apa maksud yang sebenarnya, kaisar pasti berniat untuk mempertemukan Arabella dan Pangeran kedua di tempat lain. Dan membujuk Arabella agar Arabella mau menjadi Selir Pangeran kedua.
Sudah 30 menit berlalu dan kini Arabella sudah tiba di tempat yang di tuju alih-alih bertemu dengan Pangeran kedua Arabella malah bertemu dengan Kaisar, Kaisar duduk di antara bunga-bunga dan memegang buket bunga. Melihat kedatangan Arabella Kaisar bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Arabella.
__ADS_1
Bulu kuduk Arabella berdiri seketika, bagaimana tidak? Ia menyaksikan seorang kakek-kakek berumur 78 tahun membawa buket bunga dan tersenyum mesum sedang berjalan ke arahnya?!
"Sial! Apa yang si tua bangka ini rencanakan? Kenapa dia seperti ini? Jangan bilang..." Karena panik Arabella berjalan mundur. Duk.... Arabella tidak sengaja menabrak pilar dan langkahnya terhenti, Arabella begitu panik karena Kaisar terus mendekat. Setelah cukup dekat dengan Arabella Kaisar memberikan buket bunga beserta kotak cincin kepada Arabella.
Arabella tersenyum miring dan bertanya kepada Kaisar.
"Sebenarnya apa yang anda lakukan? Saya ini sudah menikah"
"Tentu saja melamarmu, karena kau terus-menerus menolak saat aku hendak menjadikanmu sebagai Selir Pangeran kedua maka bagaimana jika kau menjadi selirku saja? Selain itu kau akan ku jadikan sebagai Selir agung." Mata Arabella terbelalak ia begitu terkejut dengan apa yang di katakan Kaisar, semuanya benar-benar tidak masuk akal! Tapi.... "Selir agung" itu adalah posisi yang hampir sama dengan ratu! Tawaran yang cukup mengiurkan.
Namun... Sayng, Arabella tidak mau menikahi seorang pria tua seperti Kaisar apalagi ia ingat betul bagaimana Ending dari Kaisar!
"Maaf, tapi saya akan menolak semua ini. Saya sudah mempunyai suami jadi... Anda bisa berhenti sekarang juga!"
"......"
***SRET
__ADS_1
AW***!