ISTRI KONTRAK DUKE

ISTRI KONTRAK DUKE
Istri kontrak Duke [06]


__ADS_3

Dengan cepat Aira, adik tiri Arabella berlari dan menghentikan langkah Arabella dengan mengenggam lengan Arabella.


"Ah.. Kakak, kenapa buru-buru sekali? Aku dan ibu belum selesai berbicara loh~" Aira tersenyum dengan senyuman terpaksa dan penuh penekanan seolah-olah senyuman itu berkata '𝘓𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘥𝘢𝘬 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘪𝘬!' Arabella tersenyum dan melepas genggaman Aira. Ia berjalan menjauh dan tidak mendengarkan apapun yang di katakan oleh ibu dan adik tirinya itu.


"𝘉𝘰𝘥𝘰𝘩! 𝘚𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘴𝘪𝘬𝘢𝘱 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘤𝘦𝘳𝘰𝘣𝘰𝘩 𝘪𝘵𝘶?' Arabella melirik ke arah mereka berdua sekilas kemudian melanjutkan kembali langkah kakinya dan pergi ke kamarnya. Tanpa banyak bicara Nana pelayan pribadi Arabella langsung melayani majikannya tersebut, Nana membersihkan tubuh Arabella dan menyiapkan pakaian untuknya.


Kini Nana sedang menyisir rambut Arabella yang panjang dan lembut. Arabella memandang pantulan dirinya dan menyentuh pantulan tersebut.


"Nana" panggilnya, sontak Nana langsung mendongakkan kepala dan menatap ke arah Nonanya itu.


"Nona memanggil saya? Ada apa nona?" Arabella terdiam sejenak, dia ingin mengatakannya namun... Juga tidak, Arabella benar-benar bingung. '𝘉𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘪𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘭 𝘪𝘯𝘪?' 𝘈𝘩.... Hal ini benar-benar membuat Arabella di landa dilema.


"Jika suatu hari aku pergi meninggalkan kediaman ini apakah kau akan ikut pergi bersamaku? Atau... Malah tetap diam di sini dan mengabdi kepada Aira dan ibu tiriku?" Pelayan pribadi Arabella begitu terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Arabella, bagaimana tidak? Ia tidak pernah berpikir bahwa Arabella berniat kabur dari kediaman Carlos. Karena, mau bagaimanapun kediaman ini benar-benar menyimpan begitu banyak kenangan. Mulai dari Marchioness terdahulu hingga saat-saat Arabella tumbuh tinggi semua kenangan tersebut ada di Kediaman Marquess Carlos!

__ADS_1


"Anda serius?" Arabella menganggukkan kepala, melihat hal ini Nana tidak dapat mengatakan apapun. Ia benar-benar bingung kenapa Nonanya jadi berubah seperti ini? Bukankah dulu Nona sangat menyukai kediaman ini? Dan juga ibu dan adik tirinya bukankah beliau sangat menyayangi mereka? Tapi.. Bagaimana bisa sekarang beliau malah ingin meninggalkan kediaman Marquess ini?


Kini kepala Nana di penuhi dengan berbagai macam pertanyaan, ia benar-benar bingung harus menjawab seperti apa. Mengingat keluarganya yang selalu setia kepada keluarga Marquess itulah yang ingin ia lakukan, tapi.. Jika situasinya seperti ini entah apa yang dapat ia lakukan. Arabella menatap Nana dengan tatapan lekat, ia tahu bahwa sangat sulit bagi Nana untuk menjawab pertanyaan darinya. Karena pada dasarnya keluarga Nana memang sudah mengabdi kepada keluarga Marquess Carlos selama beratus-ratus tahun yang lalu.


"Jika kau ingin tetap di sini aku juga tidak akan melarangmu. Aku akan pergi bersama ayah saja" Arabella beranjak dan pergi meninggalkan Nana seorang diri.


"Ah.. Apakah seharusnya dari awal begini saja ya?" Nana pergi meninggalkan kamar majikannya itu dan berjalan menuju kamarnya. Sementara itu, Arabella pergi menemui ayahnya. Wah! Ia benar-benar merindukan ayahnya selain untuk memastikan keadaan ayahnya Arabella juga harus memberitahukan hal gembira ini kepada ayahnya, ya.. Walaupun Marquess tidak dapat berbicara dan mengobrol dengan Arabella secara normal tapi... Tetap saja Arabella ingin menceritakannya kepada ayahnya.


"Ayah, Arabella datang berkunj--" belum selesai Arabella berbicara ia sudah di buat kaget dengan keberadaan Glen dan Aira di kamar ayahnya. Arabella berjalan masuk dan menatap kedua pasangan menjijikan itu dengan tatapan tajam. Pakaian mereka berdua yang berantakan, serta lipstik milik Aira yang belepotan. 𝘈𝘩.... Rasanya Arabella langsung memahami situasi tersebut.


"K-kak! Kakak tau kan aku ke sini untuk merawat ayah?"


"Ya, Ara.. Kami tidak sengaja bertemu saat aku akan berkunjung untuk menemuimu"

__ADS_1


"Lalu? Apa masalahnya? Memangnya aku bertanya pada kalian?" Arabella menatap mereka dengan tatapan dingin dan aura intimidasi.


"U-ugh" Kedua pasangan busuk itu kehabisan kata-kata, mereka benar-benar tidak bisa membalas perkataan yang di katakan oleh Arabella. Arabella kemudian menyuruh mereka berdua untuk pergi dengan cepat mereka berdua langsung pergi meninggalkan kamar Marquess. Arabella benar-benar kehabisan kata-kata, bagaimana bisa mereka melakukan perbuatan keji itu di depan orang yang sedang sakit? Apakah mereka melakukannya di sini dengan harapan tidak akan ketahuan?


"Menjijikan! Bagaimana bisa mereka melakukan perbuatan yang hina itu di hadapan ayah? Ayah tahu? Seharusnya dulu ayah tidak menikahi Jane! Sudah bukan bangsawan, dan dia malah berniat untuk Melenyapkan kita ayah" Arabella menggenggam pakaiannya erat, ia benar-benar marah saat mengingat semua kejadian yang menimpanya dulu. Kejadian di mana ayahnya tewas, juga kejadian di mana ia di khianati serta di bunuh dengan cara yang sama seperti ayahnya.


• 𝗦𝗲𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗶𝘁𝘂 •


Aira dan Glen terus berlari hingga mereka sampai di depan kamar Marchioness atau lebih tepatnya kamar Jane, ibu tiri Arabella. Jane menatap kedua pasangan itu dan mencoba untuk memahami situasi yang ada di sana, setelah mengamati mereka dengan seksama akhirnya Jane mengetahui alasan mengapa putrinya berlari seperti itu.


"Hah... Kalian ketahuan ya?" Jane, menatap tajam ke arah mereka berdua. Bagaimana bisa mereka ceroboh seperti ini?! Jelas-jelas Jane sudah menyuruh mereka untuk selalu waspada dan hati-hati!


"M-Maaf, tapi.. Anda tenang saja Marchioness, Ara tidak curiga sama sekali!" Mendengar kata 'Ara' yang keluar dari mulut Glen membuat Jane sedikit tenang. Karena mau bagaimanapun juga Arabella tetap saja di cap bodoh olehnya.

__ADS_1


"Syukurlah! Lain kali kalian harus super hati-hati, bagaimana jika orang yang menemukan kalian malah orang lain? Dan bukan si bodoh itu? Ingat, jika kita menginginkan seluruh harta keluarga Carlos kita harus mendapatkan bagiannya juga. Jadi.... Perlakukan dia dengan baik" Jane menutup pintunya dan pergi meninggalkan kedua pasangan itu. Ya, benar! Jika mereka menginginkan seluruh harta Carlos maka hal utama yang harus mereka lakukan adalah membujuk Arabella untuk memberikan semua hartanya. Ini adalah cara yang di kemukan oleh Jane sebelum ia menemukan cara yang manjur yaitu... 'Membunuh Arabella!!'


Setelah hari itu Glen dan Aira menjaga jarak mereka, mereka benar-benar takut akan ketahuan lagi oleh orang lain.


__ADS_2