
Setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya Kaisar memberikan izin untuk pernikahan Duke dan Arabella. Tentu saja Pangeran ke-2 sangat menentang hal ini, ia benar-benar kesal dan pergi meninggalkan ruangan tersebut sebelum keputusan resmi di keluarkan. Pada akhirnya Duke dan Arabella bisa menghela nafas lega karena masalah utama telah selesai. Sepulang dari kastil istana mereka langsung berunding tentang tanggal pernikahan.
"Lebih cepat bukankah lebih baik?"
"Ah.. Tidak! Kita harus mempertimbangkan beberapa hal Duke"
Arabella dan Duke memiliki sedikit perbedaan pendapat, menurut Duke mereka harus melaksanakan pernikahan secepat mungkin. Namun... Arabella berpendapat bahwa pernikahan mereka harus di rencanakan dengan baik agar tidak ada yang curiga. Karena bingung pada akhirnya mereka meminta tolong pada marquess yang sudah siuman. Marquess pun membantu mereka dan setelah berbagai rintangan akhirnya di tentukan bahwa pernikahan akan terjadi pada 20 bulan xx tahun xx. Atau... Bertepatan 1 minggu lagi.
"Apa-apaan? Kita malah mengikuti keinginan Duke" Arabella sedikit merasa tidak adil dengan keputusan sang ayah. Jujur saja, Marquess sangat ingin melihat putrinya bahagia. Dia bahkan berharap sebelum meninggalkan dunia ini ia ingin melihat Arabella menikah, dan hal ini juga terjadi di kehidupan yang lalu. Dan Arabella berakhir dengan menikahi Glen dan berujung pada kematiannya!
Hari demi hari di lewati, para perancang juga mulai berdatangan. Mereka datang untuk mempersiapkan pakaian dan keperluan pernikahan lainnya yang akan di kenakan oleh Duchess Tryon yang terhormat itu. Jujur saja, semuanya berjalan dengan sangat lancar. Dan ini sedikit membuat Arabella khawatir, karena Bagaimana bisa semuanya lancar seperti ini? Memang aneh namun itulah kenyataannya. Rencana mereka berdua benar-benar mulus!
Tak terasa waktu pun berlalu dengan begitu cepat! Kabar bahwa Arabella dan Duke akan menikah sampai ke telinga ibu dan adik tiri Arabella 1 hari sebelum acara pernikahan di mulai, sementara Glen dia mengetahuinya pada hari H.
__ADS_1
Kini semua orang sedang berkumpul dan menghadiri acara pernikahan Arabella dan Duke Tryon, setelah serangkaian upacara pernikahan akhirnya mereka pun resmi sebagai pasangan suami-istri. Rasanya benar-benar seperti mimpi! Akhirnya Arabella bisa terlepas dari ibu dan adik tirinya itu. Akan tetapi, kekhawatiran Arabella dan perasaan tidak tenangnya karena semuanya berjalan dengan lancar padahal ibu dan adik tirinya mengetahui hal ini. Walaupun terlambat mereka pasti akan melakukan sesuatu untuk menjatuhkan atau mengagalkan upacara pernikahan tersebut!
Dan benar saja, saat di pertengahan acara Glen membuat keributan.
"TIDAK BISA! DUKE APAKAH ANDA BENAR-BENAR MERASA BAHWA DIRI ANDA ITU TERHORMAT?! BAGAIMANA BISA ANDA MENIKAHI TUNANGAN SAYA?!" Dengan lantang dan penuh percaya diri Glen berusaha untuk merebut kembali Arabella dengan dalih pertunangan, namun.. Hal ini tentu saja tidak berguna! Karena Duke sudah menyiapkan senjata pamungkas yaitu "Surat izin kaisar" dengan adanya dekrit Kekaisaran maka mereka pun menjadi bungkam dan tidak bisa mengatakan apa pun!
"Tuan Glen, mohon untuk menjaga tingkah laku anda. Saya dan anda sudah tidak mempunyai hubungan lagi 1 minggu yang lalu, Jadi... Saya mohon agar anda menggunakan otak yang biasanya hanya di jadikan pajangan itu" Dengan wajah dan tatapan datar Arabella membalas semua perbuatan Glen dengan perkataannya, mendengar perkataan Arabella para bangsawan pun mulai membicarakan Glen.
"Bagaimana bisa dia berbuat seperti itu?"
"Gila! Dia pikir dia itu siapa sampai-sampai hendak merebut Duchess dari Duke?"
"Dia pasti sudah gila!" Dan perkataan tajam lainnya. Hal ini membuat Glen sangat malu, pada akhirnya Glen pergi meninggalkan acara tersebut begitu juga dengan Aira, ia lebih memilih untuk menenangkan kekasih gelapnya itu dan meninggalkan Jane sendirian di dalam ruangan tersebut, tatapan aneh para bangsawan pun mulai menghampirinya.
__ADS_1
"Sial! Kenapa mereka semua menatapku seperti itu? Aku kan tidak melakukan apapun! Enyahlah sana kalian para Penggosip!" Jane benar-benar marah, ia marah karena tatapan para bangsawan yang meremehkan dirinya. Jujur saja, Jane sangat tidak menyukai jika harga dirinya terluka!
Jane mendekat ke arah duke dan Arabella. Raut wajahnya nampak marah namun... Dengan cepat ia membalikkan keadaan.
"Maafkan dia duke, Ara kau juga tidak akan mempermasalahkannya kan? Karena mau bagaimana pun juga dia itu dulunya adalah tunanganmu" Jane tersenyum, ia benar-benar mengetahui bagaimana harus bersikap. Arabella tersenyum tipis.
"Ibu tenang saja, aku tidak akan mempermasalahkannya. Bahkan adik yang mengejar mantan tunanganku itu tidak akan ku permasalahkan" Arabella tersenyum, setelah perkataannya terdengar oleh para bangsawan mereka mulai membicarakan Jane dan Aira. Bagaimana bisa Aira mengejar orang yang dulunya adalah tunangan kakaknya? Itu benar-benar sangat keterlaluan! Karena tidak mungkin ada seorang gadis yang mengejar seorang pria jika mereka tidak mempunyai hubungan. Dan hal ini cukup menjadi perbincangan panas di antara para bangsawan.
"Arabella, bagaimana bisa kau melakukan ini? Adikmu itu kan hanya ingin menghibur Glen, karena mau bagaimanapun juga Glen itu sangat mencintaimu Ara. Bagaimana bisa dirimu malah menikahi orang lain? Bukankah kau juga mencintainya? Tapi kenapa kau malah melakukan ini semua?" Arabella menatap Jane dengan tatapan datar. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa sang ibu tiri malah membalikkan fakta seperti itu.
"Mencintaiku? Dia bilang Glen mencintaiku? Pfft! Gila! Jika aku yang dulu pasti akan sangat senang namu**n.... Aku yang sekarang tidak akan seperti itu"
"Nyonya, seharusnya anda langsung tahu begitu Ara memilih untuk menikah dengan saya dan meninggalkan Tuan Glen, sudah terlihat dengan begitu jelas bahwa Ara tidak mencintainya" Duke angkat bicara, ia benar-benar sudah tidak tahan. Bagaimana bisa istrinya di permalukan di depan umum? Dia benar-benar tidak menyukai jika ada orang yang menyentuh 'miliknya'
__ADS_1
"Ah.... Aku benci ini! Bagaimana bisa wanita tua itu ingin mempermalukan istriku? Aku benar-benar tidak menyukainya" Duke menatap tajam ke arah Jane, dengan susah Jane menelan salivanya dan kemudian berbalik dan pergi begitu saja tanpa mengatakan satu patah katapun! Benar-benar perilaku rendahan dan tidak pantas untuk di sebut Bangsawan Karena pada dasarnya Bangsawan itu memiliki Martabat berbeda dengan Jane.
Ya.. Mau bagaimanapun juga Jane dulunya sebelum menikah dengan seorang Baron dia adalah rakyat biasa yang menjadi Penghangat ranjang para pria tua yang ada di desanya. Hingga suatu hari dia bertemu dengan Baron/Ayah kandung Aira dan mereka berakhir tidur bersama dan hal ini menyebabkan Baron terpaksa menikahi Jane karena dia sedang mengandung anaknya. Namun... Apakah benar itu anak baron? Tentu saja bukan! Butuh waktu cukup lama sampai Baron mengetahui hal ini.