
"Hah... "
Duke menghela nafas kasar, dia saat ini sedang memikirkan jalan keluar dari masalah yang melanda wilayah utara. Kemudian ia teringat pada Permintaan kaisar , Permintaan ini hanya di berikan kepada orang yang akan menjadi Grand Duke atau orang-orang yang telah berjasa besar dalam urusan perang. Dan Duke termasuk golongan yang kedua, ia menerima permintaan kaisar sebagai wujud atas partisipasinya dalam mengikuti perang dan memenangkannya.
Duke mengambil kertas tersebut dan mulai menuliskan hal yang ia ingin beritahukan kepada kaisar. Setelah selesai Duke menyerahkan surat tersebut kepada Alister, Alister kemudian mengambil surat tersebut dan menatap ke arah Duke.
"Pastikan surat itu sampai ke tangan kaisar, kau harus mengantarkannya sendiri ke baginda kaisar tanpa perantara!" Duke menekan semua kata-katanya. Alister menganggukkan kepala dan pergi meninggalkan ruangan kerja Duke dan kediaman Duke, tak berselang lama Arabella masuk ke dalam ruang kerja dan langsung duduk di pangkuan Duke. Dan ini membuat Duke sangat terkejut, karena jarang sekali Arabella berinisiatif duluan seperti ini.
Karena tak mau melewatkan kesempatan emas tersebut Duke memeluk Arabella erat kemudian menatap wajah Arabella lekat, mungkin karena pakaian yang di pakai Arabella tipis Duke dapat merasakan dada/tubuh mereka bersentuhan. Dan Arabella juga merasakan hal ini, namun.. Ia mengesampingkan itu semua! Arabella kemudian mengalungkan lengannya ke leher Duke Dan menatap Duke lekat kini tatapan mereka berdua saling bertaut.
"Duke, bolehkah saya meminta satu hal?" Arabella memasang wajah memelasnya, Duke memalingkan wajahnya. Jujur saja ia sedikit kesal dan juga marah karena Arabella mendekati-Nya hanya ketika ada maunya saja. Untuk dekat pada hari-hari biasa saja sudah kesulitan. Tapi tiba-tiba kini Arabella lah yang mengambil inisiatif sendiri untuk duduk di pangkuan Duke dan Mengodanya.
"Wah, sayang sekali! Sebelumnya aku mengira bahwa dirimu ini serius ternyata tdak ya? Aku benar-benar sudah salah paham!" Duke sedikit murung ia benar-benar sedih, ia kira Arabella sudah membuka hatinya ternyata tidak! Arabella tersenyum dan mulai bernegosiasi dengan Duke. Mendengar hal yang akan di negosiasikan oleh Arabella membuat Duke merasakan tertarik dan menyetujuinya.
__ADS_1
Setelah negosiasi berjalan Arabella bangkit dari pangkuan Duke, namun.. Dengan cepat Duke menarik Arabella dan menciumnya dengan begitu agresif.
"Hmph" Lidah mereka saling bertautan, ciuman panas itu Berlangsung cukup lama. Tak hanya mencium Duke bahkan meremas dada Arabella dan ini membuat Arabella sedikit terangsang, namun.. Sayang saat mereka sedang melakukan ciuman yang panas itu tiba-tiba pintu terbuka dan mereka menjauhkan bibir mereka tetapi Duke tidak melepaskan Arabella dan malah memeluknya erat.
"Alister, kenapa kau masuk tidak mengetuk pintu dulu?" Duke sangat marah karena waktunya bersama Arabella terganggu. Alister hanya diam termangu dia benar-benar terkejut dengan apa yang saat ini ia lihat, ia benar-benar tidak percaya bahwa Pamannya yang ia kenal sebagai orang yang dingin dan tidak menyukai perempuan itu saat ini sedang memeluk Bibinya dengan begitu erat seperti memperingatkan bahwa Arabella hanyalah miliknya.
"Ya ampun, paman... Saya minta maaf. Saya tidak tahu bahwa anda dan bibi sedang melakukan sesuatu, oh ya! Jangan memeluk bibi begitu erat, toh saya juga tidak akan merebutnya" Alister mengangkat bahu dan menggelengkan kepala, Duke menatap tajam ke arah Alister menandakan bahwa ia meminta jawaban atas sikap kurang ajar Alister. Alister kemudian mulai menceritakan yang terjadi.
Dia menceritakan bahwa pada saat ke istana Alister di cegat oleh beberapa orang berbaju hitam, jika Alister pada saat itu tidak membawa pedang bisa-bisa sekarang ini dia hanya tinggal nama saja.
"Nampaknya aku tahu siapa pelakunya" wajah Duke saat ini benar-benar tidak enak di lihat. Arabella meletakkan jari telunjuknya di kening Duke, Duke sangat kebingungan dengan apa yang di lakukan oleh Arabella.
"Jangan seperti itu, nanti kau akan keriput"
__ADS_1
"Pfft!" Entah kenapa Duke malah tertawa mendengar perkataan Arabella, Arabella sedikit kesal karena Duke menertawakannya namun... Tak berselang lama Arabella juga ikut tertawa dia senang karena Duke sekarang sudah tidak tegang lagi dan tertawa dengan riang. Alister yang dari tadi berdiri di dekat pintu tersenyum tipis, dia benar-benar tidak menduga bahwa ternyata pamannya itu sudah jatuh cinta sepenuhnya kepada Arabella.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini Arabella tengah duduk sambil melipat tangan di dada, dia benar-benar tidak menduga bahwa Aira, adik tirinya akan datang ke kediaman Duke dengan dalih ingin melihat Marquess padahal tujuan Aira yang sebenarnya adalah menggoda Duke dan mendapatkan posisi yang memadai di kediaman Tryon.
"Aira, mengapa dirimu ada di sini? Seharusnya kau saat ini sedang bersama Glen dan mencoba untuk menenangkannya, karena mau bagaimana pun juga Glen di permalukan waktu itu kan karena dirimu" Arabella tersenyum smirk dan menatap Aira dari atas sampai bahwa, Aira juga menatap Arabella dari atas sampai bawah. Dia benar-benar terkejut dengan perubahan Arabella, pakaian yang di pakai Arabella kini benar-benar mewah! Perhiasannya yang Arabella pakai juga sangat mewah, bahkan kini Arabella terlihat lebih cantik dari Aira.
Bagaimana mungkin Aira tidak terkejut? Mengingat dulu saat di kediaman Marquess pakaian Arabella tidak pernah mencolok, Arabella selalu memakai pakaian yang sederhana sedangkan ia menggenakan pakaian dan perhiasan yang mewah. Namun... Kini semuanya sudah berbeda, kini Arabella berada di atas dan bagaikan ratu, sedangkan Aira kini berada di posisi bawah dan bagaikan budak. Sungguh perbedaan yang sangat besar.
"Kakak, kakak tahu kan bahwa aku dan Tuan Glen tidak mempunyai hubungan apa-apa?"
"Sial! Kenapa dia jadi lebih cantik daripada diriku? Seharusnya dia selalu berada di bawah kakiku! Dasar kepar*t!"Aira menggigit bibir bawahnya, dia benar-benar kesal dengan perbedaan antara dirinya dan Arabella. Arabella kini benar-benar bersinar sedangkan dia mulai tenggelam.
__ADS_1
"Ya, kau dan dia memang tidak memiliki hubungan apa-apa, hanya orang bodoh saja yang akan mempercayai perkataanmu itu" Arabella memandang rendah Aira, Arabella masih tidak mengerti kenapa di kehidupan dulu dia masih saja percaya dan terus mendukung Aira padahal jelas-jelas semuanya sudah kelihatan?! Padahal jelas sekali bahwa Aira tidak pernah menganggap Arabella keluarga.
"Ck!" Arabella berdecak kesal kemudian ia berdiri dari tempat duduknya dan melangkah keluar. Melihat hal ini Aira dengan cepat meraih tangan Arabella namun.. Bukannya tangan Arabella yang ia tarik Aira malah menarik lengan baju Arabella dan merobeknya.