ISTRI KONTRAK DUKE

ISTRI KONTRAK DUKE
Istri kontrak Duke [20]


__ADS_3

Setelah berbincang cukup lama akhirnya terjalinlah kesepakatan di antara mereka, mereka setuju untuk membantu Theo namun.. Mereka meminta Theo untuk mensponsori menara sihir milik mereka. Mereka pun sepakat untuk memulai rencana Arabella pada hari kamis atau tepatnya 2 hari lagi selain itu para penyihir juga harus menyiapkan beberapa barang sebelum mereka membuat lingkaran sihir yang di katakan oleh Arabella.


Setelah kesepakatan terjalin Arabella dan Theo kembali ke kediaman Tryon, dalam perjalanan ke kediaman mereka tak sengaja melihat sesosok bayangan hitam melintas dengan begitu cepat di samping kereta kuda mereka dan pas sekali! Arah yang di tuju oleh bayangan itu adalah kediaman Tryon, karena tak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan Theo dan Arabella memutuskan untuk menunggangi kuda. Mereka berdua melesat dengan begitu cepat menuju kediaman Tryon.


Arabella dan Theo begitu terkejut saat melihat para prajurit yang menjaga kediaman Tryon terbaring dalam keadaan kurus kering seperti kehabisan darah. Teringat akan keberadaan Ayahnya dan keponakannya Arabella dan Theo langsung mengambil pedang yang berada pada badan prajurit dan berlari masuk ke dalam, tak hanya itu karena kesulitan bergerak Arabella merobek sebagian gaunnya ia benar-benar tidak peduli dengan hal yang lain yang ia pikirkan saat ini hanyalah keselamatan ayahnya itu saja!


PRANG!!


ARGH!!


UHUK!!!


Langkah Arabella dan duke sempat terhenti begitu mendengar teriakan itu, dan asal suara itu berasal dari kamar yang di gunakan oleh Marquess. Theo yang menyadari hal itu tanpa aba-aba langsung menendang pintu kamar Marquess dan terlihatlah Alister yang bersimbah darah dan sekarat juga Marquess yang saat ini daya hidupnya sedang di serap oleh Kaisar.

__ADS_1


"AYAH!!!" Arabella menjadi histeris, tanpa berpikir panjang Arabella langsung menghunus pedangnya dan berlari ke arah kaisar yang sedang menyerap daya hidup ayahnya itu. Theo begitu terkejut dengan cepat Theo berlari ke arah Arabella namun.. Sangat di sayangkan kaisar malah memblokir Theo sehingga Theo tidak bisa bergerak sama sekali.


"ARABELLA!!" Entah karena emosi sudah meliputi nya entah bagaimana Arabella tidak mendengar teriak Theo dan terus maju dan menyerang Kaisar, Kaisar malah membuat tubuh Marquess menjadi tameng dan... Jleb... bukannya menusuk Kaisar pedang tersebut malah menusuk Marquess, Arabella begitu terkejut dan menjatuhkan pedangnya ia benar-benar terkejut, ia benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya akan melukai ayahnya seperti ini.


Kaisar menyeringai dan mengangkat pedang itu dengan kekuatannya kemudian ia memberikan pedang itu kepada Arabella, Arabella menatap kosong ke arah pedang tersebut Kaisar kemudian memanfaatkan kesempatan ini untuk menyingkirkan Arabella tanpa harus mengotori tangannya.


"Ambillah pedang itu dan penggal-lah kepalamu sendiri, kau sudah membunuh ayahmu kini kau harus membayar semuanya" Tangan Arabella mulai meraih pedang tersebut, Theo terus meneriakkan nama Arabella agar Arabella sadar namun.. Itu semua tidak berguna! Theo mencoba sekuat tenaga agar ia dapat terbebas dari jeratan Kaisar.


"Sekarang penggal-lah" Arabella mengarahkan pedangnya tepat ke lehernya dan mulai menggores lehernya, Theo semakin menjadi ia benar-benar tidak mau kehilangan orang yang ia sayangi lagi.


CRAT


Bukannya kepala Arabella yang terlepas dari tubuhnya akan tetapi kepala Kaisarlah yang terpenggal, Arabella benar-benar marah begitu kepala kaisar terpenggal ia terduduk lemas di lantai dan memeluk mayat ayahnya, Theo yang telah terbebas dengan cepat memeluk Arabella dan menenangkannya. Ia benar-benar sedih dan marah seharusnya Arabella itu merasakan kebahagiaan bukannya malah menderita seperti ini.

__ADS_1


Theo kemudian menatap ke arah mayat kaisar, mayat itu perlahan-lahan mulai berubah menjadi asap dan menghilang tanpa jejak.


Lilith begitu terkejut saat melihat pion yang paling berharga dan ia sayangi tewas begitu saja! Ia tak bisa membiarkan rencana yang telah ia siapkan setelah sekian lama hancur begitu saja hanya! Setelah kejadian itu Lilith malah menyamar menjadi kaisar, Arabella menjadi sangat murung dan pendiam. Ia benar-benar sedih karena ayahnya kini benar-benar telah tiada, sementara itu Alister mengalami koma karena pendarahan dan beberapa serangan di titik fatalnya.


Sudah 1 bulan berlalu namun... Athanasius masih belum mencurigai Lilith, entah karena Lilith yang terlalu pandai berakting atau memang karena Athanasius yang tidak terlalu memperhatikan Ayahnya ia sama sekali tidak menaruh curiga kepada Lilith. Siang harinya datang surat dari Putra Mahkota, ia mengabarkan bahwa dirinya akan kembali ke Kekaisaran besok. Dan dari sinilah Athanasius mulai curiga!


Kaisar tidak pernah tersenyum atau menunjukkan emosi jika berkenaan dengan Putra Mahkota/kakaknya itu sementara Kaisar yang ini maah tersenyum seperti itu sudah jelas bahwa dia bukanlah Kaisar yang asli! Karena ingin memastikan lebih dalam Athanasius mengetes Lilith dengan menanyakan beberapa hal yang hanya ia dan ayahnya ketahui. Namun... Semua pertanyaan yang di lontarkan oleh Athanasius malah di jawab dengan salah dan sembarangan! Dan hal ini cukup untuk membuktikan bahwa Saat ini orang yang sedang berdiri di hadapannya bukanlah Kaisar Yang asli melainkan seseorang yang menyamar!


Lilith sadar bahwa Athanasius mulai mencurigainya namun, ia benar-benar tidak peduli! Karena tujuan pokoknya adalah menjadikan Putra Mahkota sebagai pion barunya. Ia benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan calon pionnnya itu!


Keesokan harinya sorak-sorai dari rakyat mengema ke seluruh wilayah Kekaisaran mereka begitu antusias menyambut kedatangan pahlawan perang mereka itu, tak berselang lama Putra Mahkota dan pasukannya memasuki wilayah ibu kota dan menunggangi kuda menuju Istana. Di tengah perjalanan Theo secara langsung menyambut kedatangan Putra Mahkota, begitu juga dengan Arabella ia mulai merelakan kepergian ayahnya itu dan saat ini Arabella sedmg mencoba untuk menjalani kehidupan seperti biasanya.


"Putra Mahkota, sudah lama sekali kita tidak bertemu. Saya benar-benar rindu saat kita sama-sama berada di garis depan" Theo menepuk bahu Putra Mahkota begitu juga sebaliknya mereka benar-benar mengenang saat-saat mereka berdua bersama. Jujur saja Theo sudah menganggap Putra Mahkota sebagai kakaknya dan Putra mahkota sudah menganggap Theo sebagai adiknya. Putra Mahkota baru sadar akan keberadaan Arabella setelah Arabella menggandeng tangan Theo.

__ADS_1


"Eh? siapa Lady yang cantik ini?" Putra Mahkota menundukkan kepalanya dan memperhatikan Arabella dengan seksama.


"Ah.. dia adalah istriku, oh ya! Sekarang aku sudah naik pangkat loh sekarang aku bukan duke lagi melainkan Grand duke" Mendengar kata istri dan Grand duke Putra Mahkota benar-benar terkejut ia benar-benar tidak menyangka bahwa Theo akan mendahuluinya dalam hal menikah dan ia juga tak menyangka bahwa Kaisar menyetujui penaikkan pangkat/jabatan Theo. Karena sepengetahuan dirinya kaisar itu adalah orang yang sangat pendendam dan rela melakukan apapun demi tujuannya!


__ADS_2