
3 hari kemudian, datang sebuah surat undangan dari Kekaisaran. Theo menerima surat tersebut dengan perasaan curiga dan cemas ia benar-benar takut bahwa ternyata isi dari surat itu adalah suatu hal yang dapat merugikan dirinya dan Arabella. Dengan perasaan yang tidak enak hati Theo membuka surat tersebut kemudian membacanya dan benar saja! Di dalam undangan itu lagi-lagi tertera ajakan agar Arabella pergi ke Istana.
Jujur saja sudah 3 hari terakhir ini Kaisar terus saja mengirim surat tersebut belum lagi sudah 3 hari juga tidak ada kabar dari Putra Mahkota. Entah apa yang sebenarnya terjadi padanya, setelah membaca semua isi surat tersebut Theo sangat marah dan kesal melihat kalimat terakhir yang tertulis pada surat itu. Saya harap Grand Duke Tryon dapat memenuhi titah Kaisar ini. Jika Grand Duchess Sampai tidak datang maka saya akan menganggap bahwa Keluarga Tryon telah melakukan pemberontakan.
Theo meremas kertas tersebut kemudian melemparnya ke arah Tungku api, ia benar-benar marah dan kesal bagaimana bisa Kaisar membuat titah seperti itu! Seharusnya Kaisar tidak melakukan hal ini. Bagaimana bisa Kaisar melakukan hal ini?
"Sial! Jika seperti ini mau tidak mau aku harus mengirim Arabella untuk pergi ke Istana" Theo mengusap wajahnya kasar ia benar-benar tak habis pikir ternyata Kaisar adalah orang yang seperti ini yah... Dia sebenarnya sudah tahu semenjak Kaisar mencoba untuk menjadikan Arabella sebagai istrinya dan mengingat hal itu semakin membuat Theo marah.
"Alister... Apakah dia sudah sadar?" Bersamaan dengan Theo yang bergumam seperti itu salah satu pelayan masuk ke dalam ruang kerja Duke dan memberi kabar bahagia bahwa Alister sudah sadar, mendengar kabar tersebut Theo benar-benar senang ia tak pernah menyangka bahwa Alister akhirnya sadar juga. Dia benar-benar senang akhirnya keponakannya yang menyebalkan itu akhirnya sadar juga, sangking senangnya Theo langsung berlari ke kamar Alister.
BRAK
Arabella yang saat itu sudah berada di dalam kamar Alister sangat terkejut karena Theo tiba-tiba saja masuk dan menendang pintunya, Theo juga terkejut karena Arabella ternyata sudah berada lebih dulu di dalam kamar Alister Theo kemudian menatap Arabella curiga dia benar-benar merasa aneh bagaimana bisa Arabella ada di sini? Bukankah seharusnya saat ini Arabella sedang berada di kamarnya.
"Arabella? Bagaimana bisa dirimu ada di sini?" Arabella menatap lesu wajah Theo jujur saja pada aat itu Arabella benar-benar kesulitan tidur selama 3 hari terakhir ini Arabella selalu saja memimpikan hal yang sama. Namun... Entah kenapa setelah melihat wajah Theo semuanya menjadi berubah, Arabella langsung berlari ke arah Theo dan memeluknya erat, Theo benar-benar merasa aneh dan heran bagaimana bisa Arabella tiba-tiba saja menjadi seperti ini? Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Apakah ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuan dirinya?
Padahal jelas-jelas semua harta keluarga Carlos sudah jatuh ke tangan Arabella tak hanya itu Jane juga di penjara selama 12 tahun, jadi... Sebenarnya apa yang membuat Arabella sedih seperti ini? Theo benar-benar tak habis pikir dan ia juga sangat tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Di saat Arabella ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tiba-tiba Alister terbangun dan langsung memanggil mereka berdua.
Tanpa pikir panjang Theo dan Arabella langsung menghampiri Alister dan menanyakan kabarnya, Alister terlihat pucat!
"Kalian berdua baik-baik saja kan? Oh ya! Marquess? Di mana dia?" Alister menoleh ke kanan dan ke kiri guna mencari keberadaan Marquess namun.. Sayang ia tidak menemukannya dan saat dia melihat ke arah Arabella dan Theo betapa terkejutnya ia saat melihat ekpresi putus asa dari Arabella dan Theo. Mereka benar-benar tidak mau mengingat kejadian waktu itu lagi! Jujur saja itu benar-benar membuat hati mereka sakit. Begitu mendengar kabar bahwa Marquess telah meninggal dunia Alister menjadi sangat terpukul.
__ADS_1
Bagaimana ia tidak sedih? Marquess itu seolah-olah ayahnya sendiri, Marquess menyayangi Alister seperti anaknya sendiri, Alister menangis tersedu-sedu ia benar-benar tak menyangka bahwa ternyata ia gagal melindungi Marquess.
...----------------...
Setelah tenang, sore harinya Arabella bersama Theo pergi ke istana. Di istana mereka di sambut dengan begitu meriah oleh Kaisar, mereka minum teh bersama dan mengobrol bersama benar-benar menyenangkan! namun... Juga menjengkelkan! Kaisar malah membahas soal perang padahal Theo sama sekali tidak ingin membahas hal itu saat Theo maupun Arabella menanyakan keberadaan Putra Mahkota saja Kaisar tidak membuka mulutnya seolah-olah ada yang ia sembunyikan.
Setelah selesai membahas tentang strategi perang Kaisar menyuruh Arabella dan Theo kembali, benar-benar mencurigakan! Ini memang aneh tapi... mau bagaimanapun juga mereka berdua terpaksa melakukannya.
......................
1 Bulan kemudian......
Terdengar kabar bahwa Putra Mahkota tewas di bunuh oleh suku barbarian dan hal ini menyebabkan perang di kedua belah pihak pecah! Theo yang saat itu sedang sibuk mengurus wilayah utara di buat sakit kepala dan dilema karena tiba-tiba saja ibu kota Kekaisaran di serang oleh Kerajaan musuh. Bukan hanya 1 melainkan oleh 5 kerajaan sekaligus! Ini benar-benar aneh, padahal mereka sudah menandatangani kontrak /surat perjanjian kedamaian namun... mengapa mereka malah melanggarnya?
Sudah 2 jam semenjak Theo berputar-putar di sekitar ibu kota dan akhirnya ia menemukan Arabella yang sedang berusaha menahan suku Barbarian dengan cepat Theo menarik Arabella dan menaikkannya ke atas kuda dan mereka langsung melesat ke istana.
"Kenapa istana?"
"Aku curiga pada Kaisar kita ini! Dia terlihat seperti bukan orang tua itu" Arabella menganggukan kepala, dia juga curiga bahwa Kaisar yang saat ini bukanlah Kaisar. Dan benar saja begitu mereka sampai di sana mereka benar-benar dibuat terkejut karena Kaisar/Lilith sedang dalam wujud aslinya, Lilith tersenyum ke arah Arabella dan Theo.
"Akhirnya ketahuan juga ya?"
__ADS_1
"Iblis!"
"Aku pasti akan melenyapkanmu!" Theo langsung turun dari kudanya dan menghunuskan pedang ke arah Lilith, Lilith menanggapi hal ini dengan begitu santai. Dia benar-benar tidak takut dengan pedang tersebut, jujur saja kapanpun juga Lilith pasti bisa mematahkan ataupun melelehlan pedang jika dia mau.
"Kau pikir aku akn takut?" Lilith tersenyum smirk dia benar-benar mengira bahwa dirinya akan baik-baik saja.
SRING
Tes... Tes.. Tes
Darah seger mengalir dari leher Lilith menyadari lehernya tersayat Lilith langsung menarik dirinya dan waspada terhadap Arabella dan Theo dia benar-benar tdak habis pikir, bagaimana bisa kekuatannya tidak mempan kepada Arabella dan Theo? Ini benar-benar aneh ! Tanpa berpikir panjang Theo langsung berlari ke arah Lilith dan menebas kepalanya.
Kepala Lilith terlepas dari tubuhnya dan menggelinding cukup jauh, bersamaan dengan terpenggal nya kepalanya tubuhnya juga berubah menjadi abu.
"Lagi-lagi?" Setelah membereskan Lilith Arabella dan Theo langsung bergegas masuk ke dalam istana dan mencari keberadaan Putra Mahkota mereka tidak percaya bahwa Putra Mahkota sudah mati dan benar saja Putra Mahkota pada saat itu sedang berada di dalam jeruji besi, dengan cepat Theo melepaskan Putra Mahkota. Perang pun berlangsung selama 1 minggu dan Theo juga yang lainnya menang, setelah itu acara penobatan Arthur(Putra Mahkota) Pun di mulai Setelah Putra Mahkota naik tahta Theo di beri gelar 'Pangeran Carl" Dan sejak saat itu Keluarga Tryon semakin maju dan juga kaya.
Tak hanya itu kini Arabella dan Theo juga telah di karuniai 2 orang anak. 1 Laki-laki dan 1 perempuan. Mereka pun hidup bahagia selamanya~
...-Tamat-...
Terima kasih kepada para pembaca setia yang sudah membaca Novel ini dari awal sampai akhir, maaf... Jika di ending kurang memuaskan. Oh ya! Saya ada rencana untuk membuat Novel ini menjadi Chat story, dan... Saya juga sepertinya akan membuat novel kembali ketika sudah mencapai Author silver.
__ADS_1
Itu saja sampai jumpa