
Ternyata itu adalah anak dari seorang pria yang tidak jelas asal usulnya dan tentu saja, kesempatan itu tidak di lewatkan oleh Jane. Karena dengan Benih itu bisa dia Manfaatkan untuk menikahi Baron yang 1 minggu lalu menidurinya itu. Namun... Sepintar apapun ia menyembunyikannya akhirnya ketahuan juga, Baron begitu marah kepada Jane. Karena tidak mau posisinya hancur pada akhirnya Jane membunuh Baron tersebut.
"Ah.. Sialan! Kenapa aku jadi ingat masa lalu?" Jane terus berjalan keluar dan tidak mendengarkan pembicaraan para bangsawan. Ia benar-benar kesal, bagaimana bisa Arabella mempermalukannya seperti ini? Dia bahkan bersumpah akan membalas semua penghinaan yang di lakukan oleh Arabella.
"Lihat saja pernikahan kalian pasti akan hancur lebur! Aku akan memastikannya" Gumam Jane.
• Kembali ke pasangan pengantin baru •
Saat ini Arabella dan Duke sedang menyambut para tamu dan mengobrol bersama. Dari kejauhan terlihat Violet sedang berjalan mendekat ke arah mereka dan benar saja Violet langsung mengajak Arabella untuk berbicara berdua saja. Arabella melirik ke arah Duke setelah Duke menganggukkan kepala Arabella pun pergi bersama Violet.
Mereka berbicara di sudut ruangan yang cukup sepi. Dan ini benar-benar membuat mereka dapat berbicara dengan leluasa.
"Violet ada apa?" Arabella menatap ke arah Violet, Violet terlihat sedikit gemetar. Entah kenapa Violet yang di kenal sebagai gadis pemberani itu sekarang malah gemetar ketakutan seperti itu? Ini benar-benar membuat Arabella penasaran.
Violet membuka mulutnya dan mulai bercerita, ia bercerita tentang ancaman dari Glen. Violet tidak sengaja mendengar pembicaraan Glen dan Aira, dalam pembicaraan tersebut Glen berniat untuk membuat Arabella terluka dan menghancurkan pernikahannya. Namun... Aira menyarankan untuk langsung membunuh Arabella saja.
Karena, dengan tewasnya Arabella maka harta keluarga Carlos secara tidak langsung akan jatuh ke tangan mereka. Walaupun Marquess masih hidup tapi umurnya tidak akan lama dan pada akhirnya karena pewaris resmi telah tiada maka secara otomatis harta keluarga Carlos akan jatuh ke tangan Aira.
Mendengar hal ini Arabella hanya bisa terdiam, ia benar-benar tidak menyangka bahwa ternyata dalang di balik pembunuhan terhadap dirinya adalah Aira. Sebelumnya ia mengira bahwa Janelah dalangnya ternyata bukan, ia sudah salah sangka!
__ADS_1
"Begitu ternyata, Terima kasih Lady. Berkat anda saya jadi bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka berdua" Arabella memegang tangan Violet, Violet sangat senang karena Arabella memegang tangannya. Ia tak pernah menyangka bahwa Arabella akan menggenggam tangannya seperti ini.
Setelah perbincangan mereka selesai, Arabella pergi meninggalkan Violet dan kembali bersama duke. Tak terasa waktu cepat berlalu, kini pesta benar-benar sudah berakhir semua orang kembali ke kediaman masing-masing begitu juga dengan Duke dan Arabella, sekarang adalah malam pertama mereka.
Arabella begitu tegang, dia duduk di tepi ranjang sambil menunggu Duke selesai mandi.
• Ceklek •
Duke keluar dari kamar mandi dan langsung mendekat ke arah Arabella, Arabella tidak menyadari bahwa Duke telah berada di dekatnya. Tanpa aba-aba Duke langsung menindih Arabella dan menciumnya, tentu saja hal ini membuat Arabella sangat terkejut apalagi orang yang ada di depannya terlihat sangat berbeda. Tatapan Duke yang biasanya dingin dan tak berekspresi kini berubah menjadi tatapan dengan penuh gairah.
Duke mencium setiap inci tubuh Arabella dan tidak ada yang terlewat, perlahan-lahan Duke melepas semua pakaian yang menempel pada Arabella. Arabella juga tidak dapat menolak karena pada kontrak tertulis bahwa Arabella harus melahirkan anak Duke. Hubungan panas itu berlangsung cukup lama. Arabella mulai kelelahan namun.. Duke tidak Menggubrisnya dan terus melakukannya.
Tubuh Arabella terasa begitu sakit. Punggungnya rasanya bisa patah kapan saja.
"Ugh! Siapa sangka ternyata dia sangat bergairah dan 'itu' nya juga sangat besar" Membayangkan kejadian semalam membuat wajah Arabella memerah semerah tomat, ia begitu malu saat dirinya mendesah dengan begitu keras.
"Sialan! Bagaimana bisa aku melakukan itu?" Arabella menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Di saat Arabella sedang mengingat kejadian itu tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan masuklah beberapa pelayan termasuk Nana. Mereka datang untuk membantu mandi Arabella. Setelah selesai mandi mereka mendadani Arabella.
"Nana, apakah di sini nyaman?" Nana menganggukkan kepala, dia begitu senang berada di kediaman Tryon. Semua orang yang ada di sini sangat ramah dan baik berbeda dengan saat mereka berada di kediaman Marquess. Arabella tersenyum dan kembali menatap pantulan dirinya.
__ADS_1
"Tidak heran jika Nana lebih betah di sini, aku juga seperti itu.Yah... Itu memang wajar karena hampir semua pelayan yang ada di kediaman Marquess telah berpihak kepada Jane" Arabella sedikit kesal mengingat ada begitu banyak orang yang berada di sisi Jane.
"Nyonya tenang saja, saya pasti akan bekerja dengan baik dan tidak akan mengecewakan anda!"
"Baiklah, mohon bantuannya Nana" Arabella memutuskan untuk hanya memikirkan saat ini saja, dia benar-benar ingin menikmati masa-masa kebebasannya dan melupakan masalah ibu, adik, serta tunangannya itu.
Setelah selesai bersiap Arabella pergi ke ruang kerja Duke untuk menemuinya, saat Arabella pergi ke sana Duke sedang mengurus beberapa dokumen. Melihat suaminya yang begitu sibuk mengurus dokumen sampai tidak menyadari keberadaannya benar-benar membuat sisi jahil Arabella keluar.
Arabella mengendap-endap dan berdiri di belakang Duke. Pada saat itu juga ia menyuapi Duke dengan kue dari belakang.
"Hmph" Duke begitu terkejut karena tiba-tiba saja ada kue yang muncul dan masuk ke dalam mulutnya, dengan cepat ia berbalik dan akhirnya Arabella ketahuan mengendap-endap oleh Duke. Duke yang gemas dengan tingkah istrinya itu menarik Arabella ke pangkuannya dan mencium Arabella dengan agresif.
Arabella tidak dapat menolak ciuman tersebut dan pada akhirnya mereka berdua terlarut dalam ciuman manis itu.
"Ah... Sejak kapan aku menjadi seperti ini? Apakah sejak dia mengajukan untuk menjadi istri kontrakku? Atau sejak dia tinggal di sini? Aku jadi tidak bisa memalingkan wajah dari dirinya. Jika seperti ini... Kontrak itu bisa tidak berlaku, Arabella, Aku tidak akan pernah melepaskanmu! Tidak akan!" Entah sejak kapan akan tetapi Duke nampaknya sudah menyimpan rasa kepada Arabella, dan ia benar-benar berniat untuk tidak melepaskan Arabella.
Setelah berciuman yang cukup panas itu, Arabella malah ikut mengerjakan Dokumen bersama Duke. Dia sudah berniat untuk menjadi istri yang baik. Duke hanya bisa tersenyum melihat Arabella yang dengan sepenuh hati mengerjakan pekerjaannya itu.
Tak terasa waktu makan siang telah tiba, kepala pelayan datang ke ruang kerja Duke untuk memberitahukan bahwa waktu makan siang telah tiba. Duke dan Arabella pun meninggalkan pekerjaan mereka dan pergi ke ruang makan.
__ADS_1