ISTRI KONTRAK DUKE

ISTRI KONTRAK DUKE
Istri kontrak Duke [07]


__ADS_3

1 minggu sudah berlalu semenjak Arabella menemukan Glen dan Aira yang sedang bermesraan di dalam kamar ayahnya. Dan kini Marquess telah berada di sebuah rumah yang telah di siapkan oleh Duke Tryon, selain itu Marquess juga mendapatkan pengobatan secara berkala dan kini racun di dalam tubuhnya telah menipis. Arabella juga di periksa karena khawatir bahwa Arabella juga sudah terkena racun dan benar saja! Di dalam tubuh Arabella di temukan jejak racun dan langsung di obati.


"Jadi... Anda akan mengajukan pernikahan kontrak kita kepada Kaisar besok?" Saat ini Arabella dan Duke sedang menghabiskan waktu mereka berdua dengan meminum teh bersama di rumah kaca. Duke menganggukkan kepala, ia sebelumnya mempunyai rencana untuk mengajukan pernikahan itu 2 hari yang lalu akan tetapi selalu saja gagal karena ada hal yang lebih mendesak!


"Ya, besok saya akan pergi ke sana Lady. Dan juga saya harap besok anda bisa ikut bersama saya, kita harus membuat Kaisar percaya pada kita berdua" Duke menaruh cangkir tehnya dan menatap ke arah Arabella, Arabella termenung sebentar. Dia sebenarnya tidak mau ikut karena malas bertemu dengan Pangeran ke-2 karena mau bagaimana pun juga pangeran ke-2 pernah berniat untuk menjadikan Arabella sebagai selirnya namun Arabella menolaknya.


"Hah... Baiklah, saya akan pergi bersama anda. Jujur saja, sebenarnya saya sangat malas untuk datang ke istana" Arabella mengangkat bahunya, kemudian menatap ke arah Duke. Duke sedikit berpikir dan akhirnya ia tahu apa alasan Arabella mengatakan 'Malas'.


"Ah.. Begitu ternyata, kalau boleh jujur lady. Saya juga sangat malas untuk datang ke istana, tapi... Ya, mau bagaimana lagi?" Duke tersenyum kemudian kembali menyeruput teh yang ada di depannya, Arabella termenung sebentar.


"Tunggu dulu! Tapi.. Bagaimana dengan kontrak pertunanganku dengan Tuan Muda Glen?" Arabella baru teringat bahwa ia masih terikat hubungan 'Pertunangan' dengan Glen.


"Anda tenang saja, begitu kita menikah semuanya akan terselesaikan!" Duke dengan santai mengatakan hal tersebut kemudian mengajak Arabella untuk berjalan-jalan sebentar di sekitar Duchy Tryon. Mau bagaimanapun juga Arabella akan tinggal di sana, jadi... Dia juga harus mengetahui keadaan di sekitar wilayah Duchy Tryon. Arabella dan Duke pun pergi bersama.

__ADS_1


"Hm.. Jika ingin mengunjungi semua daerah kekuasaan Tryon mungkin membutuhkan waktu 1 minggu? Anda tidak perlu berkunjung ke Kish karena daerah tersebut benar-benar terpencil dan waktu tempuh yang sangat lama." Arabella menganggukkan kepalanya, lagi pula siapa yang mau datang ke wilayah itu? Di sana kan ada suku kanibal yang bersembunyi! Akan sangat berbahaya jika pergi ke sana tanpa Persiapan yang matang.


Tak terasa sudah 6 jam mereka berkeliling kini mereka sedang beristirahat di salah satu restoran. Arabella memerhatikan sekeliling, ia tak henti-hentinya di buat kagum dan terkesima dengan arsitektur yang ada di restoran tersebut.


"Kau suka arsitektur yang ada di sini?" Duke bertanya secara tiba-tiba, Arabella menganggukkan kepalanya. Dan tak berselang lama senyum kecut terukir di wajah tampan Duke.


"Sebenarnya ibuku juga menyukai arsitektur di restoran ini" Duke menghela nafas dan menatap langit-langit restoran tersebut. Melihat hal ini Arabella hanya bisa diam termangu. Dia tau betul seperti apa situasi keluarga Tryon, Semua anggota keluarga inti Tryon di bantai habis-habisan oleh keluarga bagian. Dan satu-satunya orang yang selamat dari keluarga inti adalah Theo Dan kakak perempuannya. Namun sayang.... Kakak perempuannya harus merenggang nyawa karena kepalanya terpenggal saat akan membereskan suku Barbarian yang berada di perbatasan wilayah utara. Dan hal ini benar-benar membuat Duke terpukul.


"Anda sudah melewati semuanya Duke, sekarang anda hanya perlu menikmati hasil jerih payah anda. Keluarga anda yang ada di sana juga pasti tidak mau melihat anda sedih seperti ini, tersenyumlah! Dengan begitu hati anda juga akan bertambah tenang." Mendengar perkataan Arabella benar-benar membuat Duke merasa tenang dan rasanya ia ingin menangis namun... Jika ia menangis itu akan menunjukkan sisi lemahnya kepada orang lain. Di saat Arabella hendak melepas pelukannya Duke dengan sigap memeluk Arabella lebih erat.


"Sebentar lagi saja, ku mohon.... " Duke menenggelamkan wajahnya, ia benar-benar tidak ingin pelukan hangat itu terlepas! Arabella yang tidak dapat melakukan apapun pada akhirnya membiarkan Duke memeluknya lebih lama. Setelah tenang Duke melepas pelukan tersebut dan terlihatlah matanya yang sembab akibat menangis.


"Ah... Jadi ini alasannya menenggelamkan wajahnya? Pantas saja bajuku terasa basah! Rupanya dia menangis"Arabella menghela nafas kemudian ia menyentuh dan membelai pipi Duke. Duke terkejut, tiba-tiba saja Arabella menyentuh wajahnya, Arabella tersenyum dan memegang tangan Duke.

__ADS_1


" Kalau anda merasakan kesulitan atau apapun itu, anda bisa menceritakannya kepada saya. Saya akan menjadi pendengar dan penghibur yang baik untuk anda" Melihat Arabella yang tersenyum tulus Duke tanpa sadar menganggukan kepalanya, ia benar-benar tidak peduli lagi! Ia hanya ingin ada seseorang yang memahami keadaannya dan akhirnya ia menemukan orang tersebut.


"Arabella, tolong jangan salahkan aku jika nantinya aku tidak akan melepaskanmu meski kontrak sudah berakhir! Jika kau tidak mau untuk tinggal bersamaku aku akan memaksamu!" Duke menatap wajah Arabella dengan tatapan yang sulit di artikan!


"Ah.. Lihat jamnya! Sekarang waktunya ayah di obati secara berkala!" Arabella bergegas berjalan ke luar restoran, Duke mengikuti Arabella dengan langkah cepat. Sebenarnya Duke sangat menyayangkan hal ini, padahal ia masih ingin bersama dengan Arabella lebih lama tapi bisa-bisanya waktu mereka berduaan berakhir secepat itu!


• Keesokan harinya •


Setelah sarapan Duke dan Arabella pergi menuju istana untuk mengajukan pernikahan mereka, hal ini tentunya di sambut dengan berbagai drama dari Kaisar. Bahkan pangeran ke-2 menentang keras sang kaisar untuk menyetujui pernikahan Duke dan Arabella.


"Ayah! Pokoknya anda tidak boleh memberikan mereka izin untuk menikah! Saya tidak mau gagal 2 kali dalam menikahi Lady Arabella!" Kaisar menganggukkan kepala, ia juga tidak ingin kehilangan calon menantu yang dapat di andalkan seperti Arabella.


"Sialan! Lihat wajah tebal mereka itu, memangnya mereka siapa sampai-sampai mereka mengatur pernikahanku? Ini benar-benar gila!" Arabella begitu memusuhi ayah dan anak itu. 'Bagaimana bisa seorang Kaisar dan pangeran tidak ada harkat Martabatnya seperti ini?!' Itulah yang selalu Arabella pikirkan setiap melihat Kaisar dan Pangeran ke-2

__ADS_1


__ADS_2