ISTRI KONTRAK DUKE

ISTRI KONTRAK DUKE
Istri Kontrak duke [19]


__ADS_3

Tubuh prajurit itu mengering, matanya keluar sebelah, lidahnya terpotong setengah, serta kondisi tangan juga kakinya yang bengkok. Semua orang menjadi cemas keadaan di wilayah duchy yang sebelumnya tenang kini berubah menjadi ricuh! Rupanya antisipasi yang di lakukan oleh Grand duke gagal!


Mau seketat apapun penjagaan nya itu tidak akan pernah bisa menghentikan Kaisar yang memang sudah tahu seluk-beluk setiap daerah. Kabar ini pun sampai ke telinga Grand duke, Theo benar-benar cemas akan keselamatan rakyat dan juga istrinya itu. Ia tak mau jika sampai terjadi sesuatu kepada Arabella, selain itu Theo juga sangat menyayangi penduduk yang tinggal di wilayah duchy. Ia tak mau ada orang yang menjadi korban lagi.


"Kenapa jadi seperti ini? Sebenarnya siapakah orang yang telah meneror kita? Kenapa dia sampai melakukan ini semua? Dan kenapa Kaisar belum mengambil tindakan tegas?" Theo sangat kebingungan seharusnya Kaisar saat ini sudah turun tangan dan memberantas peneror itu namun.. Sekarang Kaisar malah tidak menunjukkan batang hidungnya kini Kaisar seolah-olah telah tiada. Tak hanya itu keluarga Kekaisaran yang lain juga tidak ada yang mulai bertindak, mereka benar-benar acuh!


"Entah kenapa aku sedikit curiga kepada Kaisar" Gumam Arabella namun masih terdengar oleh Theo dan Alister, mendengar perkataan Arabella mereka berdua langsung saling menatap satu sama lain dan mencoba mencerna dan merinci kejadian yang sebenarnya. Memang jika di perhatikan lagi ada begitu banyak keanehan! Seperti:



Kaisar yang tidak menunjukkan keberadaannya.


Tidak ada satupun keluarga Kekaisaran yang turun tangan.


Pelaku bergerak dengan sangat terkoordinat seperti sudah lama berada di wilayah Kekaisaran.

__ADS_1



"Aku rasa apa yang di katakan bibi tidak ada salahnya" Theo mengangguk setuju ia juga berpendapat bahwa apa yang Arabella katakan memang benar, bisa saja semua ini ada campur tangan Kaisar dan jika memang benar seperti itu mereka mempunyai kesempatan untuk menggulingkan Kaisar dan membuat putra mahkota naik tahta.


Jika boleh jujur, dari awal sampai akhir Theo lebih memilih untuk masuk ke dalam kubur putra mahkota daripada pangeran kedua. Karena mau bagaimanapun juga putra mahkota berperan besar dalam hal memperluas wilayah dan menghentikan pemberontakan, sama seperti dirinya Putra mahkota juga selalu berdiri di garis depan ia tidak pernah membuat rekan setimnya menderita atau kesulitan. Dan putra mahkota adalah pilihan yang tepat untuk menjadi kaisar selanjutnya!


Arabella dan Theo mulai menyusun rencana mereka, Alister tidak berani untuk ikut campur namun bila di perlukan ia akan memberikan masukan kepada Paman dan bibinya itu. Setelah selesai berdiskusi mereka pun mulai menjalankan rencana mereka, saat mereka akan bertindak Marquess datang dan menghampiri mereka melihat kedatangan ayahnya Arabella langsung menghampiri Marquess dan menggenggam tangan Marquess dan menuntunnya.


"Ayah, ada apa? Kenapa ayah datang ke sini? Ayah kan belum sehat sepenuhnya" Arabella sangat mengkhawatirkan keadaan ayahnya itu karena mau bagaimanapun juga keadaan Marquess masih belum pulih sepenuhnya masih butuh waktu sekitar 1 bulan lagi baru Marquess akan sembuh sepenuhnya.


"Ayah dengar ada teror pembunuhan di luar sana, apakah itu benar?" Marquess menaikkan sebelah alisnya ia benar-benar penasaran dengan keadaan yang ada di sekitarnya. Bukan tanpa alasan jika Marquess mengetahui hal ini dari awal mungkin saja ia bisa memberikan masukan kepada Arabella dan Theo? Karena mau bagaimanapun juga mereka berdua adalah orang yang sangat di sayangi oleh Marquess.


Arabella dan Theo hanya bisa diam mereka sebenarnya tidak mau mengatakan hal ini kepada Marquess namun mereka juga tak mau menyembunyikan hal ini dari Marquess sungguh dilema yang membingungkan!


Marquess memasang wajah bingungnya, Alister yang melihat hal ini langsung menjelaskan situasi yang terjadi di wilayah Kekaisaran. Marquess sangat terkejut! Teror ini benar-benar sangat berbahaya.

__ADS_1


"Ritual iblis" Ucap Marquess tanpa sadar, Arabella, Theo, dan Alister membulatkan mata mereka. Mereka benar-benar lupa akan hal itu bagaimana bisa mereka melupakan hal yang sepenting itu?? Jika mereka tahu lebih awal persiapan mereka juga pasti kan lebih matang!


"Ritual iblis ya? Menurut ingatanku di kehidupan sebelumnya cara untuk mengatasi ritual ini adalah dengan mengorbankan seseorang, tidak! Aku tidak mungkin membiarkan adanya korban yang lain" Arabella menggeleng kuat ia benar-benar tidak mau ada orang yang menjadi korban lagi! Namun... Jika mereka tidak melakukannya bisa-bisa korban akan semakin banyak, Ah..... Arabella harus memilihnya mengorbankan 1 orang untuk keselamatan 100 orang atau malah mengorbankan keselamatan 100 orang untuk keselamatan 1 orang?


Tentu saja pilihan yang pertama! Siapapun pasti akan melakukannya kan? Memangnya siapa yang akan mengorbankan 100 orang untuk keselamatan 1 orang? Tentu saja ada! Dan orang itu adalah Grand Duke Tryon, dia pasti akan melakukan apapun asalkan Arabella selamat!


Setelah itu Arabella dan Theo pergi ke menara sihir untuk menemui seorang penyihir tingkat tinggi, jujur saja untuk melakukannya mereka membutuhkan 1 penyihir tingkat tinggi dan 2 penyihir tingkat sedang karena mereka harus membuat lingkaran sihir yang dapat memerangkap kaisar atau iblis campuran itu!


Tentu saja saat mereka datang ke menara sihir, Arabella dan Theo tidak di izinkan masuk karena pihak menara takut bahwa mereka adalah pembunuh berantai itu. Namun, setelah Arabella dan Theo menunjukkan indentitas mereka pada akhirnya mereka di izinkan masuk. Di sepanjang jalan pelayan penyihir menanyai mereka dengan berbagai macam pertanyaan, sebelumnya Arabella dan Theo dengan senang hati menjawab pertanyaan dari pelayan tersebut namun... Lama-kelamaan mereka mulai merasa kesal karena pelayan tersebut terus saja bertanya. Setelah tiba di suatu ruangan barulah pelayan itu diam dan menunjuk ke arah pintu besar yang berada di hadapan mereka.


"Para penyihir saat ini sedang berada di dalam, anda berdua bisa langsung masuk dan mengatakan apa yang anda berdua butuhkan kepada mereka di dalam" Setelah mengatakan beberapa patah kata pelayan itu pun pergi meninggalkan Arabella dan Theo, dengan perasaan yang campur aduk Theo membuka pintu besar yang ada di hadapannya itu.


Kriet


Pintu terbuka lebar, cahaya yang menyilaukan mata serta aura sihir yang sangat kuat begitu kental di dalam ruangan itu. Memang benar ruangan itu adalah ruangan tempat para penyihir berkumpul.

__ADS_1


__ADS_2