
moulin rouge
Malam puncak Panggung teater
Prancis
Ditengah sorak Sorai para penonton yang mulai membludak, Jefrey Van Efron menggenggam erat telapak tangan sang istri nya menuju ke arah kursi VVIP yang menghadap ke arah panggung utama teater malam ini.
Hari ini seluruh orang-orang penting di dunia perfilman pasti Hadir untuk menonton siaran langsung acara puncak yang diselenggarakan oleh salah satu tim teater terbaik Prancis.
Biasanya di tempat ini para produser film atau orang-orang yang berhubungan dengan dunia industri perfilman akan mencari bintang artis baru untuk dijadikan ikon bintang terkenal kedepannya.
Para pemain teater akan menampik kemampuan demi kemampuan terbaik mereka untuk dipamerkan kepada para produser film dan juga orang-orang penting di dunia hiburan industri agar mereka mendapatkan kesempatan untuk merambah ke dunia industri hiburan terbaik kanca internasional.
Dan Jefrey fikir ini akan menjadi kesempatan mereka untuk membuat seseorang yang terlibat didalam kasus pembunuhan Amora yang pasti turun langsung untuk mendapatkan calon aktris mereka.
Dia yakin yang terlibat pada tragedi malam pembunuhan kala itu akan turun semua untuk Hadir didalam panggung teater luar biasa malam ini.
__ADS_1
Mereka telah mempersiapkan dengan matang seluruh rencana pada malam ini.
Begitu mereka masuk ke barisan kursi VVIP Moulin Rouge, Jefrey langsung membiarkan istri kesayangan nya tersebut untuk duduk ke kursi yang terletak tepat diposisi bagian tengah depan panggung Tersebut.
Justin dan Raisa yang terlihat berjalan menyusul mereka kini sudah ada tepat di samping kiri Dirinya.
Jefrey terlihat tidak menampilkan ekspresi apapun, tatapan tajam dan dingin seperti biasanya selalu Hadir dibalik wajah tampan nya itu.
Di sisi kanan mereka terlihat King dan Vall mulai ikut duduk sejajar dengan mereka, kemudian para tamu undangan lain mulai memenuhi kursi bagian depan.
"Perhatikan pandangan kalian"
Setelah duduk di atas kursi, Jefrey terlihat bicara dari balik headset bluetooth nya, dia memastikan semua orang yang bekerja dibalik layar tetap awas dengan pandangan mereka.
Bisa mereka semua dengar suara sahutan dibalik telinga masing-masing dari mereka.
Dibelakang sana jelas sekretaris Justin dan sekretaris Jefrey, Ken terus bekerja dengan cekatan untuk menuntaskan misteri soal pembunuhan Amora.
Mereka harus memastikan sang pelakon utama masuk kedalam kandang singa.
__ADS_1
Sang Gadis telah dilatih dengan sebaik-baiknya untuk tampil di antara semua orang agar mengejutkan siapapun yang terlibat dimalam pembunuhan Amora.
"Nyonya Meri berjalan masuk bersama putrinya"
Suara Ken mulai terdengar dibalik headset bluetooth mereka.
Jefrey jelas tidak begitu peduli soal Meri dan Mayang, bagi nya dia membutuhkan ikan besar yang masuk di antara mereka untuk melihat Gadis yang mirip dengan Amora.
Tapi setidaknya dia butuh perempuan bodoh itu, Mayang untuk bisa ikut masuk kedalam jebakan.
Sebab dia yakin Mayang akan menjadi pelopor utama untuk membuat panas suasana.
Kini Jefrey Van Efron terlihat menatap satu persatu orang-orang yang ada disekeliling mereka ketika musik teater mulai di suarakan.
Pentas teater saat ini akan segera dimulai, dimana tirai penutup nya saat ini secara perlahan mulai dinaikkan.
Suara tepuk tangan bergemuruh disepanjang ruangan Moulin Rouge, kini kaki-kaki para pemain teater telah terlihat secara perlahan.
__ADS_1
Bisa Jefrey pastikan dalam hitungan detik wajah-wajah para pemain teater itu akan mulai diperlihatkan secara serentak.
Dan benar saja, begitu layar Teater naik dengan sempurna, semua wajah ditampilkan di antara cahaya terang yang menyorot semua pemain nya.