Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Menyelesaikan kesalahpahaman lama


__ADS_3

Prancis


Le Meurice Hotel


Winter


Di kamar yang berbeda


Dua kamar bergandengan yang sengaja di pesan oleh Jefrey dan isabella dengan teras belakang kamar hotel yang saling menyatu agar di tempati oleh Raisa dan Aldi.


Terdengar begitu keterlaluan tapi pencetus ide pertama adalah Isabella, perempuan itu berkata mereka harus mencari cara bersama Justin untuk membuat kedua orang itu segera memperjelas kesalahpahaman mereka.


"Kamu tidak memendam dendam pada Aldi Karena pernah menyakiti kamu dimasa lalu?"


Kala itu Jefrey bertanya sambil menyentuh lembut wajah istrinya itu.


Isabella mengembang kan senyuman nya, dia menggelengkan pelan kepalanya.


"Tidak, tanpa Aldi mungkin aku tidak sampai pada titik di hari ini, tanpa permainan dia mungkin Papa ku tidak akan pernah tahu jika istri nya adalah seorang penjahat yang menginginkan harta nya saja"


Ucap Isabella pelan sambil terus menyakini Dirinya sendiri.


Dia tidak merasa marah, sebab tidak ada yang harus membuat dia marah soal laki-laki itu.


Mereka hanya menikah tapi laki-laki itu sekalipun tidak pernah menyentuh nya

__ADS_1


Jadi dia tidak merasakan di rugikan sama sekali.


Jefrey dan Isabella fikir Aldi harus meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka beberapa tahun yang lalu hingga membuat hubungan Aldi dan Raisa semakin hari semakin memanas.


Padahal realita nya pernikahan kedua orang itu semakin mendekat, tapi Raisa terus memiliki cara untuk menunda pernikahan mereka.


Mereka berdua fikir semakin lama mereka bergerak menggabungkan kedua orang tersebut, akan semakin sulit untuk kedua orang itu bersatu.


Raisa yang belum menyadari soal siapa yang dilihat nya malam itu jelas menyimpan kebencian yang mendalam pada Jefrey.


Belum lagi Aldi tiba-tiba lebih memilih menikah dengan sosok Isabella yang masih menjadi Lira, kemudian tahu-tahu berselingkuh dengan Mayang.


Baginya tidak ada lagi kata maaf untuk laki-laki tersebut sedikit pun.


Raisa benar-benar sudah menutup pintu hati nya.


Raisa terlihat keluar secara perlahan dari arah kamar nya menuju ke arah teras yang terletak di sisi kiri kamarmu.


Dia mencoba menikmati salju yang terus berjatuhan sejak tadi.


Gadis itu fikir mereka benar-benar menghabiskan waktu di Paris pada musim winter yang luar biasa, mencoba membuka satu tabir kenyataan demi menjebloskan pelaku pembangunan sebenarnya sang adiknya dimasa lalu.


Berapa tahun, Amora?.


Raisa bertanya didalam hatinya sambil memejamkan bola matanya, dia mendongak dan membiarkan salju-salju berjatuhan di atas wajah cantik nya.

__ADS_1


tangan kanan nya terlihat mencoba terulur dengan sempurna, membiarkan salju terus berjatuhan di telapak tangan nya.


Kali terakhir dia dan saudara nya ke Paris saat pagelaran peragaan busana fashion Paris week 6 bulan sebelum kejadian pembunuhan tersebut.


Dia fikir mereka mungkin akan kembali ke sana di tahun berikutnya, tapi Realita nya apa yang dia pikirkan selalu berada di luar harapan nya.


Semua hanya tinggal kenangan bagi dirinya.


Ada banyak sekali kenangan yang terjadi di antara mereka, salah satu nya saat masing-masing dari mereka menceritakan tentang persoalan hati mereka.


Amora begitu mencintai Justin, pernikahan yang telah dirancang oleh Justin dan Amora dimasa lalu sebelum tragedi malam berdarah terjadi rupanya tidak pernah terlaksana hingga hari ini.


Padahal kala itu Justin baru saja membuat sebuah lamaran romantis untuk saudaranya itu, tapi siapa sangka impian laki-laki kandas Begitu saja.


Masih dia ingat bagaimana terluka nya Justin atas kepergian Amora, laki-laki itu bahkan seolah-olah tidak memiliki pijakan lagi untuk bisa bertahan hidup tanpa gadis tersebut.


"Aku hancur...aku hancur"


Kala itu Justin menangis sambil memeluk erat tubuh nya, di depan pemakaman Amora tepat dibawah guyuran deras nya air hujan yang membasahi tanah yang belum mengendap dengan sempurna.


Sejenak Raisa menarik pelan nafas nya, dia kemudian secara perlahan membalikkan tubuhnya namun satu sosok laki-laki mengejutkan dirinya.


Bola mata gadis itu seketika membulat, dia fikir bagaimana bisa laki-laki itu ada di hadapannya saat ini.


"Aku fikir kita perlu bicara soal kita untuk beberapa waktu"

__ADS_1


Ucap Aldi kemudian sambil berjalan mendekati dirinya.


Raisa sejenak terdiam, gadis itu tercekat sambil berusaha untuk memundurkan langkahnya.


__ADS_2