Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Mengganti posisi mereka


__ADS_3

disisi lainnya lagi


Kantor Mulyono company


15.45


Sore


Aldi terlihat bicara dengan beberapa orang didalam ruangan rapat untuk beberapa waktu, dia cukup fokus menatap layar proyektor dimana didepan sana terlihat seorang perempuan sibuk menjelaskan sesuatu kepada semua orang.


Kadang laki-laki itu manggut-manggut bahkan terkadang dia memutar pena nya untuk beberapa waktu.


"Biasanya orang-orang lebih suka wajah baru yang segar dengan segudang talenta untuk mempromosikan produk mereka, aku fikir nona Isabella merupakan kandidat yang tepat untuk menjadi model iklan untuk produk di Mulyono group"


Ucap perempuan berusia sekitar 38 tahunan itu cepat.


"Tapi aku pikir ini tidak cukup baik, nona Mayang mungkin akan marah dengan keadaan ini, dia pasti merasa di tikung karena kita memasukkan model lain untuk menjadi model papan iklan nya"


Seorang laki-laki bicara cepat sambil sedikit menatap keberatan ke arah semua orang,dia tahu Mayang lah yang selama ini menjadi model papan iklan di perusahaan mereka.


Dia khawatir jika Mayang kecewa atas keputusan sepihak tanpa mengabari mayang terlebih dahulu semperamental Mayang jelas tidak begitu baik, setiap kali marah Perempuan itu jelas terlihat begitu mengerikan.


Tidak ada yang tidak tahu betapa buruknya sifat perempuan itu.


"Aku akan bicara pada nya"

__ADS_1


Ucap Aldi cepat.


Mendengar sang atasan berkata begitu, laki-laki itu hanya bisa diam saja.


Semua orang ikut diam, tampak tidak mengeluarkan pendapat mereka.


½ lebih dari pada semua orang yang hadir jelas Setuju model iklan nya diganti, sebab rata-rata dari mereka cukup tidak suka dengan perempuan tersebut.


Sebab kelakuan buruk nya sering berdampak tidak baik untuk semua orang di perusahaan Tersebut.


"Soal Mayang aku akan mengurus semuanya, dia tidak akan berani untuk berada di luar jalur pemikiran nya"


Aldi menambah kata-kata nya, menyakinkan semua orang jika Mayang tidak mungkin berulah.


Sejauh ini bahkan tidak ada yang tahu mereka memiliki hubungan dan sudah bertunangan.


Aldi tidak siap membuat komitmen lebih soal pernikahan bersama mayang.


Dia hanya suka bermain-main dengan perempuan tersebut demi untuk menceraikan Lira di masa lalu.


Laki-laki itu jelas tidak suka memperistri Seorang Perempuan yang bahkan bisa dengan mudah mengobral tubuh nya untuk sembarang laki-laki.


Meskipun Aldi bukan laki-laki yang baik dan bisa tidur dengan perempuan manapun yang dia mau, dia jelas tidak akan sembarangan mau memilih istri.


Seburuk-buruk nya laki-laki jelas masih ingin mendapatkan perempuan baik untuk menjadi ibu bagi calon anak-anak nya nanti.

__ADS_1


"Biarkan Maria menghubungi manager model baru tersebut, pastikan dia menerima tawaran nya, aku ingin semua nya sudah selesai di akhir Minggu ini"


Aldi terus bicara sambil menatap satu persatu Setiap orang.


"Baik tuan"


Seorang laki-laki menjawab cepat.


Kemudian semua orang mulai menyelesaikan pekerjaan mereka lantas beranjak pergi dari ruangan tersebut.


Aldi masih terlihat duduk diatas kursi putar mendominasi berwarna hitam, sedangkan sekretaris nya masih sibuk membereskan semua barang-barang nya.


"Kau sudah menemukan informasi soal gadis itu, Ran?"


Tanya Aldi tiba-tiba ke arah sekretaris nya.


"Cukup sulit mendapatkan informasi soal dia tuan, semua informasi soal nya seolah-olah sengaja di kunci oleh seseorang sejak awal"


Mendengar jawaban tersebut, Aldi terlihat mengerutkan keningnya.


"Hubungi Aini, katakan pada nya untuk mengirimkan pesanan ku pada gadis itu besok"


Ucap Aldi kemudian.


"Baik tuan"

__ADS_1


__ADS_2